Buku Kedua Potret Kemandirian Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan

Buku Kedua Potret Kemandirian Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan


Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan memiliki kemandirian sosial ekonomi memutuskan pengunduran diri atau keluar dari kepesertaan. Ada berbagai cerita unik di balik kemandirian mereka. Keluarga pun mendukung keluar atau mengundurkan diri agar bantuan sosial nin tunai dengan komponen pendidikan, kesejahteraan sosial, kesehatan serta masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial. Berbagai teknik dan metode pekerjaan sosial kental sekali dalam pendekatan yang digunakan untuk mencapai kesadaran keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan lebih maksimal. Standart pengetahuan, ketrampilan dan nilai pendamping sosial tugas khusus/sebelumnya disebut peksos supervisor bersama pendamping sosial memaksimalkan target capaian graduasi. Melalui buku potret kemandirian keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan dikupas tuntas pelaksanaan proses graduasi, dan semacamnya menggunakan pengetahuan, ketrampilan dan nilai khas peksos.



Buku kedua terbitan 

Bintang Pustaka Madani


https://www.mochferrydwicahyono313.com/2020/12/buku-kedua-potret-

Kemensos dan BPS Tandatangani Kerja Sama Pemutakhiran DTKS



Sumber : Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI

 Posting : Kurnia Angga

 

  

JAKARTA (11 November 2020) -  Kementerian Sosial menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk keperluan pemutakhiran data penduduk miskin dan kerja sama untuk memastikan proses pemutakhiran data selesaikan Juli 2021. "Hari ini,  telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua lembaga. Kami siapkan lebih dari 100 ribu petugas yang akan bekerja memutakhirkan data. Dan ini perlu bimbingan dari BPS untuk pemutakhiran data judul bisa,"  kata Sekretaris Jenderal Hartono Laras usai acara penandatanganan PKS dengan Sestama BPS Margo Yuwono di Kantor BPS, Jakarta (11/11).


Menurut Sekjen Kemensos,  Penandatanganan PKS ini sebagai tindak lanjut dari MOU Kemensos dan BPS  yang telah dilaksanakan 2018, khususnya dalam pemutakhiran DTKS yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 dan harus selesai pada bulan Ramadhan Juli 2021.


Dalam DTKS Kemensos terekam 40% data penduduk dengan tingkat penghasilan terendah. Kemensos akan meningkatkan data warga miskin dan  lebih banyak,  yakni 60% sejalan dengan dampak pandemi yang meningkatkan jumlah orang miskin. 


Kementerian Sosial telah mengantisipasi hal ini dengan menyusun program yang terencana, terarah dan sistematis.


"Jadi dengan PKS ini tujuannya untuk mewujudkan DTKS yang reliabel, mutakhir dan valid sesuai perluasan cakupan data untuk mendukung transformasi perlindungan sosial dan percepatan penanggulangan kemiskinan, Sekjen menambahkan.


Pemutakhiran data oleh Kemensos akan mencakup target sebanyak 41.697.344 rumah tangga  di 34 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota.


Untuk mendapat target sebanyak itu,  Kemensos menyiapkan petugas lapangan dengan jumlah 83.395 enumerator,  16.679 pengawas, dan 7.242 Koordinator Kecamatan, di luar Instruktur Utama, Intruktur Nasional dan Intruktur Daerah, dan tentu juga dengan K/L terkait lainnya.


"Mereka akan datang dari rumah ke rumah mendata masyarakat yang memenuhi persyaratan masuk dalam DTKS. Untuk itu, mereka perlu pembekalan dari BPS," katanya.


Dengan dukungan dan bimbingan dari BPS,  pemutakhiran data  ditargetkan dapat diselesaikan pada awal Juli 2021." Dengan demikian diharapkan kita punya data yang realible, mutahir dan akuntabel," kata Sekjen


"DTKS penting sebagai upaya peningkatan efektifitas dan ketepatan sasaran program-program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan," Sekjen menambahkan.


Hal-hal yang menjadi fokus kerja sama kedua belah pihak adalah pelatihan petugas lapangan, penyiapan instrumet dan petunjuk pengisian, model pemeringkatan, dan jaminan kualitas.


"Kami sebagai pemilik program akan melaksanakan secara profesional dan mengharapkan bantuan dari BPS," katanya.


Pendataan DTKS tahun 2021 direncanakan mencakup sekitar 60% penduduk Indonesia. Untuk pemutakhiran DTKS dan jaringan komunikasi 60% penduduk miskin, Kemensos mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,36 triliun di tahun 2021.


Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Sosial RI


Penulis :

Koesworo

https://www.kemsos.go.id/ar/Berita%20Terkini/topic/3521

http://pkh.kemsos.go.id/pg=detail_berita

Monitoring Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga:Pendidikan dan pengasuhan anak

 Pendidikan dan  pengasuhan anak


Setiap keluarga pasti memiliki harapan generasi berikutnya lebih  baik masa depan. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi suatu generasi. Menempuh pendidikan lebih tinggi memungkinkan suatu generasi bisa mengakses lebih bermutu.


Pengasuhan anak senantiasa kerap dijumpai oleh keluarga di berbagai elemen masyarakat dimana pun berada. Pengasuhan senantiasa dilakukan oleh orang tua baik oleh bapak ibu atau pun keluarga terdekat. Prosesnya dimulai semenjak anak-anak dilahirkan. Bentuknya beraneka ragam mulai kasih sayang, memperhatikan gizi anak, tumbuh kembang anak dan semacamnya.


Pengasuhan dan pendidikan anak di rumah, 
pertemuan peningkatan kemampuan keluarga
 Program Keluarga Harapan


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan setiap bulan memungkinkan keluarga penerima manfaat mendapatkan pengetahuan yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan dengan pembekalan, edukasi selama kurang lebih safu jam tiga puluh menit sangat berpotensi meningkatkan pola pikir dan perubahan perilaku keluarga penerima manfaat.


Bentuk materi yang disampaikan sudah disiapkan oleh pendamping sosial disesuakan dengan kebutuhan assesment baik sesi dan modul keluarga penerima manfaat.


Pendidikan dan Pengasuhan Anak di Rumah


Merupakan dua sisi yang senantiasa muncul secara beriringan di keluarga. Pendidikan bagian dari pengasuhan anak sementara pengasuhan anak merupakan bagian penting dalam pembentukan suatu keluarga.


Materi Pendidikan dan Pengasuhan Anak di Rumah

Beberapa materi yang disampaikan pendamping sosial diantaranya menjadi orang tua lebih baik dengan memberikan pengasuhan positif dan kasih sayang terhadap anak, kedua kerjasama dalam pendidikan dan pengasuhan, ketiga menghindari konflik di depan anak.


Peranan pendamping sosial tugas khusus

Pendamping sosial tugas khusus memberikan edukasi dan memonitoring pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan materi pendidikan dan pengasuhan anak.


Pengasuhan dan pendidikan anak di rumah


Selama kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dampingan Laila di desa Pendem Kecamatan Junrejo keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan nampak semangat mengikuti dan mencatat materi yang disampaikan selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Selain itu nampak pula anak diajak orang tua keluarga penerima manfaat menghadiri kegiatan rutin secara bulanan dalam kondisi era new normal (mfdc).


Sumber:

https://www.mochferrydwicahyono313.com/2020/11/pendidikan-dan-pengasuhan-anak.html?m=1

Rapat Koordinasi Rutin Bulanan bersama Dinsos Kota Batu

  Rapat Koordinasi Rutin Bulanan bersama Dinsos Kota Batu


 Rapat Koordinasi Rutin Bulanan

 Rapat Koordinasi Rutin Bulanan
 Rapat Koordinasi Rutin Bulanan

 Rapat Koordinasi Rutin Bulanan

 Rapat Koordinasi Rutin Bulanan


Kamis 12 November 2020, menurut Sondang P. Siagian, koordinasi adalah pengaturan tata hubungan dari usaha bersama untuk memperoleh kesatuan tindakan dalam usaha pencapaian tujuan bersama pula. Koordinasi adalah suatu proses yang mengatur agar pembagian kerja dari berbagai orang atau kelompok dapat tersusun menjadi suatu kebulatan yang ter-integrasi dengan cara yang seefisien mungkin. Setiap bulan sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan di Kota Batu melaksanakan rapat dan koordinasi kegiatan secara rutin. Tujuan rapat koordinasi setiap bulan untuk komunikasi, upgrade informasi.


Pelaksanaan kegiatan diagendakan jam 09.00 sampai selesai. Berlokasi di aula Dinsos Kota Batu sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan menghadiri rapat koordinasi tersebut. Selanjutnya pembahasan rapat koordinasi dimulai dari Dinsos Kota Batu serta koordinator kota Program Keluarga Harapan menyampaikan  pertama mengenai keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bpjs tk dari pemkot melalui pengajuan Dinsos Kota Batu dan pemberian serta penyerahan sarana prasarana usaha untuk enam belas keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (mfdc).


Sumber :

https://www.mochferrydwicahyono313.com/2020/11/rapat-koordinasi-rutin-bulanan-bersama.html


Presiden Anugerahkan 6 Tokoh Pahlawan Nasional


  

Sumber : Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI
 Posting : Kurnia Angga
 Tanggal : 2020-11-10

JAKARTA (10 NOVEMBER 2020) - Sejak tahun 1959 setiap tahunnya dalam peringatan Hari Pahlawan, Presiden memberikan anugerah Gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dan berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Tahun ini Presiden menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 6 (enam) tokoh. Mereka adalah: 1) Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara; 2) Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat; 3) Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, 4) Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara, 5) MR. SM. Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara, dan 6) Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.


Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional diselenggarakan di Istana Negara pada 10 November 2020 pukul 10.00 WIB dengan Inspektur Upacara Presiden RI. Hadir mendampingi Presiden, Menteri Sosial Juliari P. Batubara. 


Dalam UUD 1945 Pasal 15 meyatakan bahwa Presiden memberi gelar, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur pelaksanaannya dengan UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.


"Mengutip pidato Ir. Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Ungkapan ini menjadi sebuah prinsip yang negara kita pegang teguh," kata Mensos Juliari.


Pemberian gelar Pahlawan Nasional bertujuan untuk penghargaan kepada mereka yang telah berjasa besar mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Selain itu juga menumbuhkembangkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.


 

Riwayat Singkat Keenam Pahlawan Nasional


Sultan Baabullah sangat menentang penjajahan Portugis. Ia berhasil mengusir penjajah Portugis, salah satunya dengan mengirim ekspedisi ke berbagai daerah seperti Ambon dan Buton. Di bawah kepemimpinannya, Ternate bisa bebas dari Portugis dan menjadi sentral perdagangan rempah-rempah dengan jaringan internasional.


Macmud Singgirei Rumagesan berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda khususnya perjuangannya untuk mengembalikan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi.


Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo memimpin kepolisian sejak awal berdirinya Negara RI hingga menjelang masuk ke sistem pemerintahan demokrasi terpimpin. Karya agungnya adalah meletakkan dasar-dasar kepolisian nasional yang kokoh selama masa kepemimpinannya. Pada 14 Februari 2001, ia ditetapkan sebagai Bapak Kepolisian RI oleh Presiden Abdurrahman Wahid.


Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu telah terlibat aktif dalam dunia pergerakan nasional dengan misi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Sutan Muhammad Amin Nasution telah memperjuangkan semangat “etnonasionalisme” menjadi “nasionalisme” di kalangan pemuda dengan memprakarsai fusi berbagai organisasi pemuda kedaerahan (Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa dan sebagainya). Bersama Muhammad Yamin dan tokoh muda lainnya, ia berperan penting dalam penandatanganan naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.


Raden Mattaher seorang panglima perang penuh talenta, cerdas, dan semangat. Ia berhasil memimpin perang 9 kali pertempuran melawan Belanda dan seluruhnya berhasil ia menangkan.


 

Acara Peringatan Hari Pahlawan 2020


Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan 2020 mengangkat tema "Pahlawanku Sepanjang Masa". Tema ini mengandung pesan bahwa Hari Pahlawan tidak hanya sekedar diingat secara seremoni setiap tanggal 10 November saja tetapi lebih dari itu adalah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan untuk NKRI yang perlu dikenang sepanjang masa.


Oleh karena masih dalam masa pandemi, rangkaian acara diselenggarakan secara daring dengan mengoptimalkan penggunaan perangkat digital dengan melibatkan masyarakat namun tetap mematuhi protokol kesehatan.


Selain penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, pada tanggal 10 November ada dua acara utama lainnya. Yaitu, Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata pada 10 November pukul 08.00 WIB dengan Inspektur Upacara Presiden RI. Kedua, Upacara Tabur Bunga di Laut di Perairan Teluk Jakarta dengan Inspektur Upacara Ketua DPR-RI.


Di samping itu juga digelar acara pendukung lainnya, yaitu: 1) Webinar Kepahlawanan pada 9 November 2020 dengan diikuti berbagai unsur dari 34 provinsi; 2) Bhakti Sosial Kepahlawanan pada 10 November di kediaman Janda Pahlawan Nasional K.H. Idham Chalid dan kediaman Perintis Kemerdekaan; 3) Lomba Kepahlawanan yang diselenggarakan pada 23 Oktober - 10 November; 4) Semarak Hari Pahlawan pada 10 November yang akan diisi dengan berbagai acara seperti Konser Kepahlawanan, Tari-tarian, Penayangan Profil Pahlawan Nasional, Penayangan Profil Pahlawan Masa Kini, Penayangan Pahlawan sekitar, dan sebagainya.


Pada acara puncak hari ini juga akan digelar Konser Semarak Hari Pahlawan yang akan didukung oleh berbagai artis yang menampilkan pertunjukan tradisional maupun modern. Konser ini disiarkan langsung melalui saluran Youtube Kemensos RI.


Untuk informasi lebih lengkap terkait rangkaian acara peringatan Hari Pahlawan 2020, masyarakat dapat mengakses melalui website pahlawankusepanjangmasa.id dan media sosial Instagram @haripahlawan2020, serta melalui website Kementerian Sosial di www.kemsos.go.id dan akun media sosial Kementerian Sosial RI.


https://pkh.kemsos.go.id?pg=detail_berita&id=360

Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Sosial RI

Penulis :

Tutik Inayati

Monitoring Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Program Keluarga Harapan

Monitoring Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Program Keluarga Harapan


Senin 9 November 2020 mulai mengawali kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dalam nuansa new normal. Tepatnya di Kecamatan Junrejo Kota Batu dampingan Chychy salah satu sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan.


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) Program Keluarga Harapan diawali dengan tiga pertemuan yang digelar secara rutin setiap bulan.


Pengasuhan dan pendidikan anak di rumah

Materi yang disampaikan ialah modul satu pengasuhan dan pendidikan anak di rumah dengan bahasan menjadi orangtua hebat.


Ada beberapa bahasan yang disampaikan diantaranya tips menjadi orang tua hebat. Telaah materi di dalamnya ada sejalan perkataan dan perbuatan, mengingat hal baik dan membahagiakan, pengasuhan dengan tutur kata penuh kasih sayang juga menjauhi kekerasan.


Diskusi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan

Perihal menarik dari tiga lokasi kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan di Kecamatan Junrejo Kota Batu yaitu adanya diskusi dan dialog problematika pengasuhan dan pendidikan anak dalam keluarga. Ada berbagai ragam cerita diantara keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.


Pendamping sosial tugas khusus dan peranannya dalam monitoring pertemuan peningkatan kemampuan keluarga

Pendamping sosial tugas khusus melakukan monitoring pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga diantaranya melakukan teknik observasi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan di tiga lokasi tepatnya Kecamatan Junrejo Kota Batu mulai jam 11.00, 13.00 juga 15.00 wib.

Sisi lainnya di era new normal teknik small talk pun dilakukan oleh pendamping sosial tugad khusus dalam mengawali dialog dengan keluarga penerima manfaat untuk selanjutnya dilakukan wawancara secara terstruktur mengenai materi pengasuhan dan pendidikan anak di rumah.

Tools yang digunakan dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga diantaranya flipchaft modul pengasuhan dan pendidikan anak di rumah.

Setiap keluarga penerima manfaat memiliki kemampuan menceritakan pengalaman dan pengasuhan anak di rumah sesuai jenjang usia masing-masing, di sini pendamping sosial mempraktikkan salah satunya nilai individualisasi.


Dokumentasi kegiatan :

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga 

Program Keluarga Harapan


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga 

Program Keluarga Harapan


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga 

Program Keluarga Harapan


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga Program Keluarga Harapan

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga 

Program Keluarga Harapan



Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga 

Program Keluarga Harapan


Kategori

Kategori