Poster Edukasi Program Keluarga Harapan

Poster Edukasi 

Program Keluarga Harapan




    Sumber Kemensos

    Sumber Kemensos

    Sumber Kemensos
    

Presiden Jokowi Luncurkan Bantuan Tunai se-Indonesia


Presiden Jokowi Luncurkan Bantuan Tunai se-Indonesia

Senin , 04 Jan 2021, 15:40 WIB

Presiden Jokowi Luncurkan Bantuan Tunai se-Indonesia (ilustrasi).



IHRAM.CO.ID,
JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meluncurkan program bantuan tunai se-Indonesia untuk tahun 2021 di 34 provinsi di Istana Negara Jakarta, Senin (4/1).

"Hari ini, di awal 2021 saya meluncurkan langsung Bantuan Tunai se-Indonesia pada masyarakat penerima. Sekali lagi untuk Program Keluarga Harapan, Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai," kata Presiden Joko Widodo.

Hadir dalam peluncuran bantuan tunai tersebut antara lain Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan sekitar 30 orang masyarakat penerima bantuan.

Pembagian bantuan juga dilakukan pada saat yang sama oleh para gubernur di 34 provinsi. "Tahun 2021 ini penyaluran bantuan sosial akan terus kami lanjutkan dan dalam APBN 2021 telah disiapkan anggaran sebesar Rp110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote," tambah Presiden.

Tujuan pemberian bantuan tersebut, menurut Presiden Jokowi, adalah untuk membantu masyarakat mengatasi dampak pandemi COVID-19.

Baca juga https://www.eureka-pedia.com/2021/01/tren-baru-meningkat-di-masa-pandemi.html?m=1

"Kami harapkan bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak COVID-19, kemudian kita harapkan juga bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional kita, mengungkit ekonomi nasional kita, memperkuat daya beli masyarakat sehingga kita harap pertumbuhan ekonomi nasional meningkat dan lebih baik lagi," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi juga berpesan agar pemanfaatan bantuan dilakukan secara tepat dan tidak dibelikan rokok.

"Kalau yang untuk beli sembako ya untuk beli sembako, jangan digunakan untuk beli rokok, hati-hati yang bapak-bapak terutama, jangan dipakai untuk beli rokok. Belikan sembako sehingga dapat mengurangi beban keluarga saat masa pandemi ini diutamakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan keluarga," tegas Presiden.

Dalam paparannya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan rincian tiga bansos yang disalurkan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Untuk PKH ditargetkan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp28,7 triliun yang di dalamnya terdapat ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia.

Bantuan ini diberikan dalam 4 tahap selama satu tahun, yakni Januari, April, Juli dan Oktober melalui transfer rekening di bank-bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri dan BTN). Pada Januari akan disalurkan sebesar Rp7,17 triliun.

Selanjutnya Program Sembako atau bantuan pangan non-tunai menyasar 18,8 juta KPM dengan total anggaran Rp45,12 triliun.

Para penerima bantuan akan mendapat uang senilai Rp200.000 dan disalurkan mulai Januari hingga Desember 2021 juga melalui rekening di bank-bank Himbara. Pada Januari 2021 akan disalurkan kepada Rp18,8 juta keluarga dengan anggaran Rp3,76 triliun.

Khusus bagi warga Jabodetabek yang semula menerima bantuan berbentuk sembako, mulai 2021 tidak akan lagi menerima sembako dan diganti dengan bantuan tunai langsung.

Sedangkan untuk Bansos Tunai ditujukan untuk 10 juta KPM yang akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp300.000 yang diberikan selama 4 bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021.

Bantuan akan disalurkan melalui mekanisme pos. Pada Januari 2021 akan disalurkan bagi 10 juta keluarga dengan anggaran Rp3 triliun. Total keseluruhan anggaran yang disalurkan pada Januari 2021 adalah sebesar Rp13,93 triliun.

Sumber https://ihram.co.id/berita/qmeiqw327/presiden-jokowi-luncurkan-bantuan-tunai-seindonesia

Tren Baru Meningkat di Masa Pandemi

Tren Baru Meningkat di Masa Pandemi

Tren Baru, Meningkat di Masa Pandemi


Pandemi covid 19 merupakan wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Pemerintah telah melakukan sosialisasi untuk meminimalisir penyebaran virus tersebut dengan memperhatikan dan mempraktikkan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun dan menjaga jarak.

Aktivitas berkerumun sebaiknya dihindari, kenapa? Karena berpotensi peningkatan dan penyebaran covid 19. Iman dan imun menjadi bagian penting mensikapi wabah tersebut.

Tren dan perilaku

Ada berbagai cara yang kemudian muncul di era kenormalan baru misalkan berjualan online meningkat, pdmbelajaran menggunakan media online, dan semacamnya.

Baca juga https://www.kompasiana.com/mochcahyono6354/5ff2cfdad541df10bf260ae2/tren-baru-meningkat-di-masa-pandemi

Mengapa terjadi demikian?karena manusia terus berinovasi menghadapi semua itu atau berihtiar mensikapi dengan cara baru, inilah kemudian yang dinamakan tren (gayamutakhir, menurut kkbi kemendikbud).

Pembelajaran jarak jauh masih banyak dijumpai di sekitar kita, bukan seperti itu mulai pendidikan anak usia dini sampai universitas, sekolah tinggi.

Physical distancing merupakan pilihan tepat selama masa pandemi, untuk menghindari kluster penyebaran baru.

Perilaku manusia merupakan perilaku yang unik dan memiliki kekhasan antara manusia satu dengan lainnya. 

Perilaku tersebut juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana manusia tinggal, selain itu juga dipengaruhi faktor lainnya seperti meniru.

Mensikapi kondisi manusia yang memang berbeda satu dengam lainnya, maka pengaturan perilaku tersebut sebaiknya mengikuti norma yang telah ada di masyakat tentunya norma tersebut baik dan disepakati oleh masyarakat dimana manusia tinggal.

Baca juga https://www.mochferrydwicahyono313.com/2021/01/smart-islamic-parenting.html?m=1

Awalnya teknologi serba dalam jaringan menyebabkan kegagapan atau membutuhkan penyesuaian baik waktu, manusia dan teknologi dan infrastruktur penunjang lainnya namun seiring waktu manusia mulai memahaminya bukan?

Yuk hadapi berbagai tren baru dan inovatif untuk berkarya, semangat..

Kreatifitas

Kreatifitas




Kreatifitas


Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik yang benar-benar merupakan hal baru atau sesuatu ide baru yang diperoleh dengan cara menghubungkan beberapa hal yang sudah ada dan menjadikannya suatu hal baru. 

Masa pandemi merupakan masa dimana manusia cukup banyak melakukan kegiatan produktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan misalnya melakukan jual beli dengan berbasis online salah satunya.

Berbagai temuan memanfaatkan teknologi pun telah dilakukan misalkan rapat, pembelajaran jarak jauh (pjj) menggunakan pilihan platform dalam jaringan (daring) atau online.

Sesungguhnya jika dilihat dari pergerakan manusia di masa pandemi tidak terlepas dari apa namanya motivasi. 

Sedangkan menurut penjelasan teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : 

(1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan semacamnya

(2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual 

(3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs)

(4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status

(5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.


Dampak Corona terhadap Ekonomi

Dampak Corona  memang menimbulkan perubahan kehidupan, misalkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak dan memakai masker masa new normal, adanya kenaikan penggangguran juga dijumpai seperti sektor industri misalkan juga dijumpai, beberapa unit usaha pun juga terdampak.


Beberapa stimulus pemulihan ekonomi nasional pun telah dilakukan pemerintah pusat, pemberian bantuan sosial baik tunai maupun non tunai di aspek sosial telah disalurkan, pemberian bantuan usaha untuk pelaku unit usaha juga merasakan manfaat program yang disalurkan pemerintah bahkan pemberian bantuan subsidi upah juga diterima masyarakat.



Kewirausahaan

Pengertian wirausaha adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya (Wikipedia).

Kreatifitas memberikan ruang, gerak untuk memberdayakan seseorang, kelompok dan semacamnya untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup melalui usaha ekonomi.

Ada referensi dari buku "Kewirausahaan sosial merevolusi pola pikirdan menginisiasi mitra pembangunan kontemporer penulis Hery Wibowo dan Soni A. Nulhaqim terbitan Unpad Press dijelaskan menurut Gemak dan Singh (2010:80) kewirausahaan sosial mengkombinasikan ide-ide inovatif untuk perubahan sosial yang dilakukan dengan mengaplikasika  strategi dan ketrampilan bisnis.

Adapun tujuan kewirausahaan 

1. Memandirikan sosial ekonomi

Melalui ketrampilan bisnis seseorang, kelompok bisa diinisiasi menjadi unit usaha untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat.

2. Meningkatkan ketrampilan berusaha

Melalui kewirausahaan kemampuan merancang mengevaluasi unit bisnis bisa terasah, dengan mengkategorisasikan sesuai kebutuhan

3. Meningkatkan pendapatan ekonomi

Melalui kewirausahaan sangat menungkinkan pendapatan menjadi meningkat seiring meningkatnya penjualan atau diferensiasi usaha yang dijalankan seseorang atau kelompok


Simak juga :

https://www.kompasiana.com/mochcahyono6354/5feeb1908ede4828b507f9f2/kreatifitas

https://www.mochferrydwicahyono313.com/2020/12/kreatifitas.html?m=1

https://www.mochferrydwicahyono313.com/2021/01/sinopsis-panduan-mendidik-anak-muslim.html?m=1

Pengasuhan Anak Saat Masa Pandemi

Pengasuhan Anak Saat Masa Pandemi

 

 

Pengasuhan anak di Masa Pandemi



Pengasuhan dan pendidikan anak pada praktiknya kerap dilakukan keluarga di rumah. Anak – anak sebelum masa pandemic Covid 19 hampir sebagian besar waktunya ada dalam jangkauan orang tua. Ketika sekolah mereka belajar menuntut ilmu di lembaga pendidikan rata – rata 5 sampai 7 jam setiap harinya, kecuali mereka yang tinggal di pesantren atau boarding school. Begitu pula ketika di masa pandemi Covid 19 orang tua hampir sebagian besar berjibaku interaksi dengan anak- anak.


Pengasuhan Anak

Pengasuhan berasal dari kata dasar asuh, berarti merawat, mengasuh oleh orangtua (wali). Orang tua senantiasa berinterakdi langsung dengan belahan jiwanya yaitu anak. 


Berbagai interaksi muncul dari pengasuhan anak mulai melengkapi kebutuhan hidup anak (sandang, pangan, papan), pendidikan, tumbuh kembang, kesehatan, identitas anak dan semacamnya.


Menjadi suatu bagian penting interaksi antara anak dan orang tua menumbuhkan pemahaman mengenali karakter dan perilaku anak, sehingga memahami dan pola pendekatannya pun berbeda penanganannya.


Masa pandemi Covid 19, dan pengasuhan anak

Masa pandemi menjadi suatu momentum meningkatkan kualitas hubungan dengan anak berbagai aspek apa pun. 


Hampir setiap waktu pola komunikasi menjadi melekat kepada keduanya yaiti anak dan orang tua.


Pembelajaran jarak jauh pun sekarang erat dengan kelekatan anak dengan orang tua. Bahkan orang tua tidak sedikit menjadi guru juga ketika menemani anak belajar dan menyelesaikan kebutuhan pekerjaan penugasan sekolah.


Pandemi covid 19, hikmahnya dalam pengasuhan anak diantaranya menguatkan, membangun, memperbaiki kualitas komunikasi, kelekatan orang tua pada anak.

Baca :

https://www.mochferrydwicahyono313.com/2020/12/tips-mengatasi-kejenuhan.html?m=1


Parenting During the Pandemic

In practice, the care and education of children is often carried out by families at home. Most of the time, children before the Covid 19 pandemic were within the reach of their parents. When they go to school, they study at educational institutions for an average of 5 to 7 hours per day, except for those who live in Islamic boarding schools or boarding schools. Likewise, during the Covid 19 pandemic, most of the parents struggled with interactions with children.


Parenting

Parenting comes from the basic word foster, means caring for, caring for by parents (guardians). Parents always interact directly with their soul mates, namely children.


Various interactions emerge from childcare starting to complement the needs of the child's life (clothing, food, shelter), education, growth and development, health, children's identity and the like.


Being an important part of the interaction between children and parents fosters understanding to recognize children's character and behavior, so that understanding and handling patterns are different.



During the Covid 19 pandemic, and childcare

The pandemic period is a momentum to improve the quality of relationships with children in any aspect.


Almost every time, communication patterns become attached to both children and parents.


Distance learning is now closely related to the attachment of children to parents. Even parents are not a few teachers when accompanying children to study and completing the needs of school assignments.


The Covid 19 pandemic, the lessons learned in childcare include strengthening, building, improving communication quality, parental attachment to children.


Simak :

https://www.kompasiana.com/mochcahyono6354/5febd69a8ede4845d91dc9e5/pengasuhan-anak-saat-masa-pandemi

Simak :

https://www.eureka-pedia.com/2020/12/dua-karya-buku-pekerjaan-sosial.html





Peran Sentral PKH dalam Perlindungan Sosial Inklusif

Peran Sentral PKH dalam Perlindungan Sosial Inklusif



SDM per 7 Desember 2020 39.384. Urgensi rskkni sumber daya manusia Program Keluarga Harapan telah terbukti dalam membantu keluarga miskin untuk : akses pada layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial dan akses pada keuangan formal. SK Dirjen Linjamsos No. 03/3/01.01/11/2020 tentang tim perumus rskkni sumber daya manusia Program Keluarga Harapan.


Presentasi Direktur Jaminan Sosial Keluarga




Penyampaian Materi Prof. M. Fadil

Penyampaian Materi Prof. M. Fadil


Strengthen Role of Social Work  Practice civil society organizations, non profit organization 2023, education universities, institutions 2022, policy policy maker (ministries), independent state institutions (commision) 2021.


Prof. M. Fadil menyampaikan materi


Practice level 1. Activitist for change organise community protests of fundrisers 2. Advocate advocate for their needs (especially for dissability/mental health group) 3. Assistant identify concrete needs : food, clothing, shelter, social benefits, health care 4. Advisor find creative practical solution


Education  level 1. Foster relationship 2. Collaboration 3 . Integrate formal education 4. Focus 3 priority sectors 5. Life long learning 6. Keep alert be aware contempory problems 7. Education on poverty 8. Up to date learn from best modwls of practice and solution


Policy 1. Streng and legal  fromework 2. Improve social work qualification 3. Ensure acreditation of social work programmers 4. Improve proffesional disipline and integrity of practice

Kategori

Kategori