ENTRY DATA PESERTA PKH YANG MEMBUTUHKAN DATA KEPENDUDUKAN

ENTRY DATA PESERTA PKH YANG MEMBUTUHKAN DATA KEPENDUDUKAN

Berikut ini form DATA PESERTA PKH YANG MEMBUTUHKAN DATA KEPENDUDUKAN, mohon diisi sesuai dengan form.
Kolom Keterangan diisi dengan Belum Pernah Memiliki/Hilang/Tidak Berlaku/Lain-lain jika lain-lain harap sebutkan keterangan di sampingnya
Kolom KTP,KK dan Akta kelahiran harap diisi dengan huruf "v" pada kolom data kependuduka yang dibutuhkan.

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1Jamo8IWBF3JzMvX2_3Q816H7QQVMSW9jT5UkhFyd6ug/edit?usp=drivesdk&ouid=102030679745028449982
GRADUASI FEBRUARI 2018 (PENDAMPING WAJIB ISI) - DEADLINE 20 FEBRUARI 2018 -12.00 WIB

GRADUASI FEBRUARI 2018 (PENDAMPING WAJIB ISI) - DEADLINE 20 FEBRUARI 2018 -12.00 WIB

Assalamualaikum, mohon bantuan isi data secara "Alasan Non Eligible KPM" agar data mulai tahun 2013-sekarang sinkron, Data digunakan untuk graduasi Februari 2017. terima kasih atas kerjasamanya. Deadline Selasa 20-Feb-2017 Pukul 12.00 Siang. Berikut link nya: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1wvkpNh35CY0wt27DRu4HyY5Aw4WRQ4xLj_1ZaazKI0c/edit?usp=sharing

Proses Pendampingan PKH


PKH merupakan salah satu program prioritas nasional yang di jadikan centre of exellence oleh Kementerian Sosial dalam menanggulangi kemiskinan secara kontinu. Kita perlu mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial dalam menurunkan angka kemiskinan secara terpadu dan terintegrasi melalui adanya Program Keluarga Harapan (PKH).

Proses Pendampingan yang dilakukan merupakan suatu proses pembelajaran terus-menerus bagi peserta PKH dengan tujuan kemandirian keluarga dalam upaya-upaya peningkatan taraf hidupnya. Artinya bahwa inisiatif pendamping akan pelan-pelan dikurangi dan akhirnya akan berhenti. Peran pendamping akan dipenuhi oleh pengurus kelompok atau pihak lain yang dianggap mampu oleh masyarakat.

Pendamping Sosial PKH merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang direkrut oleh Kementerian Sosial sebagai pasukan garis terdepan dalam memberantas kemiskinan. Sebagai sosok pekerja sosial, peran Pendamping Sosial PKH sangat bermanfaat dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan. Pendamping Sosial PKH bekerja secara purna waktu, dimana kita dituntut sewaktu-waktu harus siap mental dan fisik dalam menjalankan tugas dengan sepenuh hati dan tanggung jawab.

Kegiatan pengembangan kepesertaan PKH di lapangan, seperti sosialisasi PKH, validasi,
verifikasi, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS), pemutakhiran, hingga proses penyaluran bantuan kepada KPM membutuhkan peran serta secara langsung oleh Pendamping Sosial PKH untuk memperlancar kegiatan
adaministrasi dan teknis dari Daerah ke Pusat.

Peran dominan Pendamping Sosial PKH inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan PKH dilapangan, sehingga Pendamping Sosial PKH dituntut harus bekerja secara efektif, efisien, dan produktif sebagai pekerja sosial yang profesional.
Secara umum, Pendamping Sosial PKH harus mampu turut serta dalam melakukan intervensi perubahan terhadap permasalahan sosial KPM, baik secara individu ataupun keluarga, sehingga permasalahan yang timbul akan dapat terselesaikan dengan maksimal.
Sebagai pekerja sosial, Pendamping Sosial PKH dituntut memiliki suatu pemahaman mengenai penanganan masalah yang di hadapi oleh KPM, baik permasalahan pendidikan, kesehatan, serta
kesejahteraan sosial.

Pendamping Sosial PKH juga harus mampu menerapakan strategi atau metode keilmuan yang di peroleh ketika pelatihan ataupun pendidikan sebagai bahan dasar dalam menganalisis dan menyelesaikan permsalahan sosial KPM, sehingga nantinya KPM akan
mengalami perubahan sosial secara berkelanjutan.

Pemberian bantuan sosial yang di berikan kepada KPM PKH tidak akan selalu menjamin akan terjadinya perubahan sosialbterhadap kehidupan sosial KPM, untuk itu perlu pendekatan
Pendamping sosial PKH secara langsung dalam membimbing KPM PKH, agar mampu melakukan transformasi dari KPM dari yang kurang sejahtera menuju KPM yang sejahtera.

Secara teknis di lapangan, Pendamping Sosial PKH mengetahui secara langsung kondisi KPM yang ada dimasyarakat, sehingga Pendamping Sosial PKH tahu apa permasalahan dan solusi yang perlu diberikan kepada KPM dampingannya agar secara kontinu mengalami perubahan
sosial.

Jika melihat dari aspek kinerjanya, Pendamping Sosial PKH seolah-olah merupakan pekerja yang dipersiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial sebagai agen khusus yang diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat miskin, khususnya keluarga miskin sebagai penerima bantuan sosial secara berkelanjutan.
Pendamping Sosial PKH sebagai perwujutan dari pekerja sosial harus mempunyai jiwa pengabdian sosial, kemauan, serta memiliki kemampuan dalam proses penyelenggaraan kesejahteraan sosial.
Pendamping Sosial PKH merupakan aktor utama dalam mempromosikan perubahan sosial bagi KPM. Secara garis besar ada 3 (tiga) hal cara yang sudah menjadi komitmen dan pedoman bersama bagi seluruh Pendamping Sosial PKH dalam mendukung perubahan sosial. Pertama mengenai pemenuhan kondisionalitas KPM PKH dalam mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dengan tujuan agar terbentuknya kemandirian KPM dalam mengakses pelayanan tersebut. Kedua, nelakukan pertemuan kelompok dalam format Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS), dimana kegiatan ini merupakan proses pembelajaran secara terstruktur untuk menciptakan perubahan perilaku KPM PKH. Ketiga, selain itu kegiatan P2K2 ini memiliki tujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnnya pendidikan, kesehatan, pengelolaan keuangan bagi keluarga, serta pentingnya kesejahteraan bagi lansia dan penyandang disabilitas berat.

Kemudian, membantu untuk memperoleh fasilitas layanan kesehatan bagi lansia dan
penyandang disabilitas berat.

Selain 3 kegiatan diatas, ada beberapa kegiatan tambahan yang tidak kalah penting untukdilaksanakan oleh Pendamping Sosial PKH, yaitu seperti memastikan bantuan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu dan melayani fasilitas penangan Sistem Pengaduan Masyarakat (SPM).









Tentang PKH



Program Keluarga Harapan (PKH) adalah Bantuan Langsung Bersyarat (Conditional Cash Transfer/CCT) yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan tujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan. PKH bertujuan untuk merubah mindset dan perilaku KPM agar berperan aktif dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan adanya pendidikan dan Kesehatan yang baik, diharapkan generasi penerus dapat bebas dari kemiskinan. Selain mendorong KPM untuk berperan dalam pendidikan dan kesehatan, persyaratan (pendidikan & kesehatan) yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM untuk jangka panjang. 

PKH diberikan kepada keluarga yang memenuhi minimal salah kriteria komponen sebagai berikut:
  • Ibu Hamil/Nifas
  • Balita kurang dari 6 Tahun
  • Anak SD/SMP/SMA
  • Anak Disabilitas Berat
  • Orang Tua Lansia diatas 70th




Syarat/Kewajiban Peserta PKH

-          Hadir di Fasilitas Kesehatan minimal 85%
-          Memeriksakan Kandungan ibu hamil atau memeriksakan dan imunisasi Balita di posyandu
(Jika Peserta PKH tidak melaksanakan kewajibannya, maka akan dikenakan sanksi)


Tujuan PKH
  • untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial;
  • mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan;
  • menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial; dan
  • mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar kelompok pendapatan.

Dengan adanya Pendidikan dan Kesehatan yang Baik dari Peserta PKH, maka dalam jangka panjang akan meningkatkan kualitas SDM, dimana hal itu dapat memutus mata rantai kemiskinan.


Dampak PKH
•Biaya paling efektif mengurangi kemiskinan
•Efektivitas paling tinggi menurunkan gini ratio

Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (enrollment rate) SD, SMP dan SMA



Kategori

Kategori