Agis, Putri dari KPM PKH Tembus Universitas dan Mendapat BIDIKMISI




Dulu,  sebenarnya ibu menghendaki agis masuk smk,  namun ia lebih memilih masuk sma.  Beliau berpikir bahwa ketika masuk smk,  akan lebih cepat dapat pekerjaan daripada teman yang sekolah di sma.  Wajar saja ibunya berpikir seperti itu,  karena disamping lebih cepat bekerja lebih cepat dapat uang untuk membiayai saya dan keluarga, keluarganya termasuk keluarga yang berkekurangan dari segi finansial tidak sanggup membiayai sekolah sma (waktu itu sma yang dikehendaki masih menerapkan pungutan spp).  Selain itu jika agis masuk sma,  pasti harus melanjutkan kuliah jika ingin bekerja dengan baik, karena hal tersebutlah orang tua lebih menganjurkannya masuk smk.

Namun agis bertekad keras,  keiinginan masuk sma karena ingin kuliah.  Ia tidak bermaksud menganggap smk buruk atau bagaimana,  namun dengan kuliah, ia percaya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi meski harus bekerja lebih keras. Ketetapan hatinya membawa  yakin dan mau berjuang untuk masuk sma.  Akhirnya orang tua mau tidak mau menyetujui masuk sma.  Agis punya suatu perjanjian pada mereka.  Bahwasanya tidak apa apa masuk sma,  tapi mereka tidak ingin dan tidak mau menguliahkan.  Awalnya sedih, namun juga sadar diri bahwa tidak baik memaksakan keinginan yang bertentangan dengan keadaan.  Ia pun mengambil resiko dengan masuk sma dan hanya berpositif thinking bahwa akan selalu ada jalan ketika ada usaha dan kemauan.  Jalani saja dulu. Melalui berbagai rangkaian penerimaan siswa baru,  akhirnya agis diterima sebagai siswa di sekolah menengah atas Negeri 1 Kota Batu.

Awal masuk sma,  sudah harus merancang apa saja yang harus dilakukan supaya bisa kuliah tanpa membebani orang tua dengan segala biaya kuliah yang besar. Ia pun mendapat info dari saudaranya yang baru saja lulus dari sma dan diterima di salah satu PTN favorit di Indonesia bahwa ada program dari Pemerintah bagi mereka yang ingin kuliah namun tidak perlu membayar sepeserpun. Program ini adalah program bidikmisi. Selanjutnya ia pun bertanya sebanyak banyaknya informasi kepada dia.  Setelah itu ia pun menghimpun berbagai syarat agar  bisa ikut bidikmisi,  ia mempersiapkan diri.  Bertekad harus aktif mengikuti berbagai macam lomba untuk menunjang persyaratan tersebut. Berbagai kegiatan diikuti misalnya, sebuah exschool study club math di sma.  Agis ikut ini karena tahu bahwa dengan ikut ini, tidak akan dikenakan biaya sepeserpun ketika lomba karena saya akan dianggap sebagai delegasi sma.

Sangat banyak lomba yang diikuti. Sebagian besar di bidang matematika namun banyak diantaranya yang membuatnya hanya mendapat sertifikat sebagai peserta. Seingatnya,  prestasi tertinggi adalah berhasil menjadi juara 2 osn matematika tingkat kota, namun gagal mewakili kota di propinsi,  lalu berhasil mendapat juara 1 olimpiade matematika ketika walikota cup, serta saya berhasil menjadi wakil rayon malang di tingkat nasional,  sebagai semi finalist olimpiade matematika its (omits)  namun  gagal. Agis dan partner hanya sanggup berada di posisi 13 padahal ada 10 grup yang lolos. Sekali dua kali saya mencoba lomba di bidang selain matematika, sesekali mendapat hasil yang menggembirakan. Salah satunya mendapat predikat excellent dan high destinction di lomba australian national chemistry quiz.

Agis merasa prestasi prestasi itu belum cukup, ingin masuk PTN lewat jalur bidikmisi dan snmptn. Alasanya  tidak ingin merepotkan orang tua dengan biaya kuliah dan biaya sbmptn apalagi mandiri.  Meski bidikmisi bisa menanggung jalur mandiri, namun sepengetahuan saya,  hanya sebagian yang ditanggung kemensos,  sebagian yang lain ditanggung sendiri.  Selain ikut banyak lomba, harus mempertahankan nilai rapor. Setidaknya setiap semester harua terus meningkat dan diatas 80. Sungguh mewujudkannya tidaklah mudah.  Alhamdulillah nya,  hal tersebut terwujud.  Memasuki kelas 3 sudah harus memutuskan kemana pilihan yang harus diambil.  Masa itu adalah masa yang paling membingungkan.  Di satu sisi masih bingung memilih prodi,  disisi lain ibu  terus menerus tidak menghendaki  masuk kuliah.  Padahal dengan jelas  berjanji bahwa agis tidak akan merepotkan mereka masalah biaya.

Dengan niat untuk menambah ilmu,  ia putuskan memilh statistika Universitas Brawijaya Malang,  jurusan matematika dan pendidikan.  Sedangkan jurusan Matematika Universitas Malang ketika mengisi snmptn.  Ketika teman - teman  bingung mendaftar sbm. Ia tidak memiliki fikiran sedikitpun untuk mendaftar, hanya sedang mengusahakan nilai un, usbn,  dan unbknya memuaskan. Jikalau nanti tidak diterima snmptn,  ia menyerah dengan keadaan.  Agis akan bekerja untuk satu tahun,  lalu akan mendaftar bidikmis dan sbm di tahun selanjutnya.

Ternyata Allah subhanahu wata'ala memberi jalan diterima  di statistika Universitas Brawijaya Malang.  Meski sudah mendaftar,  bidikmisi agis belum di acc.  Waktu itu saya masih bingung,  mengisi liburan sambil menunggu pengumuman bidikmisi, dengan mencari pekerjaan part time.  Akhirnya ia diberikan informasi bahwa ada casual di sebuah toko oleh oleh.  Akhirnua diterima masuk di toko itu.  Berpikir mungkin jika bidikmisi gagal,  ia akan melepaskan snmptn  dan hanya bekerja disitu untuk satu tahun saja. Namun beberapa waktu kemudian ada civitas ub yang melihat rumah dan meminta berkas - berkas yang diperlukan untuk melengkapi data diri sebagai penerima bidik misi. Setelah kedatangan civitas itu,  semakin takut apakah bidikmisi saya diterima atau tidak.  Beberapa waktu kemudian,  agis mendapat kabar bahwa bidikmisi diterima, tak terduga,  ibu pemilik toko juga menawari apakah  mau kuliah sambil kerja.  Spontan ia jawab iya.

Sungguh rencana Allah subhanahu wata'ala sangatlah indah dan selalu ada jalan bagi mereka yang ingin berusaha.  Orang tua yang awalnya tidak menyetujui untuk berkuliah,  mereka akhirnya mendoakan agar selalu diberikan kemudahan dalam segala hal.

Bidikmisi sangat membantu meraih impian yang terkadang ditertawakan orang. Bidikmisi membuka jalan bagi saya untuk menambah ilmu.  Bidiikmisi membentuk menjadi pribadi yang mengejar target,  bukan dikejar taget. Bidikmisi pula yang membuka jalan bagi agis untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi banyak orang untuk sekarang dan masa yang akan mendatang. Agis putri bu Simpen beralamat di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo. 

*Moch. Ferry Dwi Cahyono, Pekerja sosial supervisor PKH Kota Batu.


Home visit KPM PKH di Oro-Oro Ombo

Home visit KPM PKH di Oro-Oro Ombo

Home visit KPM PKH di Oro-Oro Ombo

Home visit ke KPM yang sedang sakit, awalnya lambung setelah sembuh sekarang kaki kanan sulit dibuat jalan. Ibu KPM berada di rumah bersama putra angkat semata, lokasi rumah di Oro-oro Ombo mendapatkan bedah rumah.

Ibu KPM berada di rumah bersama putra angkat semata, lokasi rumah di Oro-oro Ombo mendapatkan bedah rumah. Kondisi demikian tidak membuat anak yang selama ini mengasuh berkenan membersihkan, merawat ibu yang sedang sakit. 
Pertemuaan Peningkatan Kemampuan Keluarga di Pandanrejo

Pertemuaan Peningkatan Kemampuan Keluarga di Pandanrejo

Pertemuaan Peningkatan Kemampuan Keluarga di Pandanrejo

P2k2 di Pandanrejo dihadiri 18 peserta penerima manfaat. Pada kesempatan ini disampai bahasan mengatur keuangan ekonomi keluarga, membedakan praktik kebutuhan, keinginan, pendapatan dan pengeluaran juga bagaimana menabung secara rutin dengan menjelaskan manfaat menabung.
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Songgokerto

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Songgokerto

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Songgokerto



P2K2 dihadiri 20 penerima manfaat di rumah bu sriati Songgokerto. Pertemuan dipandu pendamping menyampaikan materi mengelola ekonomi Keluarga, di dalam bahasan menyangkut kebutuhan, pendapatan, pengeluaran, menabung, meskipun dalam suasana di luar hujan ibu-ibu kpm menikmati keceriaan, karena pengetahuan tersebut bermanfaat dalam rumah tangga mereka. Sisi lainnya adanya pembelajaran bahwa menabung juga penting sebagai bekal ketika ada kebutuhan mendadak. 
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di KPM PKH di Temas

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di KPM PKH di Temas

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di KPM PKH di Temas

P2k2 di Kelurahan Temas Kota Batu mengenai mengatur ekonomi keluarga dihadiri 18 kpm, dilanjutkan diskusi mengenai materi sesi 1 yang disampaikan. Kpm senang karena mendapatkan materi tersebut karena seperti sekolah, mendapatkan pengetahuan praktis mengenai mengatur pendapatan, mengelola pengeluaran berdasarkan skala prioritas membedakan antara kebutuhan dan keinginan. 
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Torongrejo

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Torongrejo

P2k2 di Torongrejo dihadiri 18 peserta penerima manfaat. Pada kesempatan ini disampai bahasan mengatur keuangan ekonomi keluarga, membedakan praktik kebutuhan, keinginan, pendapatan dan pengeluaran juga bagaimana menabung secara rutin dengan menjelaskan manfaat menabung. P2k2 juga dihadiri bapak - bapak merupakan apresiasi positif karena memberikan warna dan partisipasi pada kegiatan tersebut. 
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Jeding Kecamatan Junrejo

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Jeding Kecamatan Junrejo

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Jeding Kecamatan Junrejo

P2K2/FDS di dusun Jeding Kecamatan Junrejo Kota Batu. Peserta cukup antusias terhadap materi yang disampaikan mengenai cara mengatur keuangan keluarga, membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Menunda pengeluaran yang belum prioritas agar supaya kpm memahami salah satu cara memanajemen pendapatan dan pengeluaran agar supaya keuangan tertata dengan baik meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu. Dihadiri 13 an peserta dan 2 anak - anak membuat p2k2 menjadi perhatian tersendiri, karena juga dihadiri bapak-bapak. 
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Gunungsari

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS di Gunungsari

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga/FDS


Pertemuan penguatan kapasitas keluarga (p2k2) yang dilaksanakan di rumah kpm nama kelompok mandiri telah terlaksana di Gunungsari Jantur Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Kegiatan p2k2 dihadiri 23 peserta dan 4 anak - anak. Melalui kegiatan p2k2 mengenalkan pemahaman kepada penerima manfaat PKH dengan harapan mendorong penerima manfaat bisa merubah mindset mengenai cara mengatur keuangan keluarga. Salah satu peserta yang hadir juga ada yang bertanya mengenai kasus yang dihadapi putranya, selanjutnya akan kami lakukan home visit dan meng assessment mengenai kasus yang disampaikan oleh orangtuanya. Peserta cukup menikmati salah satu materi yang disampaikan dalam p2k2 yang diberikan pendamping Kecamatan Bumiaji.
Managemen Kasus Lansia Terlantar PKH

Managemen Kasus Lansia Terlantar PKH

Managemen Kasus Lansia Terlantar PKH

Home visit awal berdasarkan informasi dari salah satu pendamping PKH Kecamatan Bumiaji dan management kasus ke rumah lansia yang juga penerima manfaat PKH di dusun kungkuk desa punten jalan welirang Rt. 04 Rw. 6 Kota Batu. Sepasang lansia kondisinya mengkhawatirkan, karena tinggal berdua saja, salah satu lansia buta (suami) sementara istri (sakit) berbaring di tempat tidur. Putra angkat sudah berkeluarga dan hidup terpisah dengan orangtua tersebut. Selanjutnya Informasi tersebut dikonsultasikan ke kabid linjamsos dan dijejaringkan dengan kabid rehabsos, langkah berikutnya melakukan tracing ke lokasi lansia tinggal yang kondisinya memprihatinkan. Sebelum menuju lokasi tersebut Dinsos koordinasi dengan berangkat desa punten Kecamatan Bumiaji. Hasilnya, perangkat desa memanggil cucu, kasun serta disaksikan berangkat desa untuk memperhatikan kondisi lansia tersebut, mulai makan, kondisi kesehatan dan semacamnya. 
Selanjutnya dilakukan tracing penanganan kasus lansia dengan kondisi memprihatinkan , sepasang lansia satu kondisi buta dan istri sakit dengan berbaring penuh di tempat tidur. Koordinasi dengan perangkat desa oleh Dinsos baik kasi, kabid dengan intervensi yang dilakukan berhasil mendatangkan kasun, cucu. Anggota keluarga terdekat cucu diharapkan dengan mengetahui kondisi lansia yang memprihatinkan (kakek neneknya) dimaksimalkan perannya untuk merawat, memperhatikan kondisi kesehatan keduanya. Bahaya apabila kakek lansia dengan kondisi buta memasak dan atau menyalakan kompor gas dengan sense (meraba dan memperkirakan) saja, dikhawatirkan dengan kondisi yang serba terbatas menimbulkan bahaya baru. Di sisi lain anak angkat yang telah diasuh mulai kecil sudah tidak berapa di lokasi tinggal orang tua angkat karena telah berkeluarga meskipun beda lokasi tinggal juga jarang kunjungan ke orangtuanya yang telah buta dan sakit. Kondisi buta kakek lansia baru, sebelumnya masih bisa melihat, karena faktor usia. 
*Moch. Ferry Dwi Cahyono, S. Sos. Pekerja Sosial Supervisor PKH Kota Batu 
PETUNJUK PEMUTAKHIRAN DATA ONLINE

PETUNJUK PEMUTAKHIRAN DATA ONLINE

Berikut petunjuk pengisian pemutakhiran Data Online PKH Kota Batu:

1. Form dengan tanda bintang (*) wajib diisi.
2. Untuk "Form Ubah Data" Isi hanya pada bagian yang mengalami perubahan saja.
3. Untuk "Form Ubah Data" jika terdapat ART meninggal maka isian tanggal meninggal WAJIB DIISI.
4. Untuk "Tambah ART" jika terdapat ART baru maka isian tanggal lahir WAJIB DIISI.
5. Jangan khawatir terjadi pengentrian lebih dari satu kali, karena akan diperiksa dan diperbaiki APD Kota Batu.
6. Pemutakhiran data yang anda lakukan otomatis akan berpengaruh ke isian ART dan Pengurus, serta status kepesertaan di buku profil.

Kategori

Kategori