KPM PKH Semangat Audisi Reality Show Indosiar

Microfon Pelunas Utang hadir di Batu

Dinsos, 27 April 2018





Jum'at berkah siang bertempat di Dinsos Kota Batu berlangsung kegiatan menarik, yaitu microfon pelunas utang. Salah satu reality show Indosiar. Pekerja sosial bersama Pilar sosial PSM, TKSK juga salah satu Kabid Rehabsos hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan audisi dilaksanakan dua hari. Peserta berasal dari 3 Kecamatan yaitu Junrejo, Bumiaji dan Batu. Masing - masing kecamatan mengirim maksimal 5 peserta.Total ada 24 desa dan kelurahan.

Persyaratan peserta hanya membawa bukti utang dan jumlah, data diri lengkap, hadir audisi dan gratis. Apabila peserta lolos akan diajak ke studio Indosiar, semua pembiayaan ditanggung penyelenggara.

Ada moment yang membuat sedih waktu wawancara dengan peserta audisi yaitu anggota kpm PKH yang putranya disabilitas semenjak usia 7 bulan sampai sekarang (14 tahun). Tangis pewawancara dari Indosiar mendengar sejarah perjalanan putranya bapak ibu yang telah lansia kpm PKH Gunungsari Kecamatan Bumiaji.

Apabila peserta audisi tidak memenuhi kriteria, pihak Indosiar akan mengeliminasi. Artinya tidak sampai wawancara dan bernyanyi.

Kegiatan ini terselenggara tidak lepas dari peranan psm, tksk juga Dinsos Kota Batu. Kegiatan seperti ini bermanfaat secara langsung bagi gakin yang nemiliki utang agar lunas.

moch. ferry dwi cahyono
Pekerja sosial supervisor Kota Batu

P2K2 Menuju Perubahan Perilaku Positif

PKH FDS
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bersama Pendamping Menuju Pola Perilaku Positif Lebih Baik*
                                  
KPM Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji
Kegiatan bulanan pada sore hari dilaksanakan di salah satu rumah keluarga penerima manfaat (kpm) Program Keluarga Harapan (PKH). Secara umum kegiatan diawali dengan berdo’a kemudian pemberian materi Pertemuan Peningkatan Kemampuan (P2K2) modul “mengelola ekonomi keluarga dan merencanakan usaha”. Pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan atau P2K2 dimulai jam 16.00-17.45 WIB.
Selama kegiatan berlangsung peserta Pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan atau P2K2 cukup antusias, hal ini dapat dilihat ketika pendamping Bahagia Putra menyampaikan materi sudah ada yang bertanya. Semangat keluarga penerima manfaat (kpm) cukup diapresiasi positif mengingat materi tersebut cukup berguna bagi mereka. Setidaknya ada dua pertanyaan yang disampaikan kepada kpm PKH meskipun diluar materi yang direncanakan, pertama bagaimana pola pengasuhan yang tepat mengenai cara mengatur waktu misalnya istirahat bagi anak mengingat ada kebiasaan atau pola yang belum tepat cara mengatur waktu istirahat kedua, mengenai pola pengasuhan anak yang aktif dalam gerak setiap aktifitasnya perlu diawasi secara maksimal agar harapan anak ketika bermain dipastikan aman sehingga tidak berbahaya. Secara keseluruhan kedua pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan cukup baik selain masukan dari ibu - ibu KPM PKH lainnya yang hadir.
Peserta 18 KPM PKH yang hadir hampir 100%. Bagi yang tidak hadir atau ijin pulang terlebih dahulu karena kondisi kesehatan sedang tidak baik. Harapan dalam pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)  pertama, ke depannya ibu-ibu KPM perlu mencatat materi yang disampaikan pendamping Bahagia Putra sebagai pengingat materi yang disampaikan juga bisa ditelaah ulang sampai di rumah, kedua KPM bisa mempraktikkan materi tersebut secara perlahan sesuai kemampuan KPM, ketiga pendampingan secara simultan melalui home visit ketika ada KPM yang memiliki masalah.
Pertemuan Peningkatan Kemampuan (P2K2) merupakan sekolah Program Keluarga Harapan yang bermanfaat, karena materi yang diberikan bersentuhan langsung dengan praktik kehidupan keluarga. Materi yang diberikan mudah diterima dengan bahasa mereka, ditutup dengan do’a diakhir kegiatan.

*Moch. Ferry Dwi Cahyono, Pekerja sosial supervisor



"Success Story" Agis Wahyu Lestari



Putri KPM PKH dampingan Indra Yuniarti Kecamatan Junrejo tembus Universitas Brawijaya. Selama sekolah Agis bisa merasakan manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), kendala biaya bisa tereduksi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) , kondisi demikian membuat Agis terpacu untuk meraih pendidikan lebih baik demi masa depan diri dan keluarga. Kegigihan dan semangat belajar mengantarkan Agis meraih jenjang pendidikan perguruan tinggi negeri favorit di Kota Malang. 

Biori Pekerja Sosial Supervisor




Bimbingan dan Orientasi Pekerja Sosial Supervisor*

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Dalam pelaksanaanya, Program Keluarga Harapan (PKH) memerlukan seorang pendamping yang mampu mengemban tugas fasilitasi, advokasi, motivasi dan mediasi bagi Keluarga penerima Manfaat (KPM) PKH. Sebagian besar KPM PKH tidak memiliki kekuatan apapun, tidak memiliki suara dan kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka yang sesungguhnya. Untuk itulah kehadiran dan peran pendamping PKH sangat diperlukan.

Untuk mensukseskan program Program Keluarga Harapan diperlukan adanya pendampingan yang berkelanjutan. Pendampingan ini sangat penting karena (a) PKH merupakan salah satu cikal bakal sistem perlindungan sosial bagi KPM PKH yang dilakukan secara berkelanjutan; (b) pendampingan memberikan ruang tanpa batas bagi penerima program untuk dapat saling belajar dan bertanggung jawab atas komitmen yang telah disepakati; (c) memperkuat modal sosial bagi KPM PKH terutama dibidang pendidikan dan kesehatan.

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) merupakan salah satu kegiatan utama dalam mengembangkan kemampuan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan anak, disabilitas dan usia lanjut. metode pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (Andragogy) diharapkan mampu untuk memberikan pemahaman kepada KPM dalam merubah pola pikir dan perilakunya. Oleh karena itu, seorang Pendamping PKH harus dibekali kemampuan memfasilitasi materi - materi FDS agar dapat memberikan pesan penting dalam rangka pengembangan kemampuan keluarga tersebut. Pembekalan tekni pekerja sosial supervisor PKH dalam monitoring dan evaluasi (P2K2), Management kasus.

Supervisi menjadi sangat penting dalam menjamin terlaksananya program PKH yang berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan supervisor yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka memfasilitasi hal tersebut Kementerian Sosial melalui Direktorat Jaminan Sosial dan Keluarga menyelenggarakan bimbingan orientasi, pengembangan dan pelatihan untuk para Pekerja Sosial supervisor dalam pelaksanaan P2K2/FDS, sehingga dihasilkan SDM Supervisor secara cepat, tepat dan efisien. Agar pelaksanaan supervisi terselenggara dengan baik dan terstandar, diperlukan pedoman umum supervisi pekerja sosial P2K2/FDS dalam PKH.


Kegiatan Bimbingan Orientasi Pekerja Sosial Supervisor Angkatan I Tahun 2018 ini diselenggarakan pada :Minggu - rabu, di Hotel Golden Boutique Jakarta Pusat.

Bentuk Pengajaran dalam Bimbingan Orientasi Pekeja Sosial dalam menerapkan Monev FDS, Menagement Kasus, Penagangapan Pengaduan Masyarakat adapun bentuk yang diterapkan adalah :

a.    Kelas Besar

Metode pada kelas besar adalah ceramah, simulasi materi secara lengkap terkait modul dan sesi pengajaran. Simulasi di Fasilitasi oleh Fasilitator dan peserta berperan aktif dalam pembasan management kasus. Dimulai dengan penjelasan Pengetahuan dan Kebijakan PKH, Mekanisme supervisi hingga Peran pekerja sosial supervisor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pekerja sosial supervisor dalam monev FDS dan management kasus baik kasus terhadap anak, disabilitas, kesejahteraan lansia dan lain sebagainya.

Metode Pendidikan dan Bimbingan Orientasi Pekerja Sosial Angkatan I mengacu pada standart kode etik pekerja sosial. Kegiatan Biori ini difasilitasi oleh para praktisi dari beberapa perguruan tinggi lain seperti STKS, UI, UNPAD, adapun materi yang disampaikan sebagai berikut;

No.
Materi
Pemateri
1.
Kebijakan PKH TH. 2018
Dirjen Jaminan Sosial


Keluarga
2.
Mekanisme Pelaksanaan PKH
Direktur Jaminan Sosial


Keluarga
3.
Struktur dan Fungsi Pekerja Sosial Supervisor
Fasilitator

PKH

4.
Peran Pekerja Sosial Supervisor PKH
Fasilitator
5.
Penilaian Kinerja Pekerja Sosial PKH
Fasilitator


Berdasarkan pembelajaran bersama dalam kegiatan biori, dapat dihasilkan beberapa kesepahaman bersama untuk menjalankan tugas dan fungsi pekerja sosial supervisor antara lain 1) Supervisor melakukan monev kegiatan P2K2 secara berkala (terencana, terukur, tepat sasaran) dengan menyesuaikan dengan keadaan yang ada diwilayah, 2) Supervisor menjadwalkan supervisi secara terencana baik supervisi indiviual, supervisi kelompok dan supervisi team, 3) Membangun iklim kerja yang positif dan lebih baik dengan SDM PKH & koordinasi antar stakeholder (Dinsos, PPA, BNN) dan lembaga lainnya. 4) Supervisor melakukan “Case Management” atau management penanganan kasus secara baik terhadap klien sesuai dengan kode etik pekerja sosial 5) Supervisi juga harus meningkatkan kapasitas dirinya agar dapat memberikan dukungan terbaik bagi para pendamping. Adapun peran pekerja sosial supervisor seperti complain Handling, Media dalam promosi juga dilakukan dengan kewaspadaan dalam menyaring infomasi yang masuk dan memastikan adanya penyelesaian masalah yang baik bagi KPM.
Peran pekerja sosial supervisor sangat strategis dalam PKH, diharapkan ada perubaha secara berkala pada P2K2, selain itu di mampu berjejaring dengan stakeholder dalam penanganan kasus serta mampu memaksimalkan media sebagai alat bantu untuk mempromosikan keberhasilan yang pernah dicapai.


Moch. Ferry Dwi Cahyono, Pekerja Sosial Supervisor 

Pelatihan Membuat Kue Bagi Gakin dan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan

Pelatihan Membuat Kue Bagi Gakin dan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan*

   






   




Pelatihan Ketrampilan Berusaha Bagi Keluarga Miskin (Gakin) dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH merupakan program yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kota Batu dari bidang Perlindungan, dan Jaminan Sosial. Program membuat kue diinisiasi oleh Dinsos mengingat Kota Batu salah satu destinas iwisata di JawaTimur yang cukup terkenal. Harapan Dinsos bias memberdayakan keluarga miskin untuk berusaha secara mandiri melalui unit usaha dengan membuat kue.
Narasumber dihadirkan langsung dari praktisi usaha Kota Batu yaitu Avida Laily. Avida Laily merupakan salah satu pengusaha kue yang cukup ahli yang terkenal dengan brownies coklat dan semacamnya. Beliu ditunjuk Dinsos sebagai salah satu narasumber pelatihan membuat kue untuk keluarg miskin dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan.
Pemateri menyampikan bahan yang digunakan berasal dari organik dan proses pembuatan cukup cepat selain itu bahan mudah didapatkan. Penyampaian materi membuat kue diberikan diawal forum pelatihan kemudian dilanjutkan praktek mulai dari menyusun bahan, mengolah bahan sampai pembuatan kue melalui media praktek yang telah disediakan oleh panitia. Praktik pelatihan awal ialah membuat kue iris coklat, dengan bahan pmbuatan diantaranya tepung terigu, mentega, kuning telur ayam, susu dan gula. Kue tersebut dibuat karena pengerjaan mudah dan penjualan cukup bagus karena respon pasar cukup banyak diminati.
Peserta pelatihan membuat kue diambilkan dari Kelurahan Temas, Desa Gunungsari, Desa Mojorejo, Junrejo, dan Desa Sumberejo sebanyak delapan puluh peserta perwakilan penerima manfaat Program Keluarga Harapan dibagi menjadi enam kelompok.                                                              Kegiatan pelatihan dihadiri Kasi Afi dan Kabid Linjamsos Lilik Fariha, pendamping Kecamatan Junrejo, Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji.
Secara keseluruhan peserta sangat antusias dalam praktik pembuatan kue. Peserta tidak sedikit yang menanyakan setiap tahap dalam pembuatan kue. Bahkan tidak berhenti di pembuatan kue, informasi mengenai pasar dan semacamnya pun diberikan oleh narasumber. Peserta menanyakan bahan- bahan olahan kue yang dipraktikkan, termasuk kategori mudh didapatkan dan proses pengerjaan cepat. Manfaat bagi peserta diantarannya narasumber berkenan membagikan ilmu dan praktik membuat kue yang bisa digunakan sebagai salah satu referensi produk unit usaha bersama ekonomi kelompok dan respon penjualan di pasar cukup baik.
Pelaksanaan pelatihan selama dua hari 12  13 April 2018 bertempat di Apple Sun Kecamatan Bumiaji. Applesun Learning Centre merupakan anggota dari Kaliwatu Grup yang menyediakan tempat khusus untuk pengembangan program outbond, baik dari segmen pendidikan, perusahaan, maupun family.

*Pekerja Sosial Supervisor Kota Batu Jawa Timur - Moch. Ferry Dwi Cahyono, S. Sos.

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Mengelola Keuangan dan Merencanakan Usaha

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Mengelola Keuangan dan Merencanakan Usaha

Balai Desa Tlekung



Lokasi pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlangsung di Balai Desa Tlekung Kecamatan Junrejo. Pertemuan tersebut dihadiri 28 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.

Kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan  keluarga dipandu oleh pendamping Kecamatan Junrejo Chychy Arnellita I.Y. pesertanya sebagian besar ibu-ibu dan satu bapak keluarga penerima manfaat Program Harapan.

Pelaksanaan kegiatan pertemuan tersebut dilaksanakan sore hari 15.00 - 17.00 WIB. Nama kelompok Balai Desa Tlekung termasuk kelompok besar.

Materi yang disampaikan Mengelola Usaha dan Merencanakan Usaha. Sesi yang disampaikan Mengelola Keuangan Keluarga, Cermat Meminjam dan Menabung dibagi dalam dua kelompok.

Selama pelaksanaan diskusi dilakukan tanya jawab antar penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Pendamping Chychy memandu pertemuan peningkatan kemampuan keluarga mengawali memberikan materi baru setelahnya dilaksanakan pembahasan melalui diskusi kelompok.

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga oleh Pendamping

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga oleh Pendamping

Temas, Sabtu 21 April 2018






Kegiatan yang dihadiri 13 KPM PKH mulai pukul 16.00 - 17.45 WIB tersebut merupakan pertemuan rutin bulanan. P2K2 pada kesempatan sore hari ini pendamping Kecamatan Batu Erma Yustina menyampaikan materi mengelola ekonomi keluarga dan merencanakan usaha.

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga atau disingkat p2k2 cukup menarik antusias KPM PKH, karena mulai awal penyampaian oleh pendamping sudah banyak yang mengajukan pertanyaan dan didiskusikan bersama. Materi yang disampaikan pada sesi tersebut menekankan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, juga menanamkan menabung untuk kebutuhan mendatang dan menggunakannya sewaktu ada keperluan yang sifatnya mendesak.

Keseluruhan kpm jika hadir keseluruhan berjumlah lima belas, dua tidak hadir karena ada keperluan. Peserta ditekankan untuk hadir setiap pertemuan bulanan atau selanjutnya disebut P2K2. Mengingat Informasi yang disampaikan pendamping diperlukan dalam kehidupan.

Selama kegiatan P2K2 setidaknya ada tiga pertanyaan yang disampaikan ke pendamping Kecamatan Batu Erma Yustina, dan dijawab dengan baik. Pendamping memberikan motivasi mengenai materi yang diberikan mengingat ekonomi adalah salah satu bagian penting dalam rumah tangga.

Pekerja sosial supervisor PKH 

Kategori

Kategori