Biori Pekerja Sosial Supervisor




Bimbingan dan Orientasi Pekerja Sosial Supervisor*

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program yang memberikan bantuan tunai bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Dalam pelaksanaanya, Program Keluarga Harapan (PKH) memerlukan seorang pendamping yang mampu mengemban tugas fasilitasi, advokasi, motivasi dan mediasi bagi Keluarga penerima Manfaat (KPM) PKH. Sebagian besar KPM PKH tidak memiliki kekuatan apapun, tidak memiliki suara dan kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka yang sesungguhnya. Untuk itulah kehadiran dan peran pendamping PKH sangat diperlukan.

Untuk mensukseskan program Program Keluarga Harapan diperlukan adanya pendampingan yang berkelanjutan. Pendampingan ini sangat penting karena (a) PKH merupakan salah satu cikal bakal sistem perlindungan sosial bagi KPM PKH yang dilakukan secara berkelanjutan; (b) pendampingan memberikan ruang tanpa batas bagi penerima program untuk dapat saling belajar dan bertanggung jawab atas komitmen yang telah disepakati; (c) memperkuat modal sosial bagi KPM PKH terutama dibidang pendidikan dan kesehatan.

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) merupakan salah satu kegiatan utama dalam mengembangkan kemampuan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan anak, disabilitas dan usia lanjut. metode pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (Andragogy) diharapkan mampu untuk memberikan pemahaman kepada KPM dalam merubah pola pikir dan perilakunya. Oleh karena itu, seorang Pendamping PKH harus dibekali kemampuan memfasilitasi materi - materi FDS agar dapat memberikan pesan penting dalam rangka pengembangan kemampuan keluarga tersebut. Pembekalan tekni pekerja sosial supervisor PKH dalam monitoring dan evaluasi (P2K2), Management kasus.

Supervisi menjadi sangat penting dalam menjamin terlaksananya program PKH yang berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan supervisor yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka memfasilitasi hal tersebut Kementerian Sosial melalui Direktorat Jaminan Sosial dan Keluarga menyelenggarakan bimbingan orientasi, pengembangan dan pelatihan untuk para Pekerja Sosial supervisor dalam pelaksanaan P2K2/FDS, sehingga dihasilkan SDM Supervisor secara cepat, tepat dan efisien. Agar pelaksanaan supervisi terselenggara dengan baik dan terstandar, diperlukan pedoman umum supervisi pekerja sosial P2K2/FDS dalam PKH.


Kegiatan Bimbingan Orientasi Pekerja Sosial Supervisor Angkatan I Tahun 2018 ini diselenggarakan pada :Minggu - rabu, di Hotel Golden Boutique Jakarta Pusat.

Bentuk Pengajaran dalam Bimbingan Orientasi Pekeja Sosial dalam menerapkan Monev FDS, Menagement Kasus, Penagangapan Pengaduan Masyarakat adapun bentuk yang diterapkan adalah :

a.    Kelas Besar

Metode pada kelas besar adalah ceramah, simulasi materi secara lengkap terkait modul dan sesi pengajaran. Simulasi di Fasilitasi oleh Fasilitator dan peserta berperan aktif dalam pembasan management kasus. Dimulai dengan penjelasan Pengetahuan dan Kebijakan PKH, Mekanisme supervisi hingga Peran pekerja sosial supervisor. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pekerja sosial supervisor dalam monev FDS dan management kasus baik kasus terhadap anak, disabilitas, kesejahteraan lansia dan lain sebagainya.

Metode Pendidikan dan Bimbingan Orientasi Pekerja Sosial Angkatan I mengacu pada standart kode etik pekerja sosial. Kegiatan Biori ini difasilitasi oleh para praktisi dari beberapa perguruan tinggi lain seperti STKS, UI, UNPAD, adapun materi yang disampaikan sebagai berikut;

No.
Materi
Pemateri
1.
Kebijakan PKH TH. 2018
Dirjen Jaminan Sosial


Keluarga
2.
Mekanisme Pelaksanaan PKH
Direktur Jaminan Sosial


Keluarga
3.
Struktur dan Fungsi Pekerja Sosial Supervisor
Fasilitator

PKH

4.
Peran Pekerja Sosial Supervisor PKH
Fasilitator
5.
Penilaian Kinerja Pekerja Sosial PKH
Fasilitator


Berdasarkan pembelajaran bersama dalam kegiatan biori, dapat dihasilkan beberapa kesepahaman bersama untuk menjalankan tugas dan fungsi pekerja sosial supervisor antara lain 1) Supervisor melakukan monev kegiatan P2K2 secara berkala (terencana, terukur, tepat sasaran) dengan menyesuaikan dengan keadaan yang ada diwilayah, 2) Supervisor menjadwalkan supervisi secara terencana baik supervisi indiviual, supervisi kelompok dan supervisi team, 3) Membangun iklim kerja yang positif dan lebih baik dengan SDM PKH & koordinasi antar stakeholder (Dinsos, PPA, BNN) dan lembaga lainnya. 4) Supervisor melakukan “Case Management” atau management penanganan kasus secara baik terhadap klien sesuai dengan kode etik pekerja sosial 5) Supervisi juga harus meningkatkan kapasitas dirinya agar dapat memberikan dukungan terbaik bagi para pendamping. Adapun peran pekerja sosial supervisor seperti complain Handling, Media dalam promosi juga dilakukan dengan kewaspadaan dalam menyaring infomasi yang masuk dan memastikan adanya penyelesaian masalah yang baik bagi KPM.
Peran pekerja sosial supervisor sangat strategis dalam PKH, diharapkan ada perubaha secara berkala pada P2K2, selain itu di mampu berjejaring dengan stakeholder dalam penanganan kasus serta mampu memaksimalkan media sebagai alat bantu untuk mempromosikan keberhasilan yang pernah dicapai.


Moch. Ferry Dwi Cahyono, Pekerja Sosial Supervisor 


EmoticonEmoticon