Reportase PBL P2K2/FDS Kelompok 2

Reportase PBL










Nambangan RW 19
Rejowinangun Utara
KPM rumah Rina
Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang 

Hal baik yang terjadi :
1. Jumlah KPM lengkap 10 peserta
2. Fokus memperhatikan Fasilitator
3. Tiap kelompok penerima manfaat semua merespon, bisa mengikuti
4. Partisipasi dalam P2K2 aktif
5. KPM menerima materi aktif
6. KPM antusias
7. Keberanian KPM memulai usaha
8. KPM fokus mengikuti materi

Inovasi/kreatifitas/improvisasi
1. Permainan/ice breaking
2. Saling mengingatkan

Tantangan
1. KPM kritis
2. KPM ada yang tidak terima klo pendapatnya ada yang salah
3. KPM aktif

Pertanyaan KPM
1. KPM pertanyaan kritis
2. Keinginan bisa ditunda namun hajatan tetangga banyak

Pendapat KPM tentang sesi ini
1. Pelaksanaan berat namun materi menarik
2. Diskusi berlangsung baik, belum bertanya sudah mampu menginisiasi pernyataan

Pekerja sosial supervisor
PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pengarahan P2K2 Badiklit Kemsos RI





Pengarahan P2K2 Badiklit Kemsos RI di B2P2 Kesos
Kampus 2, Jl. Veteran No. 8 Yogyakarta
Dr. Hasyim


Diimplementasikan diklat pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) untuk memaksimalkan sumber daya manusia Program Keluarga Harapan untuk kegiatan pertemuan bulanan keluarga penerima manfaat.

Kaitan antara modul satu dengan lainnya berhubungan erat, misal modul pendidikan dan pengasuhan anak untuk memaksimalkan generasi mendatang dari aspek pendidikan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan menjadi lebih baik.

P2K2 sebagai kunci keberhasilan Program Keluarga Harapan. Tujuan dari P2K2 (pertemuan peningkatan kemampuan keluarga) bagi keluarga penerima manfaat pertama, memperbaiki pola pikir, kedua pengembangan sumber daya manusia, ketiga merubah mindset, keempat generasi mendatang lebih baik masa depannya. Indeks sumber daya manusia, baik aspek pendidikan, ekonomi lebih baik salah satunya melalui P2K2. SDM professional, kompeten bisa dimaksimalkan melalui diklat. 

Akhir penyampaian materi pengarahan  P2K2 juga disampaikan  manfaat sertifikasi menjadi bagian penting bagi sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan. 

Pekerja sosial supervisor
 PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Review Diklat FDS/P2K2 (Part 3)








1. Managemen waktu perlu diperhatikan
2. Yel untuk memberi sangat
3. Pendalaman materi diperhatikan
4. Setiap langkah dibaca
5. Peralatan disiapkan mandiri
6. Hindari tunjuk langsung ke peserta
7. Memandu peserta
8. Pembukaan berlaku dalam satu sesi pembagian kelompok
9. Mencermati modul
10. Ungkapan bisa membahagiakan peserta
11. Perlu review ulang
12. Jeli dalam menghitung disesuaikan simulasi penyusunan anggaran 
13. Mengarahkan inti materi antara kebutuhan, keinginan

Pekerja sosial supervisor Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Diklat FDS/P2K2 (part 2)





Pelatihan di hari kedua Selasa 28 Agustus 2018 diberikan materi modul 1 pengasuhan dan pendidikan anak. Jumlah peserta dalam 1 kelompok berjumlah 15 peserta dari PPKH Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Modul pengasuhan dan pendidikan anak bagian penting dalam pelaksanaan praktik di rumah oleh keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Generasi bangsa estafetnya dimulai dari rumah tanggal sebagai bagian komponen terkecil sumber data manusia. Kedua orang tua mengambil andil dalam pembentukan karakter anak.

Materi tersebut diatas terdiri dari empat sesi, pertama menjadi orang tua lebih baik, kedua memahami perilaku anak, ketiga memahami cara anak usia dini belajar, dan keempat membantu sukses anak di rumah. Fasilitator pertama diberikan kepada peserta diklat secara urut baik penyampaian serta waktu dalam pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. Salam PKH.

Pekerja sosial supervisor 
PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Praktik Belajar Lapangan FDS/P2K2 Magelang












Praktik belajar Lapangan merupakan kelanjutan dari pembekalan materi pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) modul pengasuhan dan pendidikan anak mulai sesi menjadi orangtua lebih baik, memahami perilaku anak, memahami cara anak usia dini belajar dan membantu anak sukses di sekolah.

Pagi cerah itu di ruangan aula dilakukan pembukaan terlebih dahulu mulai jam 08.00 sampai 09.00 WIB juga dihadiri kelompok 1-4 angkatan 9 dan 10. Setiap kelompok terdiri dari 15 peserta.

Siang menuju sore dilakukan review dan evaluasi modul 1 pengasuhan dan pendidikan anak oleh masking Fasilitator dipimpin Uji Hartono selaku ketua. Hadir pula Fasilitator Bambang TJ, dan Heru dari B2P2 Kesos Yogyakarta.

Berikut ringkasan review :
Pertanyaan KPM variatif, KPM masih semangat, KPM terlambat, ada kelelahan di sesi kedua. Kelompok 4

Kelompok 1
KPM hadir tepat waktu
KPM tertib mendengarkan materi
KPM mengikuti instruksi pendamping
KPM menjawab pertanyaan pendamping

Inovasi
KPM diajak bernyanyi, ice breaking

Pertanyaan KPM
Tidak ada 

Kelompok 3
Hal baik
KPM antusias
KPM aktif
KPM datang duluan
KPM mau praktik di rumah

Inovasi
Ada ice breaking
Penyaji aktif menyampaikan pertanyaan
Penyaji menyajikan inovasi

Tantangan
Ada KPM yang membawa bayi
KPM asing dengan istilah p2k2
KPM jenuh

Kelompok 2
Hal baik :
KPM aktif
KPM mampu menanggapi materi
Inovasi kreatif

Tantangan :
Penguasaan materi peserta yang aktif
Konsentrasi berkurang
Ada anak KPM sering merengek
KPM bertanya lagi

Pertanyaan :
Menariketiap 

Pertanyaan KPM variatif, KPM masih semangat, KPM terlambat, ada kelelahan di sesi kedua. Kelompok 4

Kelompok 1
KPM hadir tepat waktu
KPM tertib mendengarkan materi
KPM mengikuti instruksi pendamping
KPM menjawab pertanyaan pendamping

Inovasi
KPM diajak bernyanyi, ice breaking

Pertanyaan KPM
Tidak ada 

Kelompok 3
Hal baik
KPM antusias
KPM aktif
KPM datang duluan
KPM mau praktik di rumah

Inovasi
Ada ice breaking
Penyaji aktif menyampaikan pertanyaan
Penyaji menyajikan inovasi

Tantangan
Ada KPM yang membawa bayi
KPM asing dengan istilah p2k2
KPM jenuh

Kelompok 2
Hal baik :
KPM aktif
KPM mampu menanggapi materi
Inovasi kreatif

Tantangan :
Penguasaan materi peserta yang aktif
Konsentrasi berkurang
Ada anak KPM sering merengek
KPM bertanya lagi

Pertanyaan :
Menarik

Pekerja sosial supervisor PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono


Diklat FDS (Part 1)


Senin, 27 Agustus 2018
Lokasi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta
Kampus 2 Jl. Veteran No. 8 Yogyakarta

Peningkatan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia pelaksanaan Program Keluarga Harapan salah satunya dengan diadakan diklat.
Pelaksanaan dilakukan secara menyeluruh total selama 12 hari dimulai 27 Agustus - 7 September 2018 di BBPPKS Yogyakarta. Fasilitator kegiatan tersebut ialah widyaiswara. Peserta yang diundang mulai pendamping, Korkab/korkot sampai pekerja Sosial supervisor berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada hari pertama diselenggarakan pengarahan program selama 1 jam, sampai dilakukan pembukaan oleh Kabadiklit Kemensos RI bertempat di kampus 1 Purwomartani, Kalasan Sleman Yogyakarta.

Pekerja Sosial Supervisor PKH Kota Batu,
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Rakord Penulisan Buku Pekerjaan Sosial




Sabtu, 25 September 2018
Lokasi Insafh (Indonesia Safe House) Kota Malang
Pukul 10.00 - 14.30 WIB

Pertemuan dan koordinasi berlangsung mulai pagi hingga siang. Pembahasan tersebut dihadiri Direktur Intrans Publishing Kota Malang Lutfi J. Kurniawan, teman - teman profesi peksos dengan latar belakang setting yang beragam juga tentor berpengalaman di bidang penulisan buku. Peserta pekerja sosial dan tenaga kesejahteraan sosial hadir dari perwakilan Kabupaten Jombang, Ponorogo, Kota Batu, Sidoarjo dan Kota Malang juga Kabupaten Malang. Moment tersebut diselenggarakan untuk memperkuat konsolidasi dan memikirkan karya nyata sumbangsih profesi pekerjaan sosial dalam bentuk buku yang bisa dijadikan bacaan dan referensi baik praktisi pekerjaan sosial maupun akademisi dalam prodi kesejahteraan sosial di Universitas. 

Pekerja Sosial Supervisor PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono


P2K2 Membantu Anak Sukses di Sekolah

Cara Membantu Anak Sukses di Sekolah

Membantu anak sukses di sekolah


Alokasi waktu 20 menit
1. Mengetahui berbagai cara untuk membantu anak sukses di sekolah
2. Mengetahui cara untuk membantu anak dalam mengutarakan pendapatnya

Ketrampilan untuk mengungkapkan pendapatnya diperlukan agar lebih sukses di sekolah dan agar anak dapat lebih dihargai oleh orang - orang di sekitarnya

Mengatasi anak yang tidak mau bersekolah
Alokasi waktu 25 menit
1. Mampu mengidentifikasi penyebab anak tidak mau sekolah
2. Mampu mengatasi masalah-masalah tersebut

Penutup
Alokasi waktu 15 menit
Kesimpulan
1. Mendapat pesan penting dan kesimpulan dari sesi ini
2. Menentukan praktik pengasuhan baru yang akan dilakukan di rumah
3. Mengingat kembali pesan - pesan penting dari keseluruhan sesi pendidikan dan pengasuhan anak
4. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain dan belajar, menempuh pendidikan demi kesuksesan mereka di masa depan
5. Praktik kan materi di rumah

Tutup pertemuan dengan mengucapkan terima kasih atas kesediaan orangtua untuk hadir dan mengikuti sesi ini. Berikan motivasi agar mereka mau mencoba.

P2K2 Beji Kecamatan Junrejo

Senin, 20 Agustus 2018
Lokasi, Keluarga Penerima Manfaat b Jumani Beji Kecamatan Junrejo 
Pendamping Chychy A. I. Y
Modul Pengasuhan Anak di Rumah
Memahami Cara Anak Usia Dini Bermain. Pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dimulai pukul 15.00 - 16.30 WIB. Dihadiri lebih dari 12 keluarga penerima manfaat.
Manfaat bermain bagi anak cukup penting baik aspek bahasa, emosi, sosial, sampai fisik. Sementara pendidikan anak usia dini bermanfaat untuk mempersiapkan anak dalam menempuh ke jenjang berikutnya, juga bersosialisasi dengan teman sebaya. SIP PKH.

Pekerja sosial supervisor Kota Batu
Moch. Ferry D. C.




P2K2 KPM di Dusun Jeding Kecamatan Junrejo Kota Batu

Lokasi Dusun Jeding Kecamatan Junrejo Kota Batu pendamping Indra Yuniarti.
Pukul 11.00 - 13.00 WIB
Kamis, 16 Agustus 2018







Permasalahan pengasuhan anak bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebaik - baik anak sangat diwarnai peranan orangtua dalam pengasuhan.
Sebelumnya membahas kelompok usaha bersama, data anak sekolah juga disertai bukti, informasi bantuan sosial BPNT dan PKH yang telah cair, penggalangan donasi untuk saudara - saudara yang mengalami musibah gempa di NTB juga disampaikan dalam pengantar sebelum pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2).

Mencatat materi memahami anak usia dini bermain penting untuk mengingat apa yang disampaikan pendamping. Selanjutnya mengingat materi yang disampaikan sebelumnya. Dihadiri 11 KPM PKH.

Pekerja Sosial Supervisor Kota Batu
Moch. Ferry D. C.

P2K2 KPM PKH Rejoso Kecamatan Junrejo


Monitoring pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) di rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Sundariyah di jalan Simpang Trunojoyo RT.01 RW. 09 Rejoso Kecamatan Junrejo dihadiri 33 baik KPM baru maupun lama.             Pertemuan bulanan tersebut diisi materi modul Pengasuhan Anak di rumah sesi Memahami Anak Usia Dini Bermain. Acara dimulai jam 15.00 - 17.00 WIB. Materi tersebut dipandu Indra Yuniarti sebagai pendamping Kecamatan Junrejo dengan membagi dalam diskusi kelompok sebanyak dua. Harapan materi tersebut disampaikan pertama memaksimalkan tumbuh kembang anak, kedua mengurangi sikap negatif atau buruk anak, ketiga menyiapkan anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sebaya dan lebih siap untuk belajar di jenjang berikutnya. Salam PKH.

Meneladani Bahasa




Meneladani Bahasa Ahsan Rasulullah Dalam Mendidik Anak

Bahasa ahsan adalah bahasa yang sopan dan halus.

Bahasa sopan adalah bahasa yang baik. Bahasa yang di dalamnya penuh adab ketika digunakan.

Sedangkan bahasa halus adalah bahasa yang indah dalam menggunakan bahasa tersebut.

Sehingga yang mendengar akan mudah memahami dan terkesan dengan makna yang dipilih.

Dari pengertian diatas kita akan telusuri bagaimana Nabi menggunakan bahasa ahsan dalam mendidik anak.

Sehingga kita bisa mencontoh bahasa Nabi dalam  mempengaruhi rasa dan menggerakan akal manusia.

Mempengaruhi yang buruk menjadi baik.

Mempengaruhi yang membenci jadi mencintai.

Bagaimana bentuk-bentuk bahasa ahsan tersebut berikut sedikit contohnya semoga menginspirasi.

🌸Bahasa ahsan Rasul dalam menajarkan kalimat tauhid.
Mengajarkan tentang kalimat tauhid. لا اله الاالله

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman).

Lihat bagaimana Rasul meminta kita mengajarkan kalimat tauhid. Bukan ayo bacakan لا اله الاالله. Tapi dengan kalimat, "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali denan kalimat Lailaha illlaallah."

Mempengaruhi perasaan dan menancap di akal.

🌸Bahasa ahsan Rasul dalam mengajarkan puasa ke anak-anak.

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami (Rasul)  menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bagaimana Rasul memerintahkan berpuasa kepada anak dengan menyenangkan. Memberi mainan berupa kain perca.

🌸Bahasa ahsan Rasul dalam mengajarkan tentang aurat dan pakaian seorang wanita.

Diriwayatkan dari Aisyah ra: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan kondisi ia berpakaian pendek, maka berpalinglah Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan telapak tanganya.

Lihat bagaimana Rasul menegur Asma' ketika terlihat auratnya dan mengajarkan harus mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

Bukan, hei nak, itu dosa besar kamu masuk neraka. Tapi dengan kalimat. Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan telapak tanganya.

Kalimatnya santun, indah. Membuat yang mendengar terkesan dengan kata-katanya. Mempengaruhi rasa dan menggerakan akal.

Mendorong untuk melakukan sesuatu.

🌸Mencintai dan bergantung pada Allah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia bersatu-padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu.”

Lihat bagaimana bahasa indah rasul ketika mengajarkan untuk bergantung hanya kepada Allah.

"Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran...."

Bukan "Pokoknya harus begitu, tidak boleh membantah kata ummi."

🌸Bagaimana Rasul menanamkan konsep diri positip yang kuat pada putrinya Fathimah Az Zahra.

Rasulullah SAW sering sekali menyebutkan nama Fatimah, diantaranya beliau pernah berkata bahwa “Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia.”

Lihat bagaimana Rasul menanamkan bahwa Fathimah adalah wanita yang mulia  dengan menyebutnya "Fathimah adalah bidadari yang menyerupai manusia."

Indah sekali pujian Rasul terhadap putrinya. Pujian yang menguatkan rasa percaya diri. Lihat bagaimana Rasul mengambil kata-kata yang indah dengan mengibaratkan Fathimah dengan bidadari surga.

Diatas sepenggal bahasa ahsan Rasulullah. Kita bisa melihat bagaimana bahasa ahsan Rasul dalam berbagai hal.

Hal tersebut terekam indah dalam hadist-hadist beliau. Bisa kita pelajari dalam kitab-kitab hadist yang luar biasa.

Agar kita bisa meneladani bahasa ahsan Rasulullah dalam mendidik anak-anak kita.

Sumber: Telegram group "Parenting On Kid's Passion bersama bunda Zulfa Alya


Warisan Ketangguhan


Warisan Ketangguhan

Setiap Nabi mengajarkan keimanan dan juga aturan Allah.

Tapi, ada hal lain yang diwariskan oleh Nabi pada putranya, cucunya dan umatnya.

Yaitu ketangguhan.

Ketangguhan dalam menjalani kehidupan. Tak mudah patah diterjang badai. Tak lekang oleh waktu.

Lihatlah kisah Fathimah Az Zahra.

Putri kesayangan Nabi yang dijuluki Bidadari yang berujud manusia ini punya ketangguhan luar biasa.

Sebagai anak, Fathimah sudah ditinggal ibunya Khadijah Al Kubra semenjak berusia 5 tahun. Fathimahlah yang merawat dan menemani Nabi dimasa-masa sulit. Saat Nabi dihina, dilempari kotoran oleh orang Quraisy, Fathimahlah yang membela dan membersihkan kotoran dari Nabi.

Julukan Ummu Abiha, Ibu ayahnya menggambarkan bagaimana ketangguhan Fathimah dalam merawat Nabi pengganti ibundanya.

Sebagai Istri, Fathimah adalah istri yang tangguh. Menggiling tepung, menyediakan makanan bagi keluarga tercintanya dijalankan dengan penuh ketangguhan.

Sebagai ibu Fathimah berhasil mendidik putra-putrinya menjadi putra-putri tangguh.

Siapa tidak kenal Hasan? Hussein? Zainab? Ummu Kultsum. Putra-putri Fathimah dan Ali RA ini adalah putra-putri teladan. Pemimpin pemuda saat itu.

Kedalaman ilmunya, ketakwaannya dan keberanianya. Ketangguhanya? Tak perlu diragukan.

Lihatlah bagaimana ketangguhan Zainab binti Ali. Ketika keluarganya di bantai di Karbala. Beliau dengan lantang berbicara kepada penduduk Kuffah sampai mereka terdiam.
Dan terpengaruh dengan kebenaran kata-katanya.

Jadi ayah bunda. Kalau hari ini anak-anak kita, kita biasakan hidup dalam kemewahan. Tidak terbiasa mengatasi kesulitan. Serba ada. Ada warisan mahal yang hilang.

Warisan ketangguhan. Warisan mahal yang akan membuat anak kita berani hidup dalam berbagai keadaan.

Ketangguhan yang tidak hanya membuat anak siap sukses tapi juga siap gagal

Dan siap bangkit dari kegagalan.

Yuk kita tata ulang pola asuh anak kita agar kita mewariskan ketangguhan pada anak-anak kita.

#ParentingOnKid'sPassion

Menulis, kertas, pulpen, Pengasuhan dan otak anak

Menulis, Kertas, Pulpen, Pengasuhan dan Otak Anak



Laksana Ayah-Bunda menulis di sebuah kertas. Harus mengikuti "hukum" kertas agar bisa di beri tulisan. Harus mengikuti "hukum" tinta, "hukum" pulpen, agar bisa di pakai menulis.
Bila,...
Bila sambil menulis, kertasnya di siram air, pasti tulisannya tidak baik, tidak indah atau bahkan tidak dapat lagi menulis di kertas tsb.
Atau...
Bila sambil menulis, kertasnya di bakar, pasti tulisannya tidak terwujud.

Nah...
Begitulah gambaran mengasuh anak.

Memahami "hukum" kertas dan pulpen, agar bisa digunakan untuk menulis sebuah tulisan adalah laksanan memahami "hukum" otak anak atau memahami bagaimana otak anak bekerja.
Menulis sebuah tulisan adalah laksana  aktivitas pengasuhan anak.

Pahami otak anak bagaimana ia bekerja, pahami tahapan tumbuh-kembang otak anak,... lalu "tulis" di otaknya dengan nilai-nilai pengasuhan yang bersumber dari SANG PENCIPTA.

Insyaallah,... 
Menjadi Anak Generasi Robbani. Aamiin

Peta strategies Kemensos RI Tahun 2015-2019


Peta strategies Kemensos RI Tahun 2015-2019



Tujuan :
Meningkatnya taraf kesejahteraan sosial penduduk miskin dan rentan
Sasaran strategis 1
Berkontribusi menurunkan jumlah penduduk miskin dan rentan
Sasaran strategies 2
Sistembpenyelenggaraan kesos yang handal

Sistem penyelenggaraan kesos
Kriteria masalah kesos - program penyelenggaraan kesos - meningkatnya taraf kesejahteraan

Sarasehan PKH Part.2


Sarasehan SDM Pelaksanaan PKH

Akuntabilitas Penyaluran Bansos PKH
(Tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat administrasi)
Drs. Dadang Iskandar MAK. CrFA
Inspektur Jenderal

1. Pengawas internal harus dapat menjadi penjamin kualitas dan konsultan
2. Bukan aparat penegak hukum yang mencari kesalahan
3. Memberikan rekomendasi

Penyebaran lokasi bansos
Program Kemensos RI tersebar di perkotaan sampai ke pelosok daerah terpencil.

"Anggaran yang besar resiko terhadap penyimpanan bahkan kegagalan jika pengendaliannya lemah"

Sarasehan PKH Part.1


Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M. Si. 10-13 Agustus 2018, Hotel Mercure Convention Center Ancol

Professional harus diperhatikan.
Kode etik SDM pelaksanaan PKH diperlukan.
Memperhatikan prinsip profesionalitas.

Risalah Sidang Kabinet Paripurna R-73/DKK/3/2018 5 Maret 2018
1. Point 5 penyelesaian PKH 2018 untuk 10 juta penerima PKH agar dirampungkan di awal tahun, sehingga pada Market 2018diharapkan telah dapat diselesaikan
2. Point 6 pada tahun 2019, rupiah yang diberikan kepada peserta PKH diharapkan dapat dinaikkan dua kali lipat. Berdasarkan hasil perhitungan Bapenas, anggaran PKH saat ini setara dengan 16% dari total pengeluaran rumah tangga. Dalam pertemuan sebelumnya, presiden telah memerintahkan Menteri PPN/Kepala Bapenas agar dihitung kembali, sehingga hal-hal yang yang berkaitan dengan keluarga pra sejahtera dapat ditangani secepat-cepatnya.
3. Tambahan anggaran PKH.

Simulasi kemiskinan dan Gini Ratio menggunakan beberapa skenario PKH

PKH yang diberikan dengan memperhatikan komponen keluarga (mekanisme non flat) memiliki dampak yang lebih tinggi dibandingkan dengan mekanisme flat.

Mekanisme non flat membantu penduduk termiskin yang biasanya memiliki komponen keluarga lebih besar. Nilai bantuan setara 16% pengeluaran KPM/th.

Mekanisme flat cenderung hanya membantu orang-orang yang dekat dengan garis kemiskinan sehingga tidak berdampak besar pada tingkat kemiskinan. Nilai bantuan setara 10% pengeluaran KPM/th.

Diatas 14 juta KPM, perluasan cakupan PKH sudah tidak memberikan dampak  terhadap kemiskinan, tetapi hanya terhadap rasio gini.

Hal ini dikarenakan perluasan cakupan sudah mencakup penduduk yang berada di atas garis kemiskinan.

Kombinasi BPNT dan PKH dengan mekanisme non flat memberikan dampak yang lebih tinggi terhadap kemiskinan dan gini rasio.

Dengan asumsi tempat sasaran,kombinasi bantuan PKH dan  BPNT dapat menurunkan tingkat kemiskinan lebih rendah lagi hingga 1,91

No. Komponen
1. Jumlah jiwa penerima manfaat 2016 (11.320.678)
2017 (12.104.945) 2018 (17.194.014)
2. Jumlah KPM 2016 (5.981.528) 2017(5.917.182) 2018 (9.887.322)

Cara Mendidik Anak Tanpa Mendikte






Anda mungkin pernah mendengar bahwa para psikolog dan pakar pengasuhan menyarankan orang tua sebaiknya jangan banyak mendikte anak. Alasannya, bila kita mengasuh atau mendidik dengan banyak mendikte, justru dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.

Tapi, bagaimana sebenarnya cara mendidik anak tanpa mendikte seringkali membuat orang tua bingung. Apalagi bila anak sudah lebih besar atau mulai memasuki usia sekolah.
Nah, Jane Porter-Gaskin, seorang guru, pakar pengasuhan anak dan penulis lepas di Fresno, California, AS, memberi 6 tip ini untuk Anda:
1. Temui guru atau wali kelas untuk mendapatkan informasi aktual tentang anak dan membahas pendidikannya. Jadikan guru anak sebagai sumber informasi penting, tetapi hindari sikap mencari 'kambing hitam' atas kegagalan anak dalam kegiatan belajar.

2. Susun rencana atau jadwal kegiatan dari pertemuan dengan guru tersebut. Sebab, guru dapat memberi masukan berupa variasi kegiatan di rumah yang menjadi pilihan agar mendukung kegiatan belajar di sekolah


3. Bantu anak mengatur jadwal. Dengan membantu anak mengatur jadwal kegiatannya, proses belajar anak menjadi lebih terarah dan ia pun akan termotivasi memperbaiki diri. Sebaliknya, bila hidup atau keseharian anak tidak teratur anak bisa merasa kehilangan arah.
Tapi jangan lupa ajak anak berdiskusi atau membuat jadwal ini bersama ya, Moms. Jangan sampai


4. Bimbing dan awasi anak waktu belajar. Siapa tahu ada materi pelajaran yang sulit ia pahami? Bantuan dan perhatian orang tua selama anak mengerjakan tugas-tugas sekolahnya akan sangat membantu anak 'menemukan' gaya belajar yang tepat.
Anda juga bisa memanfaat teknologi. Misalnya dengan mengajak anak nonton video pendidikan yang terkait dengan materi pelajaran sekolahnya atau mengunduh aplikasi mind map untuk membantu anak merangkum pelajarannya.
5. Selain mejadi tempat bertanya dan berbagi rasa, orang tua sebaiknya tanggap mencari informasi tentang perkembangan anak. Jangan lupa untuk melakukan ecaluasi setelahnya. Dengan melakukan evaluasi, jika upaya yang telah dilakukan kurang berhasil Anda dapat segera mencari alternatif jalan keluar yang lain.
6. Tetap konsisten dalam bersikap. Seandainya Anda telah membuat peraturan dalam bentuk penjadwalan kegiatan belajar, maka bersikaplah konsisten dengan aturan tersebut. Tidak hanya anak, Anda pun harus disiplin.
Jangan sekali-sekali bersikap permisif yang tidak pada tempatnya karena akan menyebabkan anak menjadi bingung! Tidak mau kan, usaha yang sudah Anda susun sejak awal jadi berantakan?

https://kumparan.com/@kumparanmom




Kategori

Kategori