Meneladani Bahasa




Meneladani Bahasa Ahsan Rasulullah Dalam Mendidik Anak

Bahasa ahsan adalah bahasa yang sopan dan halus.

Bahasa sopan adalah bahasa yang baik. Bahasa yang di dalamnya penuh adab ketika digunakan.

Sedangkan bahasa halus adalah bahasa yang indah dalam menggunakan bahasa tersebut.

Sehingga yang mendengar akan mudah memahami dan terkesan dengan makna yang dipilih.

Dari pengertian diatas kita akan telusuri bagaimana Nabi menggunakan bahasa ahsan dalam mendidik anak.

Sehingga kita bisa mencontoh bahasa Nabi dalam  mempengaruhi rasa dan menggerakan akal manusia.

Mempengaruhi yang buruk menjadi baik.

Mempengaruhi yang membenci jadi mencintai.

Bagaimana bentuk-bentuk bahasa ahsan tersebut berikut sedikit contohnya semoga menginspirasi.

🌸Bahasa ahsan Rasul dalam menajarkan kalimat tauhid.
Mengajarkan tentang kalimat tauhid. لا اله الاالله

Dijelaskan dari Ibn Abbas, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman).

Lihat bagaimana Rasul meminta kita mengajarkan kalimat tauhid. Bukan ayo bacakan لا اله الاالله. Tapi dengan kalimat, "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali denan kalimat Lailaha illlaallah."

Mempengaruhi perasaan dan menancap di akal.

🌸Bahasa ahsan Rasul dalam mengajarkan puasa ke anak-anak.

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami (Rasul)  menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bagaimana Rasul memerintahkan berpuasa kepada anak dengan menyenangkan. Memberi mainan berupa kain perca.

🌸Bahasa ahsan Rasul dalam mengajarkan tentang aurat dan pakaian seorang wanita.

Diriwayatkan dari Aisyah ra: bahwa Asma’ binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan kondisi ia berpakaian pendek, maka berpalinglah Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan telapak tanganya.

Lihat bagaimana Rasul menegur Asma' ketika terlihat auratnya dan mengajarkan harus mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

Bukan, hei nak, itu dosa besar kamu masuk neraka. Tapi dengan kalimat. Wahai Asma’, sesungguhnya wanita, apabila telah baligh, tidak pantas terlihat kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajah dan telapak tanganya.

Kalimatnya santun, indah. Membuat yang mendengar terkesan dengan kata-katanya. Mempengaruhi rasa dan menggerakan akal.

Mendorong untuk melakukan sesuatu.

🌸Mencintai dan bergantung pada Allah.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran: peliharalah Allah, niscaya Dia akan balas memeliharamu. Peliharalah Allah, niscaya kamu akan menjumpai-Nya dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, sesungguhnya andaikata manusia bersatu-padu untuk memberimu suatu manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu, kecuali mereka telah ditakdirkan oleh Allah untukmu.”

Lihat bagaimana bahasa indah rasul ketika mengajarkan untuk bergantung hanya kepada Allah.

"Nak, aku akan memberimu beberapa pelajaran...."

Bukan "Pokoknya harus begitu, tidak boleh membantah kata ummi."

🌸Bagaimana Rasul menanamkan konsep diri positip yang kuat pada putrinya Fathimah Az Zahra.

Rasulullah SAW sering sekali menyebutkan nama Fatimah, diantaranya beliau pernah berkata bahwa “Fatimah merupakan bidadari yang menyerupai manusia.”

Lihat bagaimana Rasul menanamkan bahwa Fathimah adalah wanita yang mulia  dengan menyebutnya "Fathimah adalah bidadari yang menyerupai manusia."

Indah sekali pujian Rasul terhadap putrinya. Pujian yang menguatkan rasa percaya diri. Lihat bagaimana Rasul mengambil kata-kata yang indah dengan mengibaratkan Fathimah dengan bidadari surga.

Diatas sepenggal bahasa ahsan Rasulullah. Kita bisa melihat bagaimana bahasa ahsan Rasul dalam berbagai hal.

Hal tersebut terekam indah dalam hadist-hadist beliau. Bisa kita pelajari dalam kitab-kitab hadist yang luar biasa.

Agar kita bisa meneladani bahasa ahsan Rasulullah dalam mendidik anak-anak kita.

Sumber: Telegram group "Parenting On Kid's Passion bersama bunda Zulfa Alya



EmoticonEmoticon