Warisan Ketangguhan


Warisan Ketangguhan

Setiap Nabi mengajarkan keimanan dan juga aturan Allah.

Tapi, ada hal lain yang diwariskan oleh Nabi pada putranya, cucunya dan umatnya.

Yaitu ketangguhan.

Ketangguhan dalam menjalani kehidupan. Tak mudah patah diterjang badai. Tak lekang oleh waktu.

Lihatlah kisah Fathimah Az Zahra.

Putri kesayangan Nabi yang dijuluki Bidadari yang berujud manusia ini punya ketangguhan luar biasa.

Sebagai anak, Fathimah sudah ditinggal ibunya Khadijah Al Kubra semenjak berusia 5 tahun. Fathimahlah yang merawat dan menemani Nabi dimasa-masa sulit. Saat Nabi dihina, dilempari kotoran oleh orang Quraisy, Fathimahlah yang membela dan membersihkan kotoran dari Nabi.

Julukan Ummu Abiha, Ibu ayahnya menggambarkan bagaimana ketangguhan Fathimah dalam merawat Nabi pengganti ibundanya.

Sebagai Istri, Fathimah adalah istri yang tangguh. Menggiling tepung, menyediakan makanan bagi keluarga tercintanya dijalankan dengan penuh ketangguhan.

Sebagai ibu Fathimah berhasil mendidik putra-putrinya menjadi putra-putri tangguh.

Siapa tidak kenal Hasan? Hussein? Zainab? Ummu Kultsum. Putra-putri Fathimah dan Ali RA ini adalah putra-putri teladan. Pemimpin pemuda saat itu.

Kedalaman ilmunya, ketakwaannya dan keberanianya. Ketangguhanya? Tak perlu diragukan.

Lihatlah bagaimana ketangguhan Zainab binti Ali. Ketika keluarganya di bantai di Karbala. Beliau dengan lantang berbicara kepada penduduk Kuffah sampai mereka terdiam.
Dan terpengaruh dengan kebenaran kata-katanya.

Jadi ayah bunda. Kalau hari ini anak-anak kita, kita biasakan hidup dalam kemewahan. Tidak terbiasa mengatasi kesulitan. Serba ada. Ada warisan mahal yang hilang.

Warisan ketangguhan. Warisan mahal yang akan membuat anak kita berani hidup dalam berbagai keadaan.

Ketangguhan yang tidak hanya membuat anak siap sukses tapi juga siap gagal

Dan siap bangkit dari kegagalan.

Yuk kita tata ulang pola asuh anak kita agar kita mewariskan ketangguhan pada anak-anak kita.

#ParentingOnKid'sPassion


EmoticonEmoticon