SDM PKH Hadiri Sertijab di Dinsos Kota Batu

SDM PKH Hadiri Sertijab di Dinsos Kota Batu

Batu (Rabu 31Oktober 2018).

Pagi di ruang rapat Dinsos Kota Batu dimulai jam 10.00 WIB berlangsung serah terima jabatan mulai kasi anak dan lansia bidang rehabilitasi sosial sampai Kepala Dinsos. Setidaknya ada 5 pejabat yang mutasi ke Dinas lain di pemerintahan Kota Batu.


Kepala Dinsos memberikan sambutan dalam serah terima jabatan


"Perhatian terhadap pilar-pilar sosial menjadi penting untuk menjadi perhatian, selain penyandang masalah kesejahteraan sosial," ungkap Bambang Kuncoro Kepala Dinas Sosial Kota Batu.

Sumber  daya manusia Program Keluarga Harapan baik pendamping sosial, administrasi pangkalan data, koordinator kota sampai pekerja sosial supervisor hadir dalam serah terima jabatan tersebut.

Berlangsung selama kurang lebih empat jam kegiatan serah terima jabatan tersebut berlangsung. Koordinator kota Program Keluarga Harapan memandu acara tersebut. 

Acara dimulai dengan penandatangan serah terima jabatan, sambutan sekretaris Dinsos sebelumnya sampai penutup oleh kepala Dinsos Kota Batu.

Sebagai akhir kegiatan serah terima jabatan Dinsos Kota Batu diakhiri pembacaan doa oleh peksos supervisor Program Keluarga Harapan.


Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Kelompok Usaha Bersama Kerjasama dengan Hotel Orchids Kota Batu


Batu (26 Oktober 2018). Kelompok usaha bersama Sari Rejo Program Keluarga Harapan berlokasi di desa Sumberejo beranggotakan 19 orang tepatnya beralamat di Indragiri RT 1 RW 10 desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu. Ketua kelompok usaha bersama Sari Rejo Sukarti.

Produksi tiap hari Kelompok usaha bersama karena produksinya merupakan bahan konsumsi pangan sehari-hari. Omset 2 jutaan  per bulan.




 Pendamping sosial mendampingi kelompok usaha bersama Sari Rejo di Sumberejo


Modal awal dulu iuran kelompok 10 ribu per orang terus dikembangkan. Inilah awal kelompok usaha bersama dilaksanakan secara aktif.

Pembagian tugas kelompok tersebut, awalnya bagi tugas sesuai kue pesanan dikerjakan 3-4 orang, tapi sekarang digilir. Tujuan pembagian tugas agar kekompakan dalam kelompok.

Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan usaha bersama diantaranya tidak semua orang bisa bikin kue, kita harus memenuhi standar hotel yang bagus.


 “Pilih Kelompok usaha bersama  (Kube)  itu karena kebutuhan hotel kue tradisional yang belum terpenuhi dan jg menyesuaikan kemampuan Kpm bisanya bikin kue tradisional,” ujar Nurjanah pendamping Kecamatan Batu.


Secara berjenjang seiring waktu Dinas Sosial Kota Batu juga mengajak pengusaha hotel terdekat dengan kelompok usaha bersama berada untuk melakukan pemberdayaan ekonomi. Akhirnya Hotel Orchids yang berlokasi di Sumberejo sebagai salah satu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menjalin kerjasama dengan kelompok usaha bersama Program Kelarga Harapan.


“Kerjasama dengan Hotel Orchids sejak 2015 , produksi bikin kue tradisional seperti cenil, Lopes, horog-, saat ini jg melayani pesanan dari dinsos, dan pesanan online ,” Urai Nurjanah pendamping sosial Kecamatan Batu Kota Batu.


Sisi lain peranan Dinas Sosial Kota Batu, bidang Perlindungan Jaminan Sosial memberikan bantuan mesin selep tepung yang diberikan waktu pelatihan dan penyerahan sarana prasarana di Hotel Seulawah Kota Batu.

Sedangkan pendamping sosial senantiasa melakukan pembinaan, dan advokasi terhadap kelompok usaha bersama.

Sampai sekarang kelompok usaha bersama Sari Rejo Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu  telah menjalin kemitraan ekonomi dengan Hotel Orchids, bahkan sampai Dinsos Kota Batu memfasilitasi untuk memenuhi konsumsi studi kerja kunjungan instansi bahkan PPKH Kabupaten Kota wilayah lain yang berkunjung di Kota Batu.

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

PPKH Kota Batu Menerima Kunjungan Studi PPKH Buleleng Bali






Kunjungan PPKH Buleleng di PPKH Kota Batu 
Ruang rapat 2b Balaikota Among Tani Kota Batu (Foto : Peksos supervisor PKH)



Batu (25 Oktober 2018). Berlokasi di ruang rapat 2B Balaikota Among Tani, Jl. Panglima Sudirman No.507 Kecamatan Batu Kota Batu berlangsung studi banding PPKH Buleleng Bali di PPKH Kota Batu Jawa Timur.


Kunjungan kerja studi banding dihadiri dari sdm PKH Buleleng dan Dinsos. Sejumlah 32 sdm dari PPKH, dan 10 sdm Dinsos Buleleng hadir pada kegiatan pagi di ruang rapat 2B Balaikota Among Tani Kota Batu.


Sambutan awal diberikan kesempatan kepada Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Yayan Sutrisna, S. Sos. untuk memaparkan sdm PKH Buleleng Bali. Selanjutnya Drs. Bambang Kuncoro Kepala Dinas Sosial Kota Batu menjelaskan kondisi sdm PKH Kota Batu, e-warong maupun kelompok usaha bersama (kube).


"Berbagi pengetahuan dan transformasi ranstra ke bpnt, sehingga memiliki gambaran pelaksanaan dan kunjungan ke e-warong yang ada di Kota Batu," ujar Yayan Sutrisna, S. Sos. Kabid Linjamsos Buleleng Provinsi Bali.


PKH Kota Batu Jawa Timur merupakan salah satu pilot project pelaksanaan BPNT di 44 kabupaten kota di Indonesia. Semua peserta keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai.


"Sosialisasi penggunaan kartu BPNT, peranan pendamping sosial Program Keluarga Harapan dalam e-warong, " urai Lilik Fariha, SH Kepala Bidang Jaminan Sosial Kota Batu.

Pendamping sosial bpnt di Kota Batu ada 3 tksk dan 1 koordinator dalam pendampingan BPNT.

Sesi dialog tanya jawab juga berlangsung di ruang rapat Balaikota Among Tani Kota Batu, misalnya : "Hubungan antara pendamping bpnt dengan pendamping sosial PKH selalu sinergi," urai Lilik Fariha menjawab pertanyaan Korkab PKH Buleleng.



Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono


Pendamping Sosial Gelar FDS

Pendamping sosial gelar family development session di rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kecamatan Batu Kota Batu.endamping sosial gelar family development session di rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kecamatan Batu Kota Batu.

"Pengasuhan anak di rumah penting mengenal modul perlindungan anak menjauhkan kekerasan dan perlakuan salah," ujar Fifi S.pendamping sosial Kecamatan Batu Kota Batu.

Family development session atau Pertemuan peningKkatan kemampuan keluarga dihadiri 21 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial.


Family development session atau pertemuan peningkatan kemampuan keluarga

Salah satu yang disampaikan dalam modul perlindungan anak pertama mengenal arti kekerasan, jenis kekerasan kedua, mengenal hak anak, kluster hak anak.

Peksos supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu


Moch. Ferry Dwi Cahyono



Kunjungan PPKH Jembrana Provinsi Bali ke PPKH Kota Batu Jawa Timur


Kota Batu (19 Oktober 2018). Pagi cerah berlokasi di ruang rapat 2B Balaikota Amongtani   berlangsung penerimaan studi kerja PPKH Jembrana Bali.





 Jembrana merupakan salah satu kabupaten dari 9 kabupaten di Bali. Terdiri dari 5 Kecamatan.

Kota Batu memiliki e-Warong sebanyak 8. Jumlah penyelia 8 lokasi tersebut seperti Beji Dadaprejo Temas Sisir Songgokerto Gunungsari Pandanrejo Sumber Brantas.

 "Rombongan PPKH Jembrana terdiri dari korkab, 22 pendamping hadir sedangkan  lainnya termasuk peksos supervisor sedang mengikuti diklat fds di BBPPKS Regional 3 Yogyakarta. Dana sharing 340 juta per tahun untuk PPKH Jembrana," Urai Kadinsos Kabupaten Jembrana.

"Kota Batu terdiri dari 19 desa, 5 kelurahan dan 3 kecamatan, meliputi Junrejo, Bumiaji, dan Batu. Kota Batu merupakan urutan ketiga penduduk miskin dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur, "Urai Bambang K Kadinsos Kota Batu.

e-Warong Kota Batu berjumlah 8 lokasi. "Harga e-Warong bisa bersaing, kompetitif dengan lainnya," Urai Lilik F Kabid Linjamsos Kota Batu.

Langkah - langkah praktis menjadi enterpreuner bagi pengelola e-Warong :
1. Pendamping sosial bisa mensosialisasikan merubah mindset keluarga penerima manfaat
2. Pendamping sosial bisa memaksimalkan peranannya dalam dampingan e-Warong
3. Pengelola e-Warong bisa memanfaatkan pelaksanaan praktisi usaha di Kota Batu, termasuk motivator

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pendamping Sosial Dampingi Meretas Kemandirian Kelompok Usaha Bersama Produksi Kopi

Kelompok usaha bersama berlokasi di Tonggolari Sidomulyo. Kelompok usaha bersama ini merupakan dampingan Fifi S, Kecamatan Batu Kota Batu.


 ‘’Kelompok usaha bersama yang ditekuni keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan tersebut yaitu produksi kopi. Memilih produksi kopi dikarenakan itu disesuaikan ketrampilan keluarga penerima manfaat dalam kelompok tersebut,’’Ujar ketua kelompok tersebut ialah Sri Rochmawati.

Produksi dilaksanakan seminggu dua kali. Proses produksinya dijadwal, setiap produksi terdiri dari tiga anggota.



Kelompok usaha bersama produksi kopi (Foto : Pendamping sosial PKH)


Selanjutnya untuk mengatur proses produksi lebih baik ada jadwal. Pembagian jadual dimaksudkan agar ada keteraturan dan tidak ada ketimpangan dalam pelaksanaan, setiap anggota kelompok usaha bersama mendapat bagian secara bergantian.

Pembinaan oleh Dinas Sosial bidang perlindungan jaminan sosial Kota Batu telah diupayakan dalam berbagai bentuk stimulus program. Bentuknya diantaranya pertama motivasi usaha melalui pembinaan sarana dan prasarana di Hotel Seulawah, kedua pemberian bantuan alat usaha kelompok bersama seperti alat selep, dan siler.

Produksi yang dihasilkan berupa kopi dalam kemasan 250 gram. Konsumen yang dituju masih menengah ke bawah, sesuai proses perkembangan unit kelompok usaha bersama.

Pemasaran yang dilakukan masih di sekitar  masyarakat, warung. Kemasan yang dilakukan masih sederhana seiring dengan waktu. Sistem pemasaran pun masih konvensional belum online.

Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan kunjungi produksi kopi 



‘’ Design kemasan stiker kemasan pemasaran di berbagai kalangan, mengontrol rasa kopi sebagai bagian produksi, Bagian peneliti produksi, Digiling brapa kali dlm produksi akan berbeda hasilnya. Karna sudah punya alat jd produksi giling lebih maksimal bisa berulang ulang biar hasilnya bagus dan halus. Mengajari bagaimana menjual di online’’ Urai Fifi selaku pendamping sosial Kecamatan Batu Program Keluarga Harapan.

Kopi bubuk ini aman karena tidak ada pengawet, produksi keluarga penerima manfaat kelompok usaha bersama. Pemberdayaan ekonomi dan sosial ini akan menjadi stimulus meretas kemandirian ekonomi.

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pendamping Sosial Sampaikan Family Development Session

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga kelompok Lancar Punten Kecamatan Bumiaji dihadiri 21 keluarga penerima manfaat. Pendamping Kecamatan Bumiaji Neni memandu memberikan materi pengasuhan anak di rumah.


                                           Family Development Session Program Keluarga Harapan Punten Kecamatan Bumiaji (Foto : Neni)

"Beberapa tips menjadi orangtua hebat," disampaikan Neni selaku pendamping sosial Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Keluarga penerima manfaat cukup antusias mengikuti materi pengasuhan anak dan pendidikan anak di rumah, yaitu menjadi orangtua hebat atau lebih baik.

Menjadi orangtua lebih baik penting untuk pengasuhan dan pendidikan anak di rumah. Setelah anak menempuh pendidikan di sekolah, waktu paling banyak dipergunakan setelah di sekolah ialah di rumah.

Pemahaman orangtua tentang pentingnya menerapkan pola asuh yang baik di rumah bermanfaat untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak, kedua orangtua memiliki andil besar dalam pengasuhan anak untuk itu diperlukan kerjasama antara ibu dan bapak.

Pendamping sosial Program Keluarga Harapan Kota Batu
Deny Wahyu Andayani

Keluarga Penerima Manfaat Ikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga  Sumberbrantas (Foto : Neni)

Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga kelompok  Sumbermakmur Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji dihadiri 36. Pendamping Kecamatan Bumiaji Neni memandu memberikan materi pengasuhan anak di rumah.

"Pengasuhan anak di rumah menjadi Orangtua Hebat, penting sekali," Urai Neni pendamping Kecamatan Bumiaji kota Batu.

Beberapa tips menjadi orangtua hebat disampaikan Neni selaku pendamping sosial Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Keluarga penerima manfaat cukup antusias mengikuti materi pengasuhan anak dan pendidikan anak di rumah, yaitu menjadi orangtua hebat atau lebih baik.

Pendamping sosial Program Keluarga Harapan Kota Batu
Deny Wahyu Andayani

Pendamping Sosial PKH Giat Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga


Beji. Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlokasi di rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan di Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. Kegiatan dimulai 15.00 - 16.45 WIB

"Pertama, orngtua memperhatikan perkembangan anak misal anak berprestasi diberi penghargaan, kedua orangtua memberi semangat ketika sekolah, belajar giat setiap hari, ketiga orangtua memperhatikan aktifitas anak, keempat orangtua tidak memaksakan kehendak, karena kondisi setiap anak berbeda," inilah beberapa point yang disampaikan Yuni keluarga penerima manfaat yang hadir.





Peksos supervisor monitoring pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (Foto : Peksos supervisor)


Kesempatan sore hari bernuansa hujan dan berhembus angin pegunungan yang segar membuat pertemuan peningkatan kemampuan keluarga menjadi ceria. Materi yang disampaikan pendamping sosial Chychy A. I. Y. Program Keluarga Harapan Kecamatan Junrejo terkait pengasuhan di rumah mengenai pentingnya menghindari kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak.

Kehidupan sehari-hari pengasuhan rentan terhadap kekerasan terhadap anak. Orangtua sering jengkel dengan anak disertai marah terkadang mencubit, menjewer anak. Ini beberapa kali terjadi pada keluarga dalam pengasuhan anak di rumah.

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga memberikan pengetahuan mengenai bentuk kekerasan, makna dan arti kekerasan, hak anak. 

"Akte kelahiran penting untuk identitas, juga kelanjutan sekolah," ujar Jum keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan





Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono






Pendamping Sosial Tinjau Produksi Kelompok Usaha Bersama di Bumiaji Kota Batu

KUBE  adalah  singkatan  dari  Kelompok  Usaha  Bersama. KUBE di Kota Batu merupakan  suatu  bentuk  kelompok dimana  anggotanya  terdiri  dari  lebih dari 7 orang. Secara  umum  tujuan  dari  program  KUBE  adalah  mengentaskan kemiskinaan  dan  mewujudkan  kemandirian  masyarakat  baik  secara  ekonomi maupun  sosial.  

"Sasaran  dari  program  kelompok usaha bersama (KUBE)  adalah  masyarakat  yang  memiliki berbagai  keterbatasan  penghasilan,  pendidikan,  perumahan,  keterampilan, hubungan sosial, serta mempunyai keinginan untuk berkembang dan mandiri," Neny pendamping sosial Kecamatan Bumiaji.







Dinas Sosial Kota Batu sangat memperhatikan proses pengentasan kemiskinan, misalnya memberikan pelatihan kelompok usaha bersama yang digelar selama beberapa hari di Apple Sun Batu dengan menhadirkan praktisi usaha. Kesempatan yang berbeda juga pemberian bantuan peralatan usaha bersama yang dilaksanakan di Hotel Seulawah. Bahkan membuka jejaring usaha melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Kota Batu. 

Kelompok usaha bersama salah satunya ini punten kelompok Lancar yg hadir 17 an orang. Usaha kekompoj bersama lainnya yaitu kelompok sejaterah 2 desa bulukerto punya usaha jahe instan dan stik sayur dan buah anggotanya 11 orang.

Ketuanya Siswanti keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Pemasaran masih dilingkungan sekitar dan e warung sumbermakmur sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Neny pendamping sosial Program Keluarga Harapan Kecamatan Batu mengatakan' "bertugas untuk  membuat  laporan  perkembangan  kelompok usaha bersama,  membina  dan  juga  melakukan pengawasan serta memberikan arahan dan motivasi kepada anggota kelompok menuju pemberdayaan ekonomi".

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pendamping Program Keluarga Harapan Urai Pengasuhan Anak


Pendamping Program Keluarga Harapan Urai Pengasuhan Anak

Temas, Kota Batu (11 Oktober 2018). Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dilaksanakan di rumah keluarga penerima manfaat Winarni. Ibu-ibu hadir sebanyak sembilan belas peserta Program Keluarga Harapan.

Kesempatan siang hari itu pendamping menyampaikan bahasan yang melekat pada kehidupan sehari-hari, yaitu pengasuhan anak di rumah. Pelaksanaan pertemuan yang rutin digelar sebulan sekali dimulai pukul 11.30 – 13.30 WIB. Selama dua jam materi itu diberikan kepada mereka keluarga penerima manfaat.



Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlokasi di Temas Kota Batu 


Berbicara pengasuhan erat kaitannya dengan kemampuan suatu keluarga atau rumah tangga dan komunitas dalam hal memberikan perhatian, waktu dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan serta bagi anggota keluarga lainnya (Engel, 1997).

Brooks (2001) juga mendefinisikan pengasuhan sebagai sebuah proses yang merujuk pada serangkaian aksi dan interaksi yang dilakukan orangtua untuk mendukung perkembangan anak. Proses pengasuhan bukanlah sebuah hubungan satu arah yang mana orangtua mempengaruhi anak namun lebih dari itu, pengasuhan merupakan proses interaksi antara orangtua dan anak yang dipengaruhi oleh budaya dan kelembagaan sosial dimana anak dibesarkan.

Selain itu, pengasuhan anak tidak dilepaskan oleh keberadaan orang terdekat yaitu orangtua. Orangtua adalah seseorang yang mendampingi dan membimbing semua tahapan pertumbuhan anak, yang merawat, melindungi, mengarahkan kehidupan baru anak dalam setiap tahapan perkembangannya (Brooks, 2001).

Salah satu bahasan materi pengasuhan anak yang disampaikan dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga ialah memahami perilaku anak. Perilaku anak bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu baik dan buruk.
Kedua jenis perilaku ini memiliki implikasi dan stimulus yang berbeda proses juga cara terbentuknya. Namun, memiliki embrio yang sama bermula dari peranan pengasuhan anak di rumah.

Orangtua lengkap terdiri dari bapak dan ibu. Keduanya memiliki andil dalam menjalankan peranan dalam pembentukan perilaku anak.

Perilaku manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Dengan kata lain, perilaku merupakan respon/reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya.

 Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan : berpikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif (melakukan tindakan). Sesuai dengan batasan ini, perilaku kesehatan dapat di rumuskan sebagai bentuk pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan dan sikap tentang kesehatan.

Perilaku aktif dapat dilihat, sedangkan perilaku pasif tidak tampak, seperti pengetahuan, persepsi, atau motivasi.

Perilaku baik pada umumnya dimulai dari pembiasaan, contoh baik orang terdekat, pengasuh dan lingkungan sekitar anak tinggal. Begitu juga perilaku buruk.

Memahami perilaku buruk antara anak dengan remaja juga berbeda disesuaikan usia dan perkembangan. Masing – masing bentuknya perlakuan dan cara mengatasinya berbeda, terutama dari aspek tanggungjawab.
Sementara perilaku baik pada anak mudah dilihat, dan diapresiasi. Bentuk apresiasi bisa berupa ucapan, maupun penghargaan.

Anak tentu bahagia, riang ketika orangtua memberikan perlakuan langsung ketika anak melakukan perbuatan baik. Bahkan orangtua perlu membiasakan melakukan tindakan sebagaimana yang telah diuraikan.
Inilah yang memberikan tumbuh kembang anak bisa maksimal dari aspek kualitas. Orangtua bisa melakukan mulai hal yang terlihat atau kebiasaan anak yang telah dipola dari pegajaran kedua orangtua, lingkungan dan semacamnya.

Kebiasaan yang baik atau buruk akan dilihat dan ditiru oleh anak. Pembiasaan pengasuhan anak di rumah dengan memahami perilaku baik atau buruk akan memudahkan orangtua memberikan penanganan masing-masing. Tinggal deteksi dini, dan mengapresiasi setiap tindakan yang diakukan anak dengan baik.


Harapannya anak tumbuh kembang maksimal dengan pengasuhan yang baik dengan melibatkan peran orangtua. Itulah yang disampaikan pendamping Kecamatan Batu Erma dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. Pekerja sosial supervisor monitoring pelaksanaan kegiatan dan interaksi keluarga penerima manfaat.


Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pekerja Sosial Supervisor Monitoring Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga




Junwatu, Kecamatan Junrejo (10 Oktober 2018). Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dihadiri 20 keluarga penerima manfaat. Berlokasi di rumah Reny Y RT 01 RW 02.

"Mencegah kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua dalam berkeluarga," ujar Jumiati keluarga penerima manfaat yang hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan sebulan sekali secara bergantian.

Sebelum materi disampaikan, keluarga penerima manfaat menyampaikan beberapa hal diantaranya mengenai pengasuhan dan pendidikan anak di rumah sesi terakhir. Menanyakan ke peserta untuk memastikan dan mengevaluasi materi yang disampaikan pendamping Kecamatan Junrejo Iin sudah dipraktikkan di rumah.

Berikutnya dibahas modul perlindungan anak, mencegah kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Materi ini bermanfaat karena bersentuhan langsung dengan pengasuhan anak di rumah.

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlangsung selama dua jam, dimulai 09.00 - 11.00.  Jumlah keluarga penerima manfaat yang hadir sangat antusias mengikuti materi pencegahan kekerasan dan pelakuan salah terhadap anak modul perlindungan anak.

Sasaran modul perlindungan anak ialah orangtua keluarga penerima manfaat yang hadir karena langsung bersentuhan pengasuhan anak di rumah. Melalui materi tersebut ibu - ibu yang hadir bisa mempraktikkan pengasuhan yang baik kepada anak untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya dengan menghindari kekerasan dan perlakuan salah.

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Keluarga Penerima Manfaat Menerima Materi Perlindungan Anak di Junrejo




Junwatu Kecamatan Junrejo, (10 Oktober 2018). Materi FDS siang ini membahasa modul perlindungan anak, mencegah kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak. Keluarga penerima manfaat yang hadir sebanyak 17 peserta Program Keluarga Harapan.

"Perlindungan dan pencegahan kekerasan, perlakuan salah terhadap anak penting untuk disampaikan," tegas Ngatiyah ketua Kelompok"

Sesi sebelas perlindungan anak membahas diantaranya mengenai jenis - jenis kekerasan, pengertian kekerasan terhadap anak. Kehidupan pengasuhan anak selama ini rentan terhadap kekerasan misalnya mencubit, menjewer, sering memarahi anak.

"Jengkel ketika anak tidak nurut, dengan mencubit anak," ujar salah satu keluarga penerima manfaat yang hadir dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

"Melalui bahasan pencegahan kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak, keluarga penerima manfaat mereduksi bentuk kekerasan seperti yang disampaikan pada pertemuan peningkatan kemampuan keluarga," ujar moch. ferry peksos supervisor Program Kelurga Harapan.

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlangsung selama dua jam, mulai pukul 11.00 sampai 13.00. Kekerasan terhadap anak dapat mengakibatkan kesakitan, trauma diantara efek yang ditimbulkan. Sesuatu kekerasan dan perlakuan salah yang dominan terhadap anak membuat anak bukannya semakin menurut namun sebaliknya memberontak, dan semacamnya.

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono




Koreg Program Keluarga Harapan Urai Implementasi Empat Fungsi Peksos Supervisor




Implementasi 4 Fungsi Utama Peksos Supervisor
Peran Peksos Supervisor Program Keluarga Harapan

Monitoring pelaksanaan P2K2
(Secara Administratif)
Planning-----partisipatif
Organizing-----targetting dan sumber daya manusia
Actuating----Pemantauan lapangan
Controlling-----Evaluasi dan pelaporan

(Secara Pendidikan)
Membahas kesulitan atau kendala
Pengetahuan dan ketrampilan
Assesment partisipatif

(Secara dukungan)
Fasilitasi proses
Distribusi beban
Konsultasi

Analisa SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) diperlukan dalam perencanaan pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. Aspek ini perlu dicermati oleh pendamping sosial dalam menyampaikan modul atau materi untuk keluarga penerima manfaat.
"Pendamping memiliki karakteristik dampingan yang berbeda sesuai kondisi keluarga penerima manfaat, sehingga perlu pendamping memahami analisa SWOT dalam pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga," Anang Koordinator Regional Program Keluarga Harapan
Bekerja secara tim bisa memaksimalkan pelaksanaan kinerja Program Keluarga Harapan. Aspek aspek diatas dalam menjadi bagian penting peksos supervisor dalam menjalankan peranan.

Pekerja supervisor membekali beberapa instrumen, pertama perlu menyiapkan formulir rencana, kedua formulir pemantauan dan ketiga ketepatan materi dan feedback. Berikutnya instrumen diperlukan untuk rencana tiga bulanan, pemantauan kelompok dan spot chek. 

Output yang diharapkan dalam pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga untuk mendapatkan data, time line kegiatan, dokumentasim rekap danata terkelola.

"Itulah menjadi pokok bahasan dalam pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga, adakah kesenjangan antara perencanaan dan hasil kegiatan,"ujar Anang Koordinator Regional Program Keluarga Harapan.

Pekerja sosial PKH Kota Batu Jawa Timur
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Dinsos Jatim Gelar Rapat Koordinasi Peksos Supervisor, Hotel Papilio Surabaya



53 supervisor perwakilan dari 30 kabupaten kota dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Berlokasi di hotel Papilio, Surabaya diadakan rapat koordinasi pekerja sosial supervisor.

Beberapa wilayah Probolinggo, lumajang, magetan, tuban, bojonegoro, kota malang diantaranya masih kosong untuk peksos supervisor Program Keluarga Harapan.

"Menambah ilmu, wawasan dan motivasi semakin menantang," ujar Novi Kabid Linjamsos Dinsos Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya dilakukan sosialisasi informasi hasil bimbingan teknis kehumasan yang dilakukan Kementerian Sosial OHH Linjamsos. Materi yang disampaikan untuk memaksimalkan salah satu fungsi pekerja sosial supervisor Program Kesejahteraan Sosial yaitu media dan promosi.

"Peksos supervisor bisa menulis rilis berita, kegiatan keluarga penerima manfaat, pendamping dalam pelaksanaan Program Keluarga Manfaat,"urai Iwan Hendrawan.

Berikutnya, "koordinator wilayah menyampaikan kisi-kisi pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga sehingga keluarga penerima manfaat merasakan manfaat kegiatan tersebut ," urai Agus Sudrajat.

Peksos supervisor PKH
Moch. Ferry D. C.




Pendamping Junrejo, FDS Pencegahan Kekerasan dan Perlakuan Salah terhadap Anak

Pendamping FDS Pencegahan Kekerasan dan Perlakuan Salah terhadap Anak

Torongrejo Kecamatan Junrejo (8 Oktober 2018)

Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak.Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaiankekerasan fisikpelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.

Penganiayaan terhadap anak adalah "setiap tindakan terbaru atau kegagalan untuk bertindak pada bagian dari orang tua atau pengasuh yang menyebabkan kematian, kerusakan fisik serius atau emosional yang membahayakan, pelecehan seksual atau eksploitasi, tindakan atau kegagalan tindakan yang menyajikan risiko besar akan bahaya yang serius".] Seseorang yang merasa perlu untuk melakukan kekerasan terhadap anak atau mengabaikan anak sekarang mungkin dapat digambarkan sebagai "pedopath".
Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang hadir 26 orang. Bertempat di rumah Devina.

"Penerimaan bantuan kelompok usaha bersama (kube) sudah diterima," ujar Chychy pendamping Kecamatan Junrejo mengawali pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

Acara pertemuan setiap bulan berlangsung selama satu jam tiga puluh menit.

"Modul pencegahan kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak penting," ujarDevina keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.






Pekerja sosial supervisor PKH
Moch. Ferry D. C.

Kategori

Kategori