Rapat Rekonsil dengan BNI PKH Batu

Rapat Koordinasi Rekonsiliasi PKH dengan BNI



Batu (29 November 2018). Kecenderungan rekap jumlah keluarga penerima manfaat belum terima bantuan Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial mulai 2016 - 2018 trennya naik. Tahun 2018 tahap 1 40 kpm belum terima  bantuan PKH,  tahap 2 ada 71 kpm,  tahap 3 ada 74 kpm,  tahap 4 ada 77 kpm.





(Foto : Rapat koordinasi Rekonsil) 


Bertempat di aula rapat Dinsos Kota Batu rapat koordinasi dilaksanakan antara  sumber daya manusia PKH Batu, Kepala bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan BNI. 

Hadir seluruh sdm mulai pendamping sosial, administrasi pangkalan data, koordinator kota dan peksos supervisor. 

Kegiatan rapat dimulai 10.00 - selesai. Presentasi rekonsil PKH Batu disampaikan APD Ony dengan menampilkan data rekapitulasi rekonsil PKH Batu. 

Rapat rekonsil dengan BNI untuk memastikan titik temu data kpm yang belum terima bantuan PKH.

Keluarga penerima manfaat ada di SP2D tapi belum ada di data bayar,  keluarga penerima manfaat ada di sp2d di data bayar tapi bantuan belum masuk. 



Peksos supervisor PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

'Mandiri Utama' Meretas Kemandirian dan Pemberdayaan Ekonomi

Batu (25 November 2018).

Meretas Kemandirian Ekonomi. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial dengan menjalankan kegiatan ekonomi. Bentuk kelompok usaha ekonomi (Kube). 

Sekitar setahun yang lalu salah satu dampingan nana sapaan pendamping sosial Kecamatan Batu membuat kelompok usaha bersama, selanjutnya diberi bernama Mandiri Utama. Produksi utama ialah stik susu, permen susu.


(Foto : permen susu)


 (Foto: stik susu)

Berlokasi di jalan Anggrek Gang 3 RT. 2 RW 4 tepatnya di rumah salah satu anggota keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial. 
Untuk memudahkan berjalannya kegiatan tersebut lantas dipandu umi kasanah sebagai ketua kelompok. 



(Foto : pendamping sosial menerima kunjungan kerja)

Perjalanan kelompok usaha bersama yang dirintis mulai 2017. Dinas Sosial telah melakukan kepedulian untuk anggota Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial untuk mendapatkan pelatihan dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP).  Salah satu bentuk pembinaan dari dinsos kerja sama dgn Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP).


Awal merintis kelompok usaha bersama dulu patungan dari anggota klompok. Seiring dengan berjalannya unit usaha bersama lagi melalui Dinas Sosial sekarang dpt bantuan dari provinsi sebesar dua puluh juta.  


Demi memudahkan mulai mencari bahan sampai produksi dan pengemasan produk dilakukan pembagian kerja secara bergilir. 


Adapun setelah produksi kendala mulai muncul.  Salah kendala yang dihadapi kelompok usaha bersama Mandiri Utama ialah pemasaran.


Sistem penjualannya pun masih konvensional yaiutu hanya orang pesan saja baru dibuatkan.  Menurut pandangan kelompok usaha bersama Mandiri Utama produk yang dijual tergolong mahal.

Kelompok usaha bersama Mandiri Utama pernah mendapat kunjungan kerja dari PPKH DIY Yogyakarta, PPKH Kabupaten Jembrana Bali.

    (Foto : kunjungan kerja        PPKH Jembrana Bali)

(Foto : kunjungan kerja 
PPKH DIY Yogyakarta)


Bahan baku yang digunakan dari susu sapi. Kemudian stik susu dikemas. Setiap kemasan 200  gram harga 15 ribu permen susu kemasan 200 gram harga 20 ribu.


Harapannya ke depan agar dibantu proses pemasarannya, gumam Parmi salah satu anggota kelompok usaha bersama. 


Peksos supervisor PKH kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono


Berbekal Bakat Seni Mampu Melejitkan Karya

Batu (23 November 2018)
Endy Lyo Wahyu Nurhuda SMPN 2  Kota Batu kelas 9, mulai suka garap bantengan semenjak kelas 1. Merupakan putra Titik anak keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.

Ia merupakan dampingan Nurjanah pendamping sosial Kecamatan Batu Kota Batu. 

Tinggal di Songgokerto Kecamatan Batu Kota Batu.  Lokasinya tidak jauh dengan Balaikota Among Tani kebanggaan warga Kota Batu. 

Sehari-hari Edy nama sapaannya meluangkan waktunya untuk sebuah karya seni.  Salah satu seni yang ia sukai ialah bantengan.

Perjalanan zaman tidak membuat edy untuk menekuni bakat seni khas Kota Batu yaitu Bantengan.

Selepas pulang sekolah ia membuat semacam 'topeng' untuk pertunjukan seni bantengan berujud kepala banteng.  Ekspresi seni yang telah terpoles pada jiwanya semenjak kelas 1 smp, memudahkan menuangkan keinginan kuat seninya tersebut.

Setidaknya dalam sehari edy sapaan dampingan Nurjanah mengekpresikan membuat kepala bantengan sampai mewarnai kurang lebih dua jam. Waktu tersebut dijalani dengan gembira.

Suatu kesempatan pada akhirnya edy menyelesaikan karya kepala banteng untuk kesenian Bantengan. Kemudian ada pembeli yang berminat terhadap karya seni edy tersebut dengan harga lima ratus ribu.



"Begitulah kemampuan diri yang disenangi apabila ditekuni akan menghasilkan sesuatu yang positif tentunya," ungkap Nurjanah pendamping sosial Nurjanah Kecamatan Batu. 

Ayo berkreasi
Terus berkarya


Peksos supervisor PKH Kota Batu
Moch.  Ferry Dwi Cahyono




P2K2/FDS Belajar Pencegahan Perlindungan Anak

Batu (22 November 2018).
Berlokasi di Sekarputih keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan dilaksanakan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. Lokasinya cukup tenang dan nyaman. 

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dihadiri lima belas peserta. Kesemuanya ibu - ibu yang komitmen untuk mengikuti kegiatan rutin bulanan.




                 (Foto : Peksos supervisor monitoring p2k2)

Kegiatan berlangsung sore hari.  Tepatnya dimulai 16.00 - 17.00 WIB. 
Selama satu jam dilaksanakan pertemuan peningkaran kemampuan keluarga untuk keluarga penerima manfaat. 

Pelaksanaan cukup menyenangkan. Hal tersebut nampak pada peranan peserta menyampaikan pendapat dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. 

Materi yang disampaikan sore mengenai pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak. Setiap orang tua berperanan dalam masa depan anak salah satunya.

"Istilah eksploitasi pernah didengar namun sulit menyampaikan secara bahasa maksudnya,  "ungkap Irma ketua kelompok 

Melalui pertemuan rutin bulanan keluarga penerima manfaat bisa mengenal pertama makna penelantaran kedua arti eksploitasi ketiga bentuk ekaploitasi. 


Peksos supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch.  Ferry Dwi Cahyono

Peksos Supervisor Monitoring P2K2/FDS di Caru Kecamatan Junrejo

Batu (22 November 2018). Pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2)/family development session (fds) berlokasi di rumah keluarga penerima manfaat di Caru Kecamatan Junrejo. 

Pertemuan agenda rutin bulanan dimulai 14.30 - 15.55 WIB. Keluarga penerima manfaat yang hadir dua puluh peserta Program Keluarga Harapan. 




(Foto : Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Caru Kecamatan Junrejo)

Mengingat dan menanyakan materi sebelumnya dilakukan sebelum belajar materi selanjutnya.  Tujuannya untuk mengingat dan meunanyakan praktiknya di rumah.

Diskusi

Pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga siang tersebut menyenangkan. Para peserta hadir nampak akrif diajak belajar bersama.

Flipchart yang dipergunakan sebagai media peraga digunakan mempermudah penjelasan dalam belajar pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak.

Kelompok dibagi menjadi tiga untuk memudahkan peserta dengan menggunakan pendekatan orang dewasa salah satunya mengedepankan dialog dan berbagi pengalaman.

Pekerja sosial supervisor 

Memandu belajar bersama pertemuan peningkatan kemampuan keluarga peksos supervisor menanyakan istilah yang dianggap asing bagi keluarga penerima manfaat.

"Belajar pencegahan penelantaran dan eksploitasi  anak bermanfaat bagi masa depan anak, "ungkap Sri Wahyuni.



Peksos supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch.  Ferry Dwi Cahyono

FDS/P2K2 Kesakitan pada Anak dan Kesehatan Lingkungan


Batu (16 November 2018). Berlokasi di dusun Gempol desa Punten dirumah Sunarsih keluarga penerima mamfaat Program Keluarga Harapan.

Lokasinya masuk kawasan pegunungan dengan udara dingin Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Keluarga penerima manfaat hadir 23 orang. Sejumlah keluarga penerima manfaat sebagian besar hadir.

Kelompok ini termasuk beranggotakan lumayan banyak.

Pendamping sosial Neny Kecamatan Bumiaji menyampaikan materi kesakitan pada anak dan kesehatan lingkungan. 

Pertimbangannya materi tersebut berkaitan kebutuhan keluarga penerima manfaat mengenai kesehatan lingkungan dan yang berkaitan.

Sebelumnya pendamping sosial menanyakan materi sebelumnya mengenai modul pendidikan dan pengasuhan anak di rumah sesi membantu anak sukses di sekolah. Menanyakan sejauh mana praktik di rumahnya masing-masing.

Melalui belajar di pertemuan peningkatan kemampuan keluarga bisa mengerti mengenai pertama kesakitan pada anak dan kedua mengenai kesehatan lingkungan.



Peksos supervisor PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Peksos supervisor Monitoring FDS/P2K2 Perlindungan Anak di Gangsiran Ledok


Batu (16 November 2018). Berlokasi di Mariatun keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan berlangsung _family development session (fds)/_ pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2). Tempatnya tidak jauh dengan lokasi wisata Predator Park sekitar 1 km. Berada di ds Gangsiran Ledok Kecamatan Junrejo Kota Batu.

" Sekolah fds/p2k2 PKH perlindungan anak penting karena anak memerlukan tumbuh kembang yang maksimal melalui peranan orangtua," ujar Nurjanah ketua kelompok.

(Foto : Peksos supervisor PKH monitoring fds/p2k2)


Sebelumnya ditanyakan terlebih dahulu materi yang pernah disampaikan di pertemuan peningkatan kemampuan keluarga sebulan lalu. Beberapa keluarga penerima manfaat yang hadir waktu itu di Balai desa Junrejo menyampaikan materi sebelumnya dengan ringkas.

Keluarga penerima manfaat belajar arti penelantaran, eksploitasi anak bentuk dan pencegahannya serta manfaat akte kelahiran untuk salah satu hak anak (sipil).


Pekerja sosial supervisor PKH Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Mengenal penelantaran dan Eksploitasi Anak dengan P2K2


Batu (14 November 2018).Berlokasi di jalan Welirang Kecamatan Junrejo Kota Batu berlangsung pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

Keluarga penerima manfaat hadir ialah anggota baru. Berjumlah 32 peserta Program Keluarga Harapan.


(Foto : Peksos supervisor PKH monitoring)


"Manfaat bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan bisa memaksimalkan orangtua meningkatkan kepedulian anak, ujar Suliyah ketua kelompok".

Kegiatan tersebut bermanfaat pertama orangtua peduli terhadap anak, kedua anak memiliki estafet jangka panjang, ketiga mengawasi anak dan keberadaanya.

Peksos supervisor Program Keluarga Harapan Kotaa Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Monitoring P2K2 Pencegahan Penelantaran dan Eksploitasi Anak



Batu (14 November 2018). Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlokasi di Junwatu Kecamatan Junrejo. Tepatnya di rumah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Siswati RT.01 RW.02 Junwatu Kecamatan Junrejo Kota Batu.


(Foto : Peksos supervisor monitoring P2K2 PKH)

Dihadiri tujuh belas keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan

"Anak memiliki masa depan, pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak penting sebagai bekal dalam mendidik anak, ujar Ning Utami keluarga penerima manfaat.

Pekerja sosial supervisor menekankan agar setiap keluarga penerima manfaat peduli terhadap anak baik ibu maupun bapak.

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

KPM Antusias Belajar Pencegahan Penelantaran dan Eksplotasi Anak


Batu (14 November 2018). Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlangsung di Sri Yuliati Ngukir Ds Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Keluarga penerima manfaat hadir 13 peserta Program Keluarga Harapan.



(Foto : P2K2 Pencegahan Penelantaran dan Eksploitasi Anak)

Kegiatan diatas dimulai 14.30-15.30 WIB. Berlangsung selama satu jam pelaksanaanya.

Selama kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga antusias memperhatikan fasilitator menyampaikan sesi pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak.


Indikatornya bisa dilihat peserta aktif bertanya apabila tidak mengerti.

 Peksos Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

KPM PKH Belajar Pencegahan Penelantaran dan Eksploitasi Anak


Batu (13 November 2018).
Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga rutin berlangsung mulai 15.30 - 16.30 WIB. Kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan hadir sebanyak sembilan belas peserta.

Berlokasi di Mojoagung RT. 08 rw. 04 kajanglor rumah Lilik pertemuan peningkatan kemampuan keluarga rutin dilaksanakan.

Beberapa wilayah di Kota Batu sudah mulai hujan, syukur ketika bergeser ke lokasi kegiatan masih belum turun hujan.

Ibu keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan senang mengikuti karena menambah bekal pengetahuan mengenai anak terutama mengerti pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak, ujar Elisan ketua kelompok.

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Kajang, Mojorejo
 (Foto : Peksos supervisor PKH)


Berlangsung selama satu jam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga membahas pertama arti penelantaran kedua, makna eksploitasi, ketiga contoh penelantaran, eksploitasi anak, keempat cara pencegahan penelantaran dan eksploitasi serta terakhir ada sesi diskusi sebagai bagian lanjutan.

Pekerja sosial supervisor juga menerima complain handling keluarga penerima manfaat misalnya ada peserta Program Keluarga Harapan yang beberapa kali tidak hadir pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

"Melalui belajar pencegahan penelantaran dan ekploitasi anak diharapkan orangtua meningkatkan kepedulian, perhatian dan pengawasan lebih baik ke depannya, tegas Dian.


Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pekerja Sosial Supervisor Monitoring P2K2 di Beji


Batu (12 November 2018).
Sore yang dingin dan sejuk menyelimuti suasana Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. 

"Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga atau ibu keluarga penerima manfaat lebih familiar mengenal dengan sebutan sekolah Program Keluarga Harapan bisa sebagai media berbagi pengetahuan, pengalaman dalam kehidupan di rumah," ujar Sri Wahyuni yang hadir dalam kegiatan tersebut.

"Tantangan zaman sekarang lebih kompleks," ujar Nurhayati pada waktu berpendapat selama awal pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

Ada dua belas keluarga penerima manfaat hadir wakt itu. Berlangsung mulai 15.15-16.45 WIB.

Hampir satu jam tiga puluh menit pertemuan diselenggarakan, namun peserta tidak bosan karena ada dialog antara peserta dengan fasilitator.

"Pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak bermanfaat karwna dengan belajar materi tersebut bisa mengenal anak agar lebih berhati-hati salah satunya dalam pergaulan," disampaikan Rumaiyah anggota kelompok yang hadir pada acara tersebut.

Pada sesi dialog keluarga penerima manfaat menyampaikan complain handling anggota kelompok yang beberapa kali tidak hadir.

Selanjutnya pekerja sosial supervisor akan melakukan kunjungan rumah ke depannya dengan pendamping sosial Kecamatan Junrejo. 

Pekerja Sosial Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

P2K2 KPM Belajar Perlindungan Anak


Batu (12 November 2018). Berlokasi di rumah Sri Mulyani keluarga penerima manfaat Ds Jeding Kecamatan Junrejo Program Keluarga Harapan belajar perlindungan anak. 

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dihadiri lima belas keluarga penerima manfaat.

Kegiatan tersebut dimulai 13.00-15.00 WIB Berlangsung selama dua jam.

Materi siang hari itu ialah pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak. Anak merupakan generasi bangsa masa datang.



"Perhatian terhadap tumbuh kembang anak dengan mengenal pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak Program Keluarga  Harapan menghasilkan generasi masa depan lebih baik," ujar Purwati ketua kelompok pada pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.


Pekerja Sosial Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

KPM PKH Semangat Mengikuti P2K2

Berlokasi di rumah Winarsih keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Tepatnya di Desa Sumberjo Kecamatan Batu Kota Batu.

Dihadiri lima belas keluarga penerima manfaat. Semuanya terdiri dua kelompok baru dan lama. Pertimbangannya ialah lokasi yang tidak berjauhan dan memaksimalkan peserta yang hadir.



Minggu sore 16.00-17.00 WIB kegiatan tersebut dilangsungkan. Pelaksanaannya dimulai setelah banyak anggota banyak berdatangan.

Pendamping sosial Kecamatan Batu Nurjanah mennyampaikan bahasan materi perlindungan anak sesi pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak di rumah.

Selama pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga terliha peserta aktif mendengarkan materi yang disampaikan pendamping sosial.

Berangkat dari belajar materi perlindungan anak, keluarga penerima manfaat mengetahui pertama arti pebelantaran, kedua makna eksploitasi anak dan ketiga tujuan pembelajaran.



Pekerja sosial Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Usai Cuti Melahirkan Hari Pertama, Pendamping Sosial Gelar P2K2

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga berlanjut di keluarga penerima manfaat berlokasi di Desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu.

"Manfaat perlindungan anak dibutuhkan karena anak merupakan generasi bangsa yang akan datang," ujar Siswanto salah satu peserta yang hadir.

Kegiatan sore tersebut dihadiri lebih dari dua belas keluarga penerima manfaat.
Pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dimulai 15.00-16.00 WIB.

Materi yang disampaikan ialah pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak.
Keluarga penerima manfaat mengenal arti penelantaran, eksploitasi anak, contoh penelantaran serta eksploitasi juga cara pencegahan.

Keluarga penerima manfaat diharapkan mempraktikkan agar orangtua lebih memperhatikan anak dalam tumbuh kembang, tegas nana pendamping sosial Kecamatan Batu Kota Batu di hari pertama usai cuti melahirkan langsung memberi materi dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

Peksos supervisor PKH monitoring pelaksanaan P2K2 di Sumberejo 
(Foto : Peksos supervisor PKH)

Minggu kedua November 2018 ini merupakan hari pertama pendamping sosial Nana sapaan sehari-hari langsung melaksanakan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga setelah tiga bulan namanya cuti melahirkan. Semangat positif ini merupakan pencapaian yang baik dalam melaksanakan salah satu tugas pokok pendamping sosial Program Keluarga Harapan.

Peksos Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Pekerja Sosial Supervisor Monitoring FDS Perlindungan Anak Junrejo

Anak sebagai generasi bangsa yang akan datang bisa dimaksimalkan tumbuh kembangnya melalui salah satu peran keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak di rumah.  Berlokasi di rumah Hartini keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan berlangsung kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. Kegiatan rutin bulanan ini dihadiri sepuluh keluarga penerima manfaat, lokasi rumah berjarak 3 km menuju tempat  wisata terjun Parangtejo Gangsiran Putuk Kecamatan Junrejo Kota Batu.

“Perlindungan anak materi pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak penting untuk masa depan anak, “ungkap Nurni salah satu peserta hadir dalam kegiatan tersebut.

 Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Gangsiran Putuk Kecamatan Junrejo
 (Foto : Pekerja sosial supervisor)

              Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Gangsiran Putuk Kecamatan 
Foto : Pekerja sosial supervisor)

  
Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Gangsiran Putuk Kecamatan Junrejo
 (Foto : Pekerja sosial supervisor)


    Peksos supervisor Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Gangsiran Putuk Kecamatan Junrejo 
(Foto : Pekerja sosial supervisor)

  Peksos supervisor Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di Gangsiran Putuk Kecamatan Junrejo 
(Foto : Pekerja sosial supervisor)

Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga dimulai 10.00 – 12.00 WIB. Berlangsung selama dua jam cukup meriah dan antusias diikuti keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.

Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan antusias dilihat dari keaktifan dalam mengikuti pertemuan peningkatan kemampuan keluarga.

"Anak yang dibully oleh temannya bagaimana cara mengatasinya, dan anak sering berkata kasar, tidak mengenal tata krama" Sri Utami dalam beberapa yang disampaikan dalam kegiatan siang hari tersebut.

Perlindungan anak pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak bermanfaat dalam pengasuhan anak di rumah lebih baik. Anak merupakan masa depan generasi bangsa akan datang.


Pekerja Sosial Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Penanganan Kasus ABH Berprinsip Hak Anak

Kunjungan rumah bersama pendamping sosial untuk merespin informasi dari anggota kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Informasi tersebut didapatkan setelah beberapa hari sebelumnya kedatangan unit PPA Polres Kota Batu.

"Suasana saat itu rumah lokasi tinggal anak korban berhadapan hukum (abh) berjarak beberapa rumah dari tetangga keluarga penerima manfaat lainnya nampak kerumunan keramaian berbeda dari biasanya, "ungkap salah satu anggota kelompok keluarga penerima manfaat dampingan Erma Y.



Sebelum berkunjung ke lokasi anak korban berhadapan hukum (abh), pendamping sosial dan pekerja sosial supervisor berkunjung ke salah satu anggota kelompok yang lokasi tempat tinggal berdekatan dengan keluarga anak korban untuk memastikan informasi tersebut benar.

Selanjutnya terjadi perbincangan sekitar 15 menit mengenai informasi tersebut dan menggalu lebih dalam maka dilakukan pengembangan informasi dengan membangun relasi sosial (intake proses) dengan berkunjung ke lokasi anak korban berhadapan hukum.

Nampak mendung cuaca kota Batu yang berlokasi di pegunungan. Langkah kami pub melanjutkan berkunjung ke sumber info secara langsung.

Saat itu pendamping sosial Program Keluarga Harapan Erma berhasil ketemu dan berbicara langsung dengan ibu anak korban (abh). Nampak ibu anak korban (abh) bersama anak keempat berusia balita.

Ibu anak korban berhadapan hukum menceritakan peristiwa kasus yang melanda putri pertama yang sedang hamil 4 bulan akibat perbuatan bapak tirinya usai terjadi penggalian informasi sebelumnya yang janggal oleh bu rt ketika diminta menyerahkan kartu keluarga di rumahnya.

Beberapa saat kemudian ibu anak korban memanggil putri sulungnya berusia 16 tahun. Kami lebih mudah melakukan pendekatan karena merupakan dampingan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.

Proses mengkaji, menilai masalah (assestment) diawali dengan berbicara ringan (small talk) untuk mendapatkan informasi.

Kami memberikan beberapa kertas, dan bolpoin untuk anak korban menceritakan kasus yang dialami. Mengingat trauma, ketakutan menyampaikan masih dialami anak korban abh tersebut.

Inilah langkah awal untuk menentukan metode dan tehnik pemecahan masalah (intervensi) selanjutnya.

Jejaring kemitraan yang telah terbangun aparat penegak hukum (aph) di Kota Batu akan terus dijalin, juga lembaga rehabilitasi seperti RPSA Bimasakti akan dikomunikasikan untuk anak.


Pekerja Sosial Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono

Family Development Session Pengasuhan dan Pendidikan Anak

Pertemun peningkatan kemampuan keluarga atau family development session berlokasi di dusun Kekep desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji.  Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan hadir sebanyak 23 orang.

Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan diatas dimulai tahun 2016 sampai sekarang. 


Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga di rumah Mega Kecamatan Bumiaji



"Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) modul pengasuhan dan pendidikan Anak bermanfaat dalam pengasuhan, mengingat kembali materi membantu anak sukses di sekolah sering diulang karena berkaitan dengan kehidupan sehari - hari," Ujar Mega ketua kelompok.


Membantu sukses anak di sekolah melibatkan peranan orangtua baik ibu maupun bapak. Orangtua yang berpartisipasi aktif menanyakan kepada guru bermanfaat penting bagi tumbuh kembang anak.


Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu 
Moch. Ferry Dwi Cahyono












Pekerja Sosial Supervisor Koordinasi dan Coaching FDS


Ruang rapat Dinsos Kota Batu Balai Kota Among Tani pagi itu sedang ada kegiatan. Kegiatan tersebut rutin diselenggarakan di awal minggu pertama setiap bulan.

"Modul perlindungan anak, bahasan sesi 12 pencegahan penelantaran dan eksploitasi anak adalah bahasan coaching fmilly development session atau pertemuan peningkatan kemampuan keluarga," urai peksos supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu.




Pendamping Sosial Menyampaikan Materi FDS Ruang Rapat Dinsos Kota Batu 
(Foto:Peksos supervisor PKH)


Sebelum dimulai bahasan materi lanjutan, pendamping sosial melakukan penyegaran mengingat materi sesi 11 pencegahan kekerasan dan perlakuan salah.

Beberapa alat peraga kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga  pun ditempel di dinding ruang rapat Dinsos, seperti flipchart salah satunya.

Beberapa alat peraga telah diperoleh pendamping sosial usai mengikuti pendidikan dan latihan di BBPPKS Regional 3 Yogyakarta beberapa waktu sebelumnya.

Peksos supervisor juga memberi kesempatan untuk pendamping sosial yang telah mengikuti diklat fds untuk menyampaikan materi tersebut secara bergantian. Pendamping sosial yang belum diklat bisa mengikuti dan menanyakan materi yang disampaikan.

Selain itu juga koordinasi mengenai pelaksanaan familly development session dan mengevaluasi pelaksanaan seperti perhatian keluarga penerima manfaat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Sisi lain mengingatkan absensi kehadiran keluarga penerima manfaat. Jumlah peserta Program Keluarga Harapan hadir dalam pertemuan peningkatan kemampuan keluarga setiap bulan, juga mencatat dan menanyakan peserta yang tidak hadir dalam kelompok.

Pekerja sosial supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono



Kategori

Kategori