'Mandiri Utama' Meretas Kemandirian dan Pemberdayaan Ekonomi

Batu (25 November 2018).

Meretas Kemandirian Ekonomi. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial dengan menjalankan kegiatan ekonomi. Bentuk kelompok usaha ekonomi (Kube). 

Sekitar setahun yang lalu salah satu dampingan nana sapaan pendamping sosial Kecamatan Batu membuat kelompok usaha bersama, selanjutnya diberi bernama Mandiri Utama. Produksi utama ialah stik susu, permen susu.


(Foto : permen susu)


 (Foto: stik susu)

Berlokasi di jalan Anggrek Gang 3 RT. 2 RW 4 tepatnya di rumah salah satu anggota keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial. 
Untuk memudahkan berjalannya kegiatan tersebut lantas dipandu umi kasanah sebagai ketua kelompok. 



(Foto : pendamping sosial menerima kunjungan kerja)

Perjalanan kelompok usaha bersama yang dirintis mulai 2017. Dinas Sosial telah melakukan kepedulian untuk anggota Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial untuk mendapatkan pelatihan dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP).  Salah satu bentuk pembinaan dari dinsos kerja sama dgn Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP).


Awal merintis kelompok usaha bersama dulu patungan dari anggota klompok. Seiring dengan berjalannya unit usaha bersama lagi melalui Dinas Sosial sekarang dpt bantuan dari provinsi sebesar dua puluh juta.  


Demi memudahkan mulai mencari bahan sampai produksi dan pengemasan produk dilakukan pembagian kerja secara bergilir. 


Adapun setelah produksi kendala mulai muncul.  Salah kendala yang dihadapi kelompok usaha bersama Mandiri Utama ialah pemasaran.


Sistem penjualannya pun masih konvensional yaiutu hanya orang pesan saja baru dibuatkan.  Menurut pandangan kelompok usaha bersama Mandiri Utama produk yang dijual tergolong mahal.

Kelompok usaha bersama Mandiri Utama pernah mendapat kunjungan kerja dari PPKH DIY Yogyakarta, PPKH Kabupaten Jembrana Bali.

    (Foto : kunjungan kerja        PPKH Jembrana Bali)

(Foto : kunjungan kerja 
PPKH DIY Yogyakarta)


Bahan baku yang digunakan dari susu sapi. Kemudian stik susu dikemas. Setiap kemasan 200  gram harga 15 ribu permen susu kemasan 200 gram harga 20 ribu.


Harapannya ke depan agar dibantu proses pemasarannya, gumam Parmi salah satu anggota kelompok usaha bersama. 


Peksos supervisor PKH kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono



EmoticonEmoticon