Penanganan Kasus ABH Berprinsip Hak Anak

Kunjungan rumah bersama pendamping sosial untuk merespin informasi dari anggota kelompok keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Informasi tersebut didapatkan setelah beberapa hari sebelumnya kedatangan unit PPA Polres Kota Batu.

"Suasana saat itu rumah lokasi tinggal anak korban berhadapan hukum (abh) berjarak beberapa rumah dari tetangga keluarga penerima manfaat lainnya nampak kerumunan keramaian berbeda dari biasanya, "ungkap salah satu anggota kelompok keluarga penerima manfaat dampingan Erma Y.



Sebelum berkunjung ke lokasi anak korban berhadapan hukum (abh), pendamping sosial dan pekerja sosial supervisor berkunjung ke salah satu anggota kelompok yang lokasi tempat tinggal berdekatan dengan keluarga anak korban untuk memastikan informasi tersebut benar.

Selanjutnya terjadi perbincangan sekitar 15 menit mengenai informasi tersebut dan menggalu lebih dalam maka dilakukan pengembangan informasi dengan membangun relasi sosial (intake proses) dengan berkunjung ke lokasi anak korban berhadapan hukum.

Nampak mendung cuaca kota Batu yang berlokasi di pegunungan. Langkah kami pub melanjutkan berkunjung ke sumber info secara langsung.

Saat itu pendamping sosial Program Keluarga Harapan Erma berhasil ketemu dan berbicara langsung dengan ibu anak korban (abh). Nampak ibu anak korban (abh) bersama anak keempat berusia balita.

Ibu anak korban berhadapan hukum menceritakan peristiwa kasus yang melanda putri pertama yang sedang hamil 4 bulan akibat perbuatan bapak tirinya usai terjadi penggalian informasi sebelumnya yang janggal oleh bu rt ketika diminta menyerahkan kartu keluarga di rumahnya.

Beberapa saat kemudian ibu anak korban memanggil putri sulungnya berusia 16 tahun. Kami lebih mudah melakukan pendekatan karena merupakan dampingan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan.

Proses mengkaji, menilai masalah (assestment) diawali dengan berbicara ringan (small talk) untuk mendapatkan informasi.

Kami memberikan beberapa kertas, dan bolpoin untuk anak korban menceritakan kasus yang dialami. Mengingat trauma, ketakutan menyampaikan masih dialami anak korban abh tersebut.

Inilah langkah awal untuk menentukan metode dan tehnik pemecahan masalah (intervensi) selanjutnya.

Jejaring kemitraan yang telah terbangun aparat penegak hukum (aph) di Kota Batu akan terus dijalin, juga lembaga rehabilitasi seperti RPSA Bimasakti akan dikomunikasikan untuk anak.


Pekerja Sosial Supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu
Moch. Ferry Dwi Cahyono


EmoticonEmoticon