Pedoman Perlindungan Kesehatan dan Dukungan Psikososial Terhadap Penyandang Disabilitas Sehubungan Dengan Terjadinya Wabah Covid-19



Pedoman Perlindungan Kesehatan dan Dukungan Psikososial

Terhadap Penyandang Disabilitas 
Sehubungan Dengan Terjadinya Wabah Covid-19


Wabah penyakit coronavirus (COVID-19) telah dinyatakan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat dan virus tersebut sekarang telah menyebar ke banyak negara dan wilayah termasuk di Indonesia. Sementara banyak yang masih belum diketahui tentang virus yang menyebabkan COVID-19. Kita tahu bahwa itu ditularkan melalui kontak langsung dengan tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi (dihasilkan melalui batuk dan bersin). Individu juga dapat terinfeksi dari menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan virus yang menyentuh wajah mereka (misalnya, mata, hidung, mulut). Sementara COVID-19 terus menyebar, adalah penting bahwa masyarakat harus mengambil tindakan untuk mencegah penularan lebih lanjut, mengurangi dampak wabah dan mendukung langkah-langkah pengendalian.

Penyandang disabilitas dengan ragam disabilitasnya adalah salah satu kelompok yang rentan terinfeksi virus corona baru atau COVID-19. Kebijakan pencegahan virus corona bagi penyandang disabilitas, tidak dapat serta merta diimplementasikan bagi sebagian penyandang disabilitas. Sebagian penyandang disabilitas juga tidak dapat menerapkan strategi social distancing karena mereka membutuhkan pendamping, dengan begitu mereka harus selalu berinteraksi.

Penyandang disabilitas memiliki teknik isolasi diri yang berbeda dari non-disabilitas. Langkah-langkahnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi disabilitas yang berbeda-beda. "Ini juga merupakan bagian dari tindakan mitigasi bersama. Tidak hanya penyandang disabilitasnya, tapi lingkungan di sekitarnya harus turut mendukung.

Wabah corona memaksa setiap individu untuk menjaga jarak satu sama lain atau menerapkan social distancing. Ragam disabilitas yang sulit menerapkan imbauan social distancing adalah kelompok penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas. Ada penyandang disabilitas yang bergantung kepada pendamping dan harus melakukan interaksi sosial. Ada pula ragam disabilitas yang tidak dapat menghindari kontak melalui sentuhan atau meraba berbagai benda, karena itu satu-satunya cara disabilitas netra mengakses berbagai macam bentuk atau mengetahui kondisi di sekitarnya. Dengan aktivitas sosial serta kebiasaan meraba atau menyentuh yang tidak dapat dihindari oleh penyandang disabilitas netra.

para penyandang disabilitas mereka menghadapi hambatan yang dapat mencegah mereka mengakses perawatan dan informasi penting untuk mengurangi risiko mereka selama wabah COVID-19. Hambatan tersebut mungkin termasuk hal-hal berikut ini :
  Lingkungan Komunikasi risiko  yang sangat penting untuk
  Meningkatkan kesehatan dan mencegah
  penyebaran infeksi dan mengurangi stres dalam
  masyarakat,  namun  informasi  seringkali  tidak
  Dikembangkan dan dibagikan secara inklusif
  kepada  orang-orang  yang  memiliki  keterbatasan
  atau disabilitas  
   
  •   Banyak pusat kesehatan tidak dapat diakses oleh
  para penyandang disabilitas fisik. Karena
  hambatan  dalam  hal  tata  kota  dan  kurangnya
  sistem angkutan umum yang dapat diakses, para
  penyandang   disabiltias   mungkin   tidak   dapat
  mengakses   perawatan   kesehatan   di   fasilitas
  kesehatan yang ada.  
   
Institusi / Lembaga Biaya perawatan kesehatan menghambat
  penyandang  disabilitas  sehingga  tidak  mampu
  membeli layanan penting.  
   
       Kurangnya protokol yang dibuat untuk merawat
  penyandang disabiltias selama karantina  
   
Sikap Prasangka, stigma dan diskriminasi terhadap
  penyandang disabilitas, termasuk keyakinan
  bahwa penyandang disabilitas tidak dapat
  berkontribusi pada respons wabah atau
  membuat keputusan sendiri.  

Rintangan-rintangan ini dapat menyebabkan tekanan tambahan bagi para penyandang disabilitas dan pengasuh mereka selama wabah COVID-19

Mendengarkan  suara   dan  kebutuhan  para   penyandang  disablitas    selama perencanaan penanggulangan wabah dan respon darurat sangat penting untuk menjaga  kesehatan  fisik  dan  mental  sekaligus  mengurangi  risiko  terinfeksi COVID-19 sebagai berikut :

1.     Perlu dikembangkan komunikasi pesan yang dapat diakses oleh para penyandang disabiltias (termasuk disabilitas sensorik, intelektual, kognitif, dan psikososial). Contohnya mungkin termasuk :
•      Situs web dan lembar fakta yang dapat diakses untuk memastikan bahwa orang-orang dengan disabilitas visual dapat membaca informasi penting tentang wabah covid 19.
•      Konferensi pers dan berita tentang wabah ini mencakup penerjemah bahasa isyarat yang divalidasi oleh orang-orang dengan disabilitas rungu dan/atau disabilitas wicara.
•      Staf kesehatan mengetahui bahasa isyarat atau setidaknya memiliki penerjemah bahasa isyarat yang divalidasi oleh orang dengan disabilitas rungu dan/atau disabiltas wicara. 
•      Pesan dibagikan dengan cara yang dapat dipahami kepada orang-orang dengan disabilitas intelektual, kognitif dan psikososial.
 •      Bentuk komunikasi yang tidak hanya mengandalkan informasi tertulis harus dirancang dan digunakan. Ini termasuk komunikasi tatap muka atau penggunaan situs web interaktif untuk menyampaikan informasi.
2.    Jika pelaku rawat perlu dipindahkan ke karantina, rencana harus dibuat untuk memastikan dukungan berkelanjutan bagi para penyandang disabilitas yang membutuhkan perawatan dan dukungan
 3.    Organisasi berbasisi masyarakat dan tokoh masyarakat dapat menjadi mitra yang berguna dalam berkomunikasi dan memberikan dukungan Mental health dan psikososial bagi para penyandang disabiltias yang telah dipisahkan dari keluarga dan pelaku rawat mereka.
 4.    Para penyandang disabilitas dan pelaku rawat mereka harus dilibatkan dalam semua tahap penanggulangan wabah Covid 19.

 KESEHATAN MENTAL DAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL

Mendorong Penerima Manfaat atau penyandang disaibilitas untuk mendiskusikan pertanyaan terkait Covid 19 dan masalah mereka. Jelaskan bahwa mereka mungkin mengalami reaksi yang berbeda dan mendorong mereka untuk berbicara dengan pendamping/ pengasuh jika mereka memiliki pertanyaan atau masalah. Berikan informasi dengan cara yang baik dan jelas, sesuai ragam disabilitas nya. Bimbing mereka tentang cara mendukung teman sebaya mereka dan mencegah pengucilan dan intimidasi. Pastikan pendamping/pengasuh menyadari sumber daya lokal untuk kesejahteraan mereka sendiri. Bekerja sama dengan petugas kesehatan Lembaga / pekerja sosial untuk mengidentifikasi dan mendukung penerima manfaat/ penyandang disabilitas dan staf yang menunjukkan tanda-tanda terinfeksi.

 PESAN DAN TINDAKAN UTAMA DALAM PENCEGAHAN DAN PENYEBARAN COVID 19
 1.    Promosikan dan tunjukkan mencuci tangan secara teratur dan perilaku kebersihan yang positif dan pantau penyerapannya. Pastikan toilet yang memadai, bersih dan terpisah untuk anak perempuan dan laki-laki.
 ➢   Pastikan sabun dan air bersih tersedia di tempat cuci tangan.
 ➢     Mendorong pencucian yang sering dan menyeluruh (setidaknya 20 detik)
 ➢   Tempatkan pembersih tangan di toilet, ruang keterampilan, aula, dan dekat pintu keluar jika memungkinkan
 ➢   Pastikan toilet atau jamban yang memadai, bersih dan terpisah untuk anak perempuan dan laki-laki
2.    Bersihkan dan disinfeksi bangunan Balai, ruang keterampilan dan terutama fasilitas air dan sanitasi setidaknya sekali sehari, terutama permukaan yang disentuh oleh banyak orang (pagar, meja makan siang, peralatan olahraga, pegangan pintu dan jendela, mainan, alat bantu pengajaran dan pembelajaran.
 ➢   Gunakan natrium hipoklorit 0,5% (ekuivalen 5000ppm) untuk mendisinfeksi permukaan dan 70% etil alkohol untuk mendisinfeksi benda-benda kecil, dan memastikan peralatan yang sesuai untuk staf kebersihan
 3.    Tingkatkan aliran udara dan ventilasi jika memungkinkan (buka jendela, gunakan pendingin udara jika tersedia, dll.)
 4.  Tanda-tanda pos mendorong praktik kebersihan tangan dan pernapasan yang baik
 5.   Pastikan sampah dibuang setiap hari dan dibuang dengan aman


I.     PESAN UNTUK MASYARAKAT SELAMA TERJADINYA WABAH COVID-19
 ➢    Adalah hal yang normal untuk merasa sedih, tertekan, khawatir, bingung, takut atau marah selama krisis.
 ➢    Berbicaralah dengan orang yang Anda percayai. Hubungi teman dan keluarga Anda.
 ➢    Jika Anda harus tinggal di rumah, pertahankan gaya hidup sehat (termasuk pola makan, tidur, olahraga, dan kontak sosial dengan orang-orang terkasih di rumah). Tetaplah berhubungan dengan keluarga dan teman-teman melalui email, panggilan telepon dan memanfaatkan platform media sosial.
 ➢    Jangan merokok, minum alkohol, atau obat-obatan lain untuk mengatasi emosi Anda.
 ➢         Buat rencana ke mana Anda harus pergi dan mencari bantuan untuk kesehatan fisik dan mental serta dukungan psikososial, jika diperlukan.
 ➢         Dapatkan fakta tentang risiko Anda dan cara untuk melakukan pencegahannya. Gunakan sumber yang dapat dipercaya untuk mendapatkan
informasi, seperti laman WHO atau, institusi kesehatan setempat atau provinsi, kabupaten/kota.
 ➢         Kurangi waktu yang Anda dan keluarga habiskan untuk menonton atau mendengarkan liputan media yang mengecewakan atau tidak menyenangkan.
 ➢         Munculkan kembali cara-cara yang telah Anda gunakan di masa lalu untuk mengatasi masa-masa sulit yang dapat digunakan untuk mengelola emosi Anda selama kejadian luar biasa ini.
 ➢    Jika Anda merasa kewalahan, bicarakan dengan petugas atau kader kesehatan dan pekerja sosial, profesi yang mirip dengannya , atau orang tepercaya lainnya di komunitas Anda (misalnya pemimpin agama atau sesepuh komunitas atau tokoh masyarakat).





Panduan Pencairan Bansos Bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan

Panduan Pencairan Bansos Bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan



Langkah - langkah panduan pencairan bansos bagi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yuk diperhatikan :

1. keluar rumah dalam kondisi sehat pakai masker
2. hindari pergi secara kelompok, keramaian/kerumunan
3. tidak bersalaman dan jaga jarak dengan orang lain minimal satu meter
4. tidak mnyentuh wajah (mata, hidung dan mulut). Cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer setelah bertransaksi : ambil uang di ATM, mesin EDC belanja di e - Warong dll
5. pastikan uang bansos (bantuan sosial) untuk membeli kebutuhan pokok, makanan bergizi dan keperluan anak
6. segera pulang setelah ambil bansos (bantuan sosial), sampai di rumah segera mandi, ganti pakaian dan langsung dicuci 

Konseling

Konseling

www.pkhkotabatu.com. Konseling dengan anak keluarga penerima manfaat dilakukan dengan melakukan penjangkauan ke rumah.
Pelaksanaan konseling dilaksanakan selasa 17 Maret 2020 dimulai pukul 09.00 - 10.15 wib. Selama satu jam lima belas menit.

Pendamping sosial Kecamatan Junrejo Laila, dan pendamping sosial Kecamatan Bumiaji Mei bersama pendamping sosial Kota Bati Moch. Ferry melakukan assesmen awal dengan memberikan konseling kepada anak keluarga penerima manfaat.

Assesmen awal dimulai dengan menggunakan teknik smalk talk, dilanjutkan wawancara secara mendalam meliputi identitas anak, kegiatan anak, lingkungan teman sebaya dan semacamnya.

Ketika penggalian informasi kepada anak mengalami kesulitan karena malu, wajar saja karena kami baru awal melakukan kunjungan dan mulai menjadikan anak keluarga manfaat Program Keluarga Harapan Kota Batu sampai merasa nyaman  bercerita.

Anak keluarga penerima manfaat sehari - hari tinggal dengan bibi, karena ibunya telah meninggal. Anak tersebut tinggal bersama bibi semenjak kelas dua sekolah dasar.

Konseling disampaikan oleh bibinya diantaranya mengenai mengantisipasi pergaulan anak, sekolah anak ke depan, konsep pengasuhan bagi anak dan semacamnya.





Selanjutnya akan dilakukan koordinasi dengan sakti peksos anak progresa kota Batu untuk memaksimalkan setelah konseling untuk menghubungkan sistem sumber yang ada di masyarakat nantinya.

Graduasi Berdikari Sejahtera

Graduasi Berdikari Sejahtera



www.pkhkotabatu.com. Graduasi berdikari sejahtera karena ada perubahan ekonomi lebih baik dan sejahtera, keluarga penerima manfaat bu Siti Anifah, jalan welirang RT 63 RW 09 Giripurno Kota Batu Kedung kohort 2016. 

Saat monitoring dan supervisi fds 11 Maret 2020 jam 13.00 - 15.00  metoda partisipasi assesmen (mpa) menghasilkan satu keluarga penerima manfaat mengundurkan diri. Selanjutnya koordinasi dengan administrasi pangkalan data, pendamping sosial Delfia untuk sisi administrasi. Salam SIP PKH.




Supervisi family development session

Supervisi family development session


www.pkhkotabatu.com. Supervisi family development session (fds) dilaksanakan oleh pendamping sosial Kecamatan Batu Oky di Oro - Ombo. Dihadiri tiga belas keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kota Batu.





Materi yang disampaikan pendamping sosial Oky ialah sesi sukses mendidik anak di sekolah, bermain dan manfaat baik fisik, psikologi dan semacamnya, memahami perkembangan bahasa anak.

Review supervisi, pelaksanaan menggunakan panduan pelaksanaan family development session, flipchart, diskusi dan berbagi pengalaman sekolah anak di paud dan semacamnya.

Kembali Keluarga Penerima Manfaat Sampaikan Pengunduran Diri (Graduasi)

Kembali Keluarga Penerima Manfaat Sampaikan Pengunduran Diri (Graduasi)






Pendamping sosial Kecamatan Bumiaji Fifi S mendapati dua keluarga penerima manfaat mengundurkan diri dari kepesertaan Program Keluarga Harapan Kota Batu, Berikut data keluarga penerima manfaat :


1. Sulianah Dusun Segundu Bumiaji Sumbergondo
2. Khusnul Khotimah Talang Rejo RW 05 RT 001 Bumiaji Gunungsari

Semoga menginspirasi keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kota Batu lainnya

Monitoring dan Supervisi Family Development Session


Monitoring dan Supervisi Family Development Session




www.pkhkotabatu.com. Monitoring dan Supervisi Family Development Session dilaksanakan di rumah bu Astupah Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Keluarga penerima manfaat hadir sebanyak tiga belas memenuhi ruangan tamu. Kelompok dampingan pendamping sosial Mei Program Keluarga Harapan beberapa lansia.


Monitoring dan supervisi pelaksanaan pertemuan rutin sebulan sekali dimulai jam 15.00 - 16.30 wib, nampak keluarga penerima manfaat semangat mengikuti materi sesi pengelolaan keuangan keluarga.


Materi pengelolaan keuangan keluarga diantaranya memahamkan kebutuhan, keinginan, menghitung pendapatan dan merinci pengeluaran.


Tujuan pemberian materi tersebut keluarga penerima manfaat memahami mengelola keuangan dengan baik, menghindari keinginan berlebihan sehingga jatuh ke hutang bukan untuk pemenuhan kebutuhan produktif.


Penggunaan flipchart dalam penyampaian pertemuan peningkatan kemampuan keluarga juga membantu dalam penyampaian kepada keluarga penerima manfaat.


Partisipasi keluarga penerima manfaat dalam pertemuan sebulan sekali juga cukup aktif sehingga kegiatan berjalan lebih efektif, mengetahui dan memastikan mereka dengan praktikmenghitung pendapatan dan pengeluaran.


Pendamping sosial Kecamatan Bumiaji Mei menyampaian materi dengan cukup baik, hal ini bisa dilihat interaksi dengan keluarga penerima manfaat cukup aktif.

Penjangkauan Rumah dan Edukasi Keluarga Penerima Manfaat


Penjangkauan Rumah dan Edukasi Keluarga Penerima Manfaat



Salah satu kegiatan edukasi yang dilakukan pendamping sosial dan peksos supervisor Program Keluarga Harapan Kota Batu ialah dengan kunjungan rumah ke keluarga penerima manfaat.
Lokasi keluarga penerima Program Keluarga Harapan Kota Batu tinggal di Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, lokasinya pegunungan melewati tempat wisata selecta.


Tujuan kunjungan rumah untuk mengedukasi keluarga penerima manfaat yang pada pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) tidak hadir, padahal pertemuan sebulan sekali tersebut merupakan kewajiban keluarga penerima manfaat untuk mendapatkan pengetahuan seputar materi dan sesi yang disampaikan pendamping sosial kecamatan Bumiaji Mei.


Selama kurang lebih satu jam kunjungan rumah mendapatkan assesmen dari keluarga penerima manfaat diantaranya, karena ada keperluan penting pribadi dan semacamnya.



Peksos supervisor bersama pendamping sosial Kecamatan Bumiaji Mei, mengingatkan dan mengedukasi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan menggunakan metode bimbingan sosial perseorangan (social case work). Mengatakan kalau bimbingan sosial perorangan adalah suatu metode membantu yang diarahkan pada usaha mendorong dan menampilkan kemampuan individu dan juga perlu mencoba untuk memperkecil tekanan lingkungan terhadap dirinya (BRENNAN & PARKER).

Tujuan social case work dapat diperinci sebagai berikut :

1. Membantu klien yang diarahkan untuk mendorong dan meningkatkan kemampuan dan jika perlu memperkecil tekanan lingkungan terhadap dirinya
2. Mobilisasi kemampuan- kemampuan yang terdapat dalam diri individu dan sumber- sumber yang ada dimasyarkat yang cocok untuk membantu individu tersebut memecahkan maslaah apapun yang dihadapinya dalam kehidupan sosial sehari- hari.
3. Membantu individu- individu supaya lebih efektif mengatasi masalahnya yang terkait dengan fungsi sosialnya.

Keluarga penerima manfaat wajib untuk menghadiri pertemuan peningkatan kemampuan keluarga, penggunaan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan untuk kedua anaknya yang masih sekolah.


Peksos Supervisor Coaching Family Development Session Pendamping Sosial


Peksos Supervisor Coaching Family Development Session Pendamping Sosial 




www.pkhkotabatu.com. Setiap awal bulan untuk meningkatkan ketrampilan pendamping sosial peksos supervisor coaching family development session (fds) pendamping sosial Kecamatan Bumiaji, Junrejo dan Batu. 
Peksos supervisor membekali sumber daya manusia Program Keluarga Harapan Kota Batu secara mandiri aspek ketrampilan sebelum memulai memberikan family development session ke kelompok (keluarga penerima manfaat).

Program Keluarga Harapan salah satu kunci keberhasilannya keluarga penerima manfaar rajin menghadiri family development session (fds) dan tujuannya ialah  untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Peserta PKH tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan dalam memperbaiki kualitas hidup keluarga di masa depan. 



Pekerjaan sosial adalah aktivitas professional untuk menolong individu, kelompok dan masyarakat dalam meningkatkan atau memperbaiki kapasitas mereka agar berfungsi sosial dan menciptakan kondisi-kondisi masyarakat yang kondusif untuk mencapai tujuan tersebut (Zastrow, 1999 dalam Sukoco (1991). Artinya seorang pekerja sosial professional akan mengarahkan bentuk intervensinya untuk meningkatkan keberfungsian sosial dan kemandirian individu, kelompok, maupun masyarakat yang menjadi sasaran pelayanannya. 

Melalui family development session (pertemuan peningkatan kemampuan keluarga) merupakan praktik social case work. Sosial case work merupakan suatu proses untuk membantu individu-individu dalam mencapai suatu penyesuaian satu sama lain serta penyesuaian antara individu dengan lingkungan sosialnya. Sosial casework merupakan suatu metode yang terorganisir dengan baik untuk membantu orang agar dia mampu menolong dirinya sendiri serta ditujukan untuk meningkatkan, memperbaiki dan memperkuat keberfungsia sosial.( Rex A Skidmore).


Merencanakan Usaha, Monitoring dan Supervisi Family Development Session

Merencanakan Usaha, Monitoring dan Supervisi 
Family Development Session 





www.pkhkotabatu.com. Family development session (fds) awal minggu pertama Maret 2020 dilaksanakan di RW. 04 Kajang Lor Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. 

Kegiatan pertemuan rutin bulanan dilaksanakan jam 15.00 - 16.30 wib. Selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit pendamping sosial Kecamatan Junrejo Laila menyampaikan materi merencakan usaha.






Monitoring dan supervisi Family Development Session (fds) pendamping sosial Kota (peksos supervisor) diantaranya mengevaluasi kehadiran keluarga penerima manfaat (kpm) Program Keluarga Harapan Kota Batu beberapa sudah aktif secara reguler, ada ijin dan juga ada dua kali tidak hadir. Berangkat dari informasi dua kali keluarga penerima manfaat tidak hadir pendamping sosial Laila dan peksos supervisor akan menjadualkan kunjungan rumah kepada keluarga penerima manfaat tersebut.

Selanjutnya, penyampaian materi yang disampaikan sudah baik. Keluarga penerima manfaat turut aktif dalam kegiatan family development session Program Keluarga Harapan Kota Batu.

Kelengkapan flipchart yang digunakan pendamping sosial Kecamatan Junrejo Laila juga diaplikasikan dengan baik. Flipchart yang diperoleh dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional Tiga langsung digunakan untuk instrumen edukasi keluarga penerima manfaat.

Materi merencanakan usaha yang disampaikan diawali interaksi bagaimana awal menentukan ide usaha, mengembangkan usaha (analisa swot), merencanakan strategi pemasaran.

Akhir pertemuan bulanan dilaksanakan tanya jawab dan pembahasan pertanyaan oleh pendamping sosial Kecamatan Junrejo, dilengkapi pendamping sosial Kota (peksos supervisor).

Kunjungan Rumah dan Assesmen

Kunjungan Rumah dan Assesmen



www.pkhkotabatu.com. Kunjungan rumah sumber daya manusia (sdm) Program Keluarga Harapan Kota Batu pendamping sosial Kecamatan Bumiaji dan Junrejo mendatangi salah satu keluarga penerima manfaat.

Meskipun suasana mendung menjelang hujan dan udara dingin pegunungan kami tetap melangkahkan kaki untuk melakukan kunjungan rumah.

Kunjungan rumah dilakukan untuk mengetahui kabar keluarga penerima manfaat baik kesehatan, sekolah anak keluarga penerima manfaat, dan semacamnya.

Kunjungan rumah gabungan pendamping sosial Kecamatan Bumiaji Mei dan Laila didampingi pendamping sosial Program Keluarga Harapan kota Batu (peksos supervisor PKH Kota Batu).

Kunjungan rumah juga untuk melakukan assestment kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kota Batu.

Asesmen merupakan rentang yang luas dan termasuk penilaian mengenai potensi, kebutuhan dan jaringan sosial klien yang menentukan cakupan dan beratnya masalah (Ridley, Li & Hill, 1998). 


Kunjungan rumah dan assestment Program Keluarga Harapan Kota Batu


Kunjungan rumah dan assestment Program Keluarga Harapan Kota Batu



Asesmen merupakan rentang yang luas dan termasuk penilaian mengenai potensi, kebutuhan dan jaringan sosial klien yang menentukan cakupan dan beratnya masalah (Ridley, Li & Hill, 1998). 

Asesmen juga dapat diungkapkan melalui banyak cara, tergantung orientasi teoritis utama yang menjadi panutan pekerja sosial dan penggunaan sistem klasifikasi formal mengenai kesulitan emosi. 

Semakin akurat asesmen masalah, maka akan menentukan keberhasilan pemecahan masalah. Bagaimanapun akurasi, kejujuran dan kebertanggungjawaban asesmen menentukan keberhasilan intervensi. Asesmen diartikan dalam terma professional sebagai bentuk, batasan dan intensitas masalah klien yang dibawa ke dalam praktek pekerjaan sosial. Asesmen merujuk kepada segala sistem yang terorganisasi untuk mendefinisikan masalah klien.

Selanjutnya akan diperdalam informasi dengan melakukan intervensi menggunakan penggalian data keluarga penerima manfaat menggunakan wawancara secara mendalam dan observasi.



Kategori

Kategori