Cerita Inspirasi : Pesanan 3.000 Masker

Cerita Inspirasi : Pesanan 3.000 Masker



www.pkhkotabatu.com. Selasa, 21 April 2020. Pendamping sosial kecamatan Bumiaji Mei menerima pesanan Badan Penangulangan Bencana Daerah kota Batu 3.000 masker, untuk selanjutnya diteruskan ke dampingan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kota Batu. 

Sumber daya manusia Program Keluarga Harapan Kota Batu mengucapkan selamat Hari Kartini

Rapat Koordinasi




www.pkhkotabatu.com. Rakor pendamping sosial kecamatan Batu tanggaRakor pdp kec batu Senin, 20 April 2020 mulai jam 09:00- 12:15 WIB.

Adapun hasil rakor :
1. Pembahasan keluarga penerima manfaat (kpm) yang bermasalah seperti bantuan belum cair. Saldo terblokir. PIN terblokir. butab dan ATM yg hilang
2. Penjelasan terkait cara pengisian Rekonsiliasi epkh yg benar
3. Penyampaian ulang hasil rakor korcam (koordinator kecamatan) bersama spv, apd korkot kepada pendamping sosial kecamatan Batu
4. Rencana menindaklanjuti keluarga penerima manfaat (kpm) yang akan graduasi sejahtera mandiri (GSM)
5. Meningkatkan koordinasi dengan aparat  desa dampingan masing-masing melalui media sosial (medsos) sebagai dampak covid
6. Tiap pendamping sosial kecamatan Batu menghimpun aduan atau permasalahan keluarga penerima manfaat (kpm) masalah sembako dan bantuan PKH untuk segera ditindaklanjuti.
7. Memonitoring pelaksanaan penyaluran bansos sembako di Ewarong
8. Memaksimalkan proses pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) secara dalam jaringan (daring) melalui group whatsapp kelompok PKH (Program Keluarga Harapan)
9. Tetap memonitor dan memotivasi kesehatan anggota PKH  terutama untuk balita mengenai jadwal posyandu
10. Bimtab lokal epkh untuk pdp barul 20 April 2020 mulai jam 09:00- 12:15 WIB
Adapun hasil rakor :
1. Pembahasan kpm yg bermasalah seperti bantuan blm cair. Saldo terblokir. PIN terblokir.butab dan ATM yg hilang
2. Penjelasan terkait cara pengisian Rekonsiliasi epkh yg benar
3. Penyampaian ulang hsl rakor korcam bersama spv.apd korkot kepada pdp kec batu
4. Rencana menindaklanjuti kpm yg akan GSM 
5. Meningkatkan koordinasi dg aparat  desa dampingan masing2 melalui medsos sbg dampak covid.
6. Tiap pdp kec batu menghimpun aduan atau permasalahan kpm masalah sembako dan bantuan PKH untuk segera ditindaklanjuti.
7. Memonitoring pelaksanaan penyaluran bansos sembako di Ewarong
8. Memaksimalkan proses pelaksanaan p2k2 secara daring melalui group wa kelompok pkh
9. Tetap memonitor dan memotivasi kesehatan anggota pkh terutama untuk balita mengenai jadwal posyandu

10. Bimtab lokal epkh untuk pdp baru

Webinar : Meningkatkan Ketahanan Anak dengan kelekatan bersama Orang Tua



Webinar 1 Meningkatkan Ketahanan Anak dengan kelekatan bersama Orang Tua



www.pkhkotabatu.com. Webinar 1 oleh DPD IPSPI Jatim pemateri Enny Umronah (ketua lksa Robbani) dan Zainal Abidin (akademisi Unmuh Malang)

Hal-hal yang dapat mengakibatkan cemas
• Khawatir tertulari Covid-19
• Takut menulari yang lain secara tidak sengaja 
• Takut pada keselamatan anggota keluarga
• Takut kematian
• Berkurangnya pendapatan
• Keadaan ekonomi tidak menentu 
• Disruption
• Khawatir di PHK dan Bisnis berhenti
• Khawatir terdapat kerusuhan / pencurian
• Takut tidak bertemu lagi dengan orang-orang

Mengelola keadaan diri sendiri
1. Berpikir positif
2. Tetap produktif dan jangan membuang2 waktu berpikir negatif
3. Mengelola hubungan baik dengan pasangan (saling memahami, saling bercerita, saling mendengarkan, saling mencerdaskan, saling terbuka dan tularkan kebahagiaan)

STAY AT HOME adalah tantangan sekaligus peluang
 Peluang
• Menciptakan bonding
• Mengenal lebih dalam
• Memperbaiki PR diri anak
• Menetapkan tujuan kembali dalam keluarga
• Memperbaiki peran masing - masing

  
1. Buat suasana rumah yang menyenangkan
    - Bermain bersama - Bercanda

2. Memenuhi kebutuhan emosional anak • Kasih sayang       
• Beri ciuman kehangatan
• Perhatian 
• Kepedulian
• Penerimaan 
• Nyaman
• Aman
• Semangat
• Apresiasi
• Memperhatikan dan Menanyakan keadaan anak
• Tidak menelantarkan

3. Berkomunikasi dengan bahasa yang baik
• Tidak terburu-buru 
• Tidak kasar
• Bahasa yang dipahami anak
• Menyambut dengan kehangatan dalam kondisi apapun

Sikap keras yang berlebihan terhadap anak, akan membiasakan anak bersikap penakut, lemah dan lari dari tugas-tugas kehidupan.

Sikap kasar akan menyempitkan jiwa anak, mempengaruhi perkembangan, menghilangkan semangat, menyebabkan malas, dan membawanya untuk berdusta karena takut terhadap tangan-tangan keras yang akan mengenainya.

“Anak tumbuh menjadi dewasa tergantung bagaimana orang tuanya membentuk mereka
Mengasuh anak tidak dapat ditundukkan oleh akal semata
Melainkan pembiasaan kebaikan dari orang-orang terdekatnya”



BAGAIMANA MENJALIN KELEKATAN Secara teoritis kelekatan (attachment / bonding )
adalah ikatan emosional yang menetap yang kuat, bertimbal balik antara anak dan orang tua dan berperan penting pada kualitas hubungan selanjutnya.

Beberapa Bentuk kelekatan
• Kelekatan Aman (secure attachment)
• Kelekatan menghindar (avoidance attachment)
• Kelekatan Ambivalen-Resistan
• Kelekatan tidak teratur-tidak terarah

QUALITY TIME

Terimakasih

Pendampingan ke Bank Himbara

Pendampingan ke Bank Himbara 




www.pkhkotabatu.com. Pendamping sosial kecamatan Batu Erma mendampingi keluarga penerima manfaat untuk ambil KKS (kartu keluarga sejahtera) butab (buku tabungan) di Bank Nasional Indonesia Batu.

Koordinasi Terbatas

Koordinasi Terbatas 





www.pkhkotabatu.com. Selasa, 14 April 2020 koordinasi terbatas dengan kepala bidang bantuan dan jaminan sosial Dinsos Kota Batu diikuti koordinator kecamatan, pendamping sosial kecamatan, administrasi pangkalan data dan pendamping sosial kota Program Keluarga Harapan Kota Batu.
Jaga jarak, menggunakan masker dan menggunakan hand sanitizer untuk pencegahan penularan covid - 19.

Edukasi Pengambilan Sembako

Edukasi Pengambilan Sembako


Pendamping sosial pkh

Koordinasi penyaluran bersama lurah

Monitoring dari babin kelurahan Sisir


www.pkhkotabatu.com.  Edukasi pengambilan atau penyaluran program sembako di E - Warong diantaranya :

✅ cuci tangan pakai sabun (ctps) 
✅ ambil nomor antrian
✅ tunggu giliran dengan jaga jarak 
minimal 1 meter
✅ isi absensi kehadiran
✅ tunjukkan kartu tanda pengenal dan kartu keluarga sejahtera kepada E - warong
✅ baca daftar harga komoditi dan pesan
✅ tunggu panggilan petugas untuk pengambilan pesanan
✅ ambil pesanan dan langsung pulang

Pengaturan jadual pengambilan program sembako yang paling perlu diperhatikan tidak bergerumul dalam pengambilan, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak, serta penggunaan masker diupayakan untuk pencegahan penularan covid - 19. 


Infografis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)



www.pkhkotabatu.com. Indikator perilaku hidup bersih dan sehat (phbs) :
✅persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
✅memberi bayi air susu ibu eksklusif
✅menimbang bayi dan anak sampai dengan usia 6 tahun secara rutin setiap bulan
✅menggunakan air bersih
✅cuci tangan pakai sabun (ctps) dengan benar
✅gunakan jamban sehat
✅memberantas jentik nyamuk
✅makan makanan yang sehat
✅melakukan aktifitas fisik setiap hari
✅tidak merokok

Penerapan kebermanfaatan perilaku hidup bersih dan sehat

1. Sekolah
Menciptakan lingkungan bersih dan sehat sehingga dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar

2. Tempat kerja
Mendukung kesehatan pekerja sehingga menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif

3. Keluarga, rumah tangga atau tempat tinggal lainnya
Seluruh anggota rumah tangga/tempat tinggal bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat serta meningkatkan kesejahteraan

4. Masyarakat
Meminimalisir penyebaran penyakit dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kesehatan

Sumber : 
1.ikon indikator phbs Http://http://promkes.kemkes.go.id/phbs

2. https://www.covid19.go.id/

Webinar II, Wahana Aksi Covid 19




Notulensi Webinar II


Jumlah Peserta : 115

Tanggal            : 31 Maret 2020, 10:00 - 12:00

Moderator         : Dr.Puji Pujiono, MSW.


Pengantar dari penyelenggara

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Tim Kecil1 dari Webinar pertama tanggal 22 Maret 2020. Disebut sebagai Wahana Aksi Pekerjaan Sosial untuk COVID-19, rencananya Webinar ini dilaksanakan berkala sebagai platform yang terbuka bagi semua anggota keluarga profesi Pekerjaan Sosial untuk berbagi informasi, membangun strategi, menggali peluang pelayanan, serta membangun semangat dan kompetensi korps dalam merespon COVID-19. Dengan sifatnya yang lintas jaringan, lintas lembaga dan lintas sektor, webinar dapat dilanjuti dengan pertemuan sektoral dan sesi-sesi pelatihan khusus.

Tinjauan pertemuan lalu

Mempertimbangkan prevalensi kasar, bahwa untuk setiap 1000 orang yang ditemukan positif COVID-19 dibaliknya ada 100 orang berisiko tinggi, maka profesi Pekerjaan Sosial perlu ikut membangun pemahaman dan perilaku masyarakat yang tepat. Terkait itu, Webinar pertama mengeluarkan rekomendasi yang diantaranya telah ditindaklanjuti oleh beberapa eksponen seperti Poltekesos dan IPSPSI, serta beberapa jaringan yang menerbitkan pernyataan publik.

Sambutan KPSI: Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) menyambut baik Webinar berkala ini sebagai wahana komunikasi dan koordinasi yang terbuka. KPSI juga gembira mencatat beberapa inisiatif respon yang muncul, dan menekankan pentingnya inisiatif-inisiatif semacam itu untuk secara spesifik menyatakan pelayanan apa dan siapa sasarannya. Situasi darurat ini memerlukan gerak dan tanggap yang cepat tanpa menunggu assessment dan perancangan program, serta perlu langsung saja merespon dengan memetakan SDM yang siap memberikan pelayanan dukungan psikososial.

Update Kemensos: Kementerian sedang mempercepat pencairan PKH/BPNT serta bantuan lainnya sambil mempercepat masuknya bantuan dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya penerima manfaat yang rentan.

Update tentang Inisiatif Respon:

1.       Poltekesos Bandung: Program pendampingan psikososial menyasar pihak di luar profesi yaitu perespon tim medis di garis depan, pemimpin Gugus Tugas, serta keluarga orang-orang terdampak. Pendaftar dari berbagai kategori pekerja sosial sudah mencapai 400 orang. Kurikulum sedang disusun untuk melatih dan menyiapkan para relawan yang akan digerakkan dibawah Kemensos melalui jalur rujukan kelembagaan.

1  Tim Kecil: Rendy, Alfrojem, Monicha, Fadly





2.       IPSPI: Inisiatif pelayanan pendampingan psikososial DPP IPSI menyasar sejawat pekerja sosial terutama praktisi Peksos, TKS atau pun pendamping yang berada di lapangan, serta tim medis di garda terdepan. Relawan yang akan dilatih dan diberi sertifikat akan menyediakan hari dan jam pelayanannya untuk merespon permintaan pelayanan yang masuk melalui hotline.

3.       Japeksi: Presidium Pusat Jaringan Pekerja Sosial Indonesia bersurat kepada Presiden untuk menerapkan kebijakan Lockdown bagi zona-zona merah, dan untuk mengambil langkah-langkah strategis, analitis, komprehensif dan implikatif termasuk menerapkan kebijakan ekonomi kerakyatan berdasarkan keadilan sosial, mengoptimalkan peran lembaga usaha maupun masyarakat dan menyiapkan infrastruktur dan suprastruktur keamanan nasional, kesehatan rakyat, ekonomi bangsa serta kesejahteraan sosial

Pembahasan :

1.       KPSI dan IPSPI perlu menerbitkan suatu kertas kebijakan yang secara resmi menyatakan profesi Pekerjaan Sosial bekerja pada bidang dan wilayah apa saja serta prioritas panduan tindakan anggota profesi terkait kedaruratan COVID-19.

2.       Eksponen profesi yang mendorong berbagai inisiatif perlu melakukan sinergi yang lebih baik untuk memastikan dapat saling melengkapi dan mencegah duplikasi dan, lebih penting lagi, mengurangi kebingungan anggota profesi dan publik.

3.       Pertemuan mencatat bahwa JAPEKSI ternyata bukan bagian dari IPSPI. Kedepan, para Pekerja Sosial patut berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan publik agar tidak menimbulkan risiko reputasional bagi keseluruhan profesi.

4.       Pekerja Sosial perlu untuk melengkapi pengetahuan dengan dan pemahaman yang tepat tentang istilah-istilah terkait COVID-19

5.       Pengalaman menunjukkan bahwa karantina rumah dan wilayah yang berkepanjangan menimbulkan ketegangan dan disharmoni pada keluarga; suatu risiko yang profesi Pekerjaan Sosial perlu mengingatkan dan membantu masyarakat untuk melakukan coping yang efektif.

6.       Webinar ini perlu bercabang pada kegiatan pertemuan - pertemuan yang lebih spesifik dan kegiatan pengembangan kapasitas secara online misalnya

a.       peran dan fungsi peksos dalam respon COVID-19

b.      manajemen kasus dan layanan dukungan psikososial

c.       kapasitas coping terhadap fungsi keluarga dan ekses psikososial dari karantina wilayah yang berkepanjangan

d.      penggerakan dukungan APD bagi tim nakes di daerah-daerah

e.      penyuluhan tentang penggunaan dan dampak dari alat-alat kesehatan seperti, disinfektan, handwash, handsanitizer dll.

f.        meredam kepanikan masyarakat tentang COVID-19




-0-

Webinar III, Wahana Aksi Covid 19

Jumlah peserta : 130 Peserta

Tanggal : 7 April 2020

Waktu pelaksanaan : 10.00 - 12.00

Moderator : Dr.Puji Pujiono, MSW.

Pengantar dari penyelenggara

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Tim Kecil1 dari Webinar sebelumnya. Disebut sebagai Wahana Aksi Pekerjaan Sosial untuk COVID-19, rencananya Webinar ini dilaksanakan berkala sebagai platform yang terbuka bagi semua anggota keluarga profesi Pekerjaan Sosial untuk berbagi informasi, membangun strategi, menggali peluang pelayanan, serta membangun semangat dan kompetensi korps dalam merespon COVID-19. Dengan sifatnya yang lintas jaringan, lintas lembaga dan lintas sektor, webinar dapat dilanjuti dengan pertemuan sektoral dan sesi-sesi pelatihan khusus.


Tinjauan pertemuan sebelumnya

Merespon pada makin meningkatnya kasus suspect covid- 19 tidak menutup kemungkinan gejolak stigma negatif bagi mereka yang terdampak covid-19 semakin meningkat juga. Kepanikan yang terjadi di masyarakat membuat kondisi semakin tidak kondusif. Adanya penolakan jenazah sampai pengusiran tenaga medis di tempat domisilinya semakin memperlihatkan ketakutan dan kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia. Bertebarannya berita hoax di media sosial semakin membuat banyak masyarakat yang tersesat akan fakta mengenai kasus pandemi covid-19.

Pembukaan dari Pak Tata ( Sve The Children): Resiko kasus covid-19 saat ini dapat dibagi menjadi 4 bagian yaitu Resiko Tinggi ( Suspect Covid-19), resiko sedang ( PDP, ODP, dan OTG), resiko rendah (para pekerja yang Work From Home) dan resiko kurang ( tenaga layanan sosial lainnya). Dari keempat resiko ini mempunyai cara intervensi yang berbeda pula. Pelayanan yang diberikan seperti, dukungan psikososial, rehabilitasi, konseling, layanan rujukan dan bantuan sosial lainnya.

Narasumber

Prof. Adi Fahrudin : Setting dalam pekerjaan sosial yang tepat adalah pekerjaan sosial medis atau biasa disebut dengan Public Health Social Work khususnya berhubungan dengan pelayanan sosial pandemi covid-19. Sangat disarankan pada kondisi saat ini para pekerja sosial dapat memberikan pelayanan edukasi psikososial kepada masyarakat untuk merespon kejadian-kejadian sosial yang terjadi ditengah masyarakat. Ada empat tingkatan kondisi psikis klien yang dapat terjadi pada individu yang mengalami dampak pandemi ini. Pertama/minggu pertama klien dapat mengalami stres/panic stres. Kondisi ini dapat dilihat dari ketakutan masyarakat akan tingginya penyebaran covid-19. Kedua anzieti/ kepankan yang berlalu. Lalu pada tingkatan lanjutan akan mengalami depresi dan akan berdampak pada ketraumaan. Sangat disarankan agar untuk menyediakan layanan hotline via telepon karena tidak semua.

Kreatif dan Produktif










www.pkhkotabatu.com. Kreatif dan produktif ya dua paduan kata tersebut  untuk keluarga penerima manfaat dari ketrampilannya menghasilkan masker.



Berikut hasil produk penjualan masker sudah mencapai lebih dari 252 masker produk keluarga penerima manfaat dampingan Mei Kecamatan Bumiaji PKH Kota Batu.



100 pcs Ganis (putri walikota Batu), 100 pcs kecamatan, 10 pcs hana korkot, 3 pcs oky pendamping sosial kecamatan Batu, 2 pcs delfi pendamping sosial kecamatan Bumiaji, 5 pcs b.retno kasi Dinsos Kota Batu
2 pcs Fifi pendamping sosial kecamatan Bumiaji, 20 pcs penjualan oleh penjahit di warga sekitar, 10 pcs kpm kelompok lain.



Ketrampilan menjahit tersebut setidaknya bisa menghasilkan produk masker dan menghasilkan pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kategori

Kategori