Webinar II, Wahana Aksi Covid 19




Notulensi Webinar II


Jumlah Peserta : 115

Tanggal            : 31 Maret 2020, 10:00 - 12:00

Moderator         : Dr.Puji Pujiono, MSW.


Pengantar dari penyelenggara

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Tim Kecil1 dari Webinar pertama tanggal 22 Maret 2020. Disebut sebagai Wahana Aksi Pekerjaan Sosial untuk COVID-19, rencananya Webinar ini dilaksanakan berkala sebagai platform yang terbuka bagi semua anggota keluarga profesi Pekerjaan Sosial untuk berbagi informasi, membangun strategi, menggali peluang pelayanan, serta membangun semangat dan kompetensi korps dalam merespon COVID-19. Dengan sifatnya yang lintas jaringan, lintas lembaga dan lintas sektor, webinar dapat dilanjuti dengan pertemuan sektoral dan sesi-sesi pelatihan khusus.

Tinjauan pertemuan lalu

Mempertimbangkan prevalensi kasar, bahwa untuk setiap 1000 orang yang ditemukan positif COVID-19 dibaliknya ada 100 orang berisiko tinggi, maka profesi Pekerjaan Sosial perlu ikut membangun pemahaman dan perilaku masyarakat yang tepat. Terkait itu, Webinar pertama mengeluarkan rekomendasi yang diantaranya telah ditindaklanjuti oleh beberapa eksponen seperti Poltekesos dan IPSPSI, serta beberapa jaringan yang menerbitkan pernyataan publik.

Sambutan KPSI: Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) menyambut baik Webinar berkala ini sebagai wahana komunikasi dan koordinasi yang terbuka. KPSI juga gembira mencatat beberapa inisiatif respon yang muncul, dan menekankan pentingnya inisiatif-inisiatif semacam itu untuk secara spesifik menyatakan pelayanan apa dan siapa sasarannya. Situasi darurat ini memerlukan gerak dan tanggap yang cepat tanpa menunggu assessment dan perancangan program, serta perlu langsung saja merespon dengan memetakan SDM yang siap memberikan pelayanan dukungan psikososial.

Update Kemensos: Kementerian sedang mempercepat pencairan PKH/BPNT serta bantuan lainnya sambil mempercepat masuknya bantuan dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya penerima manfaat yang rentan.

Update tentang Inisiatif Respon:

1.       Poltekesos Bandung: Program pendampingan psikososial menyasar pihak di luar profesi yaitu perespon tim medis di garis depan, pemimpin Gugus Tugas, serta keluarga orang-orang terdampak. Pendaftar dari berbagai kategori pekerja sosial sudah mencapai 400 orang. Kurikulum sedang disusun untuk melatih dan menyiapkan para relawan yang akan digerakkan dibawah Kemensos melalui jalur rujukan kelembagaan.

1  Tim Kecil: Rendy, Alfrojem, Monicha, Fadly





2.       IPSPI: Inisiatif pelayanan pendampingan psikososial DPP IPSI menyasar sejawat pekerja sosial terutama praktisi Peksos, TKS atau pun pendamping yang berada di lapangan, serta tim medis di garda terdepan. Relawan yang akan dilatih dan diberi sertifikat akan menyediakan hari dan jam pelayanannya untuk merespon permintaan pelayanan yang masuk melalui hotline.

3.       Japeksi: Presidium Pusat Jaringan Pekerja Sosial Indonesia bersurat kepada Presiden untuk menerapkan kebijakan Lockdown bagi zona-zona merah, dan untuk mengambil langkah-langkah strategis, analitis, komprehensif dan implikatif termasuk menerapkan kebijakan ekonomi kerakyatan berdasarkan keadilan sosial, mengoptimalkan peran lembaga usaha maupun masyarakat dan menyiapkan infrastruktur dan suprastruktur keamanan nasional, kesehatan rakyat, ekonomi bangsa serta kesejahteraan sosial

Pembahasan :

1.       KPSI dan IPSPI perlu menerbitkan suatu kertas kebijakan yang secara resmi menyatakan profesi Pekerjaan Sosial bekerja pada bidang dan wilayah apa saja serta prioritas panduan tindakan anggota profesi terkait kedaruratan COVID-19.

2.       Eksponen profesi yang mendorong berbagai inisiatif perlu melakukan sinergi yang lebih baik untuk memastikan dapat saling melengkapi dan mencegah duplikasi dan, lebih penting lagi, mengurangi kebingungan anggota profesi dan publik.

3.       Pertemuan mencatat bahwa JAPEKSI ternyata bukan bagian dari IPSPI. Kedepan, para Pekerja Sosial patut berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan publik agar tidak menimbulkan risiko reputasional bagi keseluruhan profesi.

4.       Pekerja Sosial perlu untuk melengkapi pengetahuan dengan dan pemahaman yang tepat tentang istilah-istilah terkait COVID-19

5.       Pengalaman menunjukkan bahwa karantina rumah dan wilayah yang berkepanjangan menimbulkan ketegangan dan disharmoni pada keluarga; suatu risiko yang profesi Pekerjaan Sosial perlu mengingatkan dan membantu masyarakat untuk melakukan coping yang efektif.

6.       Webinar ini perlu bercabang pada kegiatan pertemuan - pertemuan yang lebih spesifik dan kegiatan pengembangan kapasitas secara online misalnya

a.       peran dan fungsi peksos dalam respon COVID-19

b.      manajemen kasus dan layanan dukungan psikososial

c.       kapasitas coping terhadap fungsi keluarga dan ekses psikososial dari karantina wilayah yang berkepanjangan

d.      penggerakan dukungan APD bagi tim nakes di daerah-daerah

e.      penyuluhan tentang penggunaan dan dampak dari alat-alat kesehatan seperti, disinfektan, handwash, handsanitizer dll.

f.        meredam kepanikan masyarakat tentang COVID-19




-0-


EmoticonEmoticon