Webinar Membangun Keberlanjutan Pendidikan bagi Anak Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan

Webinar Membangun Keberlanjutan Pendidikan bagi Anak Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan

Webinar Membangun Keberlanjutan Pendidikan bagi Anak Keluarga Penerima Manfaat 
Program Keluarga Harapan

www.pkhkotabatu.com. Webinar membangun keberlanjutan pendidikan bagi anak keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan dilaksanakan Rabu, 10 Juni 2020 oleh Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial. 

Narasumber Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M. Pd. Duta besar RI untuk Republik Uzbekistan, Republik Kyrgyzstan dan pakar pendidikan. Ibu Euis Nurhidayti sebagai panelis narasumber 

1.kondisional plus ttg tindak lanjut anak KPM ke pendidikan yg lebih tinggi ( Bisa kuliah di PT)
2.harapannya KPM bisa di graduasi dgn prestasi anak yg mndukung perekonomian keluarga.
3.KIP sdg berproses 50% pindah ke PKH dan diintregasikan ke anak SMA yg berjumlah 3 juta anak kpm.
4.Diharapkan ada peningkatan kesejahteraan.buat KPM
5.Bagaimana peksos mengawal anak berprestasi utk msk kuliah dan ttng pendidikan IT buat anak berprestasi.
6.Problemnya yaitu anak berprestasi terhambat utk mengakses pendidikn yg lbh tinggi.
7.Perguruan Tinggi diharapkan mendukung anak berprestasi melalui program bidik misi.
8.korwil.korkab.korcam dan pdp sosial berperan penting utk menginisiasi anak2 kpm utk melanjutkan kuliah

Kreatifitas "Ceria" Pandanrejo Kota Batu

Kreatifitas "Ceria" Pandanrejo




www.pkhkotabatu.com. Berikut hasil wawancara dengan ketua kelompok CERIA Program Keluarga Harapan Pandanrejo kota Batu
CERIA PANDANREJO

Mulai kapan, dimana : 
~ Mulai tanggal 12 MEI 2020
~Bertempat di rumah 

Harga : 
~ Rp. 20.000 (tidak memakai nama)
~ Rp. 22.000 (memakai nama )

Alasan membuat produk tersebut :
~ Menambah pemasukan 
~ Selain menambah pemasukan juga ingin membuat usaha kecil kecil an 
~ Supaya semua orang tahu bahwa waspada virus covid-19 ini semakin banyak dengan itu kami membuat produk face sheid untuk melindungi dari tatap muka atau tatap wajah 

Harapan : 
~ Harapan semua orang menyukai produk kami 
~ Dan juga dapat mengurangi penambahan virus covid-19

Koordinasi Sumber Daya Manusia PKH Kota Batu

Koordinasi Sumber Daya Manusia PKH Kota Batu
 

www.pkhkotabatu.com. Koordinasi sumber daya manusia Program Keluarga Harapan Kota Batu dilaksanakan Jumat 5 Juni 2020 jam 13.00 sampai selesai. 


Diikuti seluruh sumber daya manusia mulai pendamping sosial, administrasi pangkalan data, koordinator kota dan pendamping sosial tugas khusus (peksos supervisor).


Koordinasi dalam jaringan menggunakan zoom meeting untuk memaksimalkan koordinasi sumber daya manusia Program Keluarga Harapan Kota Batu menuju New Normal atau normal baru.


Sebelumnya disampaikan hasil video conference yang disampaikan pendamping sosial tugas khusus dari hasil sehari sebelumnya bersama Direktorat Jaminan Sosial Keluarga, Koreg Jawa, Koordinator Wilayah, Koordinator Kabupaten Kota sampai pendamping sosial tugas khusus (mfdc).


Webinar Koordinasi

www.pkhkotabatu.com. Webinar Koordinasi SDM PKH (Koreg, Korwil, Korkab/kota, Pendamping Sosial Tugas Khusus) dengan Direktorat Jaminan Sosial Keluarga. 

Pelaksanaan kegiatan dimulai jam 13.30 sampai selesai Kamis 6 Juni 2020 dengan peserta lebih dari 325 sumber daya manusia.






















Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020. Rakor Nasional PKH Tahun 2020

Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020.
Rakor Nasional PKH Tahun 2020
Peserta (200 > 123): Mensos, Pejabat Dit. Linjamsos, Dinsos Provinsi, Koreg dan Korwil.
---
Pejabat Dinas Sosial yang hadir Vidcon 3 Juni 2020 bersama Menteri Sosial dan Pejabat Kementerian Sosial, Regional Jawa:
1. DKI : Kasi Jaminan Sosial
2. JABAR : Kadis Dodo Suhendar
3. JATENG : Kadinsos Harso Susilo 
4. DIY : Kasie Jamsos Mulyanta
5. JATIM : Kabid Jamsos Anas
6. BANTEN : SekDis, Dinsos: Budi Darma Sumapraja.
===================


Acara dibuka pukul 14:15 oleh Dirjend Linjamsos
Dirjen menyebutkan Tujuan Rakor adalah:
Mensinkronisasi, koordinasi dan percepatan pelaksanaan PKH dan Bantuan Covid-19 dan perubahan penyaluran Bansos menjadi per-bulan.




----
Arahan Mensos:
1. Arahan diawali dengan ucapan Selamat Iedul Fitri 1441 Hijriyah

2. Kondisi Pandemi Covid-19 agar tetap menerapkan protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, meningkatkan daya tahan tubuh dengan olahraga dan konsumsi makanan bergizi

3. Presiden senantias menanyakan perkembangan PKH di lapangan, dan alhamdulillah perkembangan cukup baik, dan target dapat tercapai. Tetapi kita bekerja tidak hanya mengejar target, bahwa uang negara harus bisa benar2 dirasakan secara langsung oleh para penerima manfaat. Kita bekerja di sini adalah untuk melayani masyarakat.

4. Dengan pandemi Covid-19 ini, terjasi kenaikan sebesar 4%, dari 9, 32 menjadi 13,2%. Sehingga tidak menutup kemungkinan tahun depan ada kenaikan target penerima bantuan PKH. Hal ini didasarkan atas arahan Presiden melihat perkembangan yang ada.

5. Saat ini kita harus mengubah total berbagai cara kerja kita: rapat secara virtual, dengan jumlah peserta yang dapat menjangkau seluruh Insonesia, dan menghemat biaya. Minusnya adalah tidak adanya interaksi antar peserta rakor.

6. Kemensos didalam penanggulangan kemiskinan di masa pandemi ini sangat besar, dan perhatian masyarakat kepada PKH saat ini begitu besar, sehingga jika ada kesalahan sedikit saja semua tertuju kepada kita (PKH). Karenanya saya berharap, kepada koordinator dan dinsos provinsi agar berkoordinasi secara intensif.

7. Hal spesifik lainnya yang saya sampaikan yang menjadi sorotan publik adalah kurang tepatnya penerima program, seperti adanya foto2 rumah yang bagus yang seharusnya tidak layak tetapi masih menerima bantuan. saya minta kepada Dirjen, agar ada aturan main yang bisa diterapkan di lapangan, bahwa Pendamping dapat merekomendasikan KPM yang mampu untuk tidak menerima bantuan lagi. Yang sederhana, tidak usah berbelit2, harus banyak izin dari Dirjen, dll. Tujuannya adalah agar penerima manfaat

8. Yang menjadi sorotan lainnya adalah tentang KKS. Saya tidak mau legi mendengar ada kasus Pendamping memegang KKS dengan alasan apapun (lansia, dll). Agar KKS benar2 dipegang sendiri oleh KPM. Kita2 harus melatih KPM agar mampu memegnag KKS tersebut.

9. Permasalahn lainnya adalah adanya temuan, seperti KKS yang tidak terdistribusikan dan KPM tidak mencairkan bantuan. KPM harus menmbelanjakan uang bantuna untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, boleh disisakan tetapi tidak harus ditabung terus. Ciri penerima manfaat layak menerima bantuan adalah pasti membutuhkan uang untuk digunakan, sehingga
10. Satu hal lagi, bahwa tahun ini kita ingin melakukan program Stikerisari Nasional, namun anggaran tersebut terpakai untuk penanganan Covid-19.

11. Namun bagi pemerintah daerah yang melaksanakan stikerisasi silahkan dilakukan, tetapi saya mohon tidak menggunakan kata-kata "Keluarga Miskin". Karena hal ini saya kira kurang manusiawi, kasihan anak2-nya. Menurut saya, silahkan saja stiker tersebut ditulis dengan "Keluarga Penerima Manfaat PKH, BPNT, dll". Hindari menggunakan kata-kata "Keluarga Miskin"

12. Terima kasih disampaikan kepada Inas Sosial, Koordinator PKH. bahwa tujuan kita adalah melayani masyarakat dan menuntaskan kemiskinan melalui PKH.

13. Saya ucapkan selamat kepada semua pihak atas tercapainya target kerja yang sudah terealisasi saat ini.

14. Terima kasih dan wassalamu'alaikum Wr.Wb.
-----

Acara dilanjutkan Dialog dan tanya jawab:
1. Dinsos Sumsel: menanyakan Peran Dinsos Provinsi dalam penyaluran Bansos dan Pentingnya menggunakan DTKS sebagai dasar penetapan sasaran Bansos.

2. Dinsos Aceh Darussalam: Menyampaikan proses pencegahan Covid-19 sejak Januari, saat Mahasiswa dari Wuhan asal Aceh yang pulang ke Aceh. Saat ini Aceh masuk zona hijau. Bantuan PKH berjalan dengan baik, sesuai ketentuan dan sesuai amanah Presiden (Bila penerima BPNT, PKH maka tidak menerima bantuan lainnya, sehingga tidak ada tumpang tindih. 

3. Dinsos Maluku: Kami akui bahwa persoalan yang masih kita hadapai adalah persoalan data, perlunya untuk dibicarakan lebih lanjut, baik dari aspek jumlah dan kualitasnya. Dinsos Maluku mempertanyakan proses koordinasi yang panjang untuk mendapatkan laporan dan mengevaluasi pelaksanaan program.

4. Dinsos Sultra: Ingin mennayakan terkait perubahan pembayaran dari 3 bulan menjadi 1 bulan. Untuk beberapa kasus pencairan bansos di kepaluan, ongkos mencairkan bantuan lebih besar daripada nilai bantuan. Untuk stikerisasi, kami mendukung untuk segera dilakukan. Dengan stikerisasi cukup berdampak, sehingga KPM yang mampu akhirnya keluar sebagai penerima PKH. Saya mendorong agar Pendamping diberikan kewenangan untuk merekomendasikan KPM yang mampu untuk dikeluarkan dari penerima bantuan.

5. Dinsos Kalbar: Menyampaikan jumlah dan ucapan terima kasih atas tambahan KPM baru. di Kalimantan Barat yang berjauhan (banyak hutan), tidak mendukung untuk penyaluran bantuan setiap bulan. Di Kalbar banyak sekali WNI yang kembali karena dideportasi, sebanyak 1.850 orang, sementara bantuannya yang kami terima hanya 1.000 orang. Permasalahan kami dalam hal pemulangan mereka ke daerah.

6. Dinsos Jabar: Menyampaikan permasalahan kualitas data penerima bansos, agar ada peningkatan kapasitas petugas verivali dan entry data di desa. Kami sepakat bilamana Pendamping PKH juga ditingkatkan perannya dalam proses pemutakhiran data sasaran bansos. Perlu juga, dilakukan monev pelaksanaan PKH, apakah tiap 3 bulan sekali atau tiap semester untuk mengukur keberhasilan, seperti graduasi KPM PKH, untuk sarana pembinaan dan pemberian reward kepada Kab/Kota yang tingkat graduasinya bagus. Agar adanya anggaran khusus untuk peningkatan kepampuan bagi para pelaksana program di lapangan. Satu lagi, saya setuju adanya penandaan (stikerisasi) penerima bantuan, agar DInsos kab/Kota lebih care.

7. Dinsos Kalteng: Menyampaikan kekurangan jumlah SDM di Kalteng, seperti adanya kekosongan APD dan kekurangan 77 Pendamping PKH tahun ini. Kami berharap adanya penambahan SDM di Kalteng, agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik lagi.
----------

ARAHAN/JAWABAN MENSOS:
1. Pada dasarnya kami setuju atas masukan dari Dinsos Provinsi terkait proses Koordinasi. Untuk itu agar pak Dirjen membuat perubahan dan pengaturannya.

2. Adanya penyalurna bantuan bagi KPM yang rumahnya jauh dari layanan perbankan, pada intinya penyaluran bantuan ini sifatnya hanya sementara

3. Kami berikan setuju terhadap usulan Dinsos Provinsi terkait penyelenggaraan even-even untuk kegiatan koordinasi dan peningkatan kapasitas. Untuk itu kami akan mengagendakan kegiatan2 tersebut saat kondisinya sudah normal.

4. Momentum penyaluran bantuan di masa covid-19 ini menjadi momentum untuk perbaikan data. Seharusnya daerah lebih peduli terhadap penanganan kemiskinan dan perbaikan data sasaran penerima bansos. Kami berharap adanya perubahan paradigma dalam melayani masyarakat dan kami berharap agar pemerintah daerah segera mengusulkan perubahan data-data sasaran penerima bansos.

5. Demikian disampaikan, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Dinas Sosial dan Koordinator yang telah hadir dalam kesempatan ini.
-----------

ACARA diakhiri dengan penyampaian informasi adanya rencana pertemuan tindak lanjut untuk pembahasan yang lebih teknis lagi.


Malang, 3 Juni 2020
ttd.
Koordinator PKH Regional Jawa

Bahan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga Juni : Pola Hidup Bersih dan Sehat

www.pkhkotabatu.com. Pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat
Modul Kesehatan dan Gizi
Bahan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2)/family development session (fds) Juni 2020

Semoga dengan adanya materi ini dapat menjadikan kesadaran untuk hidup dengan pola hidup bersih dan sehat.

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. 

Perilaku hidup bersih dan sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. 



Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Ada banyak cara untuk memulai hidup sehat, salah satunya adalah dengan menerapkan kebersihan personal yang dimulai dari rumah. 

Aplikasi pola hidup bersih dan sehat juga dapat membantu Anda dan orang sekitar terhindar dari penyakit umum yang disebabkan oleh virus dan kuman.

1. Manfaat Kesehatan Tubuh

Setiap hari Anda bersentuhan dengan banyak kuman dan virus. Menerapkan pola hidup sehat sederhana seperti mencuci tangan, menyikat gigi, membersihkan ruangan, dll dapat mencegah Anda dari bahaya penyakit tertentu. Secara umum, menjaga kebersihan dapat membuat Anda lebih sehat.

2. Manfaat di Lingkungan Sosial

Bila Anda menerapkan pola hidup bersih, maka Anda akan terlihat lebih sehat dan menarik. Hal itu akan memberikan kesan baik di lingkungan sosial. Sebaliknya, bila Anda tidak bersih Anda mungkin akan menerima stigma buruk dan kerugian sosial.

3. Manfaat Psikologi

Tubuh yang sehat mencerminkan pribadi yang sehat. Memiliki tubuh yang sehat akan menunjang penampilan Anda dan menambah percaya diri, yang kemudian mungkin juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis Anda.

Cara Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah

Pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dengan cara-cara sederhana dan dimulai dari lingkungan rumah Anda. Berikut ini adalah cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah, yaitu:

1. Menerapkan kebiasaan cuci tangan
2. Menjaga kebersihan toilet
3. Menjaga kebersihan mulut dan gigi
4. Menjaga kebersihan tubuh
5. Menjaga kebersihan ruangan
6. Menjaga kebersihan saat anda sakit
7. Menjaga kebersihan kuku
8. Tidak merokok di dalam rumah
9. Memberantas jentik nyamuk
10. Menjaga kebersihan rambut
11. Menerapkan pola makan sehat
12. Olahraga teratur

Pentingnya Menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Prinsip kedua dari pola makan dengan Gizi Seimbang adalah pentingnya pola hidup bersih. Pola makan ber-Gizi Seimbang akan menjadi tak berguna bila tidak diikuti dengan penerapan prinsip dan kebiasaan hidup bersih, seperti: 

1. Mencuci tangan sebelum makan dengan air bersih dan sabun.
2. Menyajikan makanan dalam keadaan selalu tertutup agar tak dihinggapi serangga/lalat.
3. Memasak makan dengan suhu yang tepat agar kuman mati.
4. Mencuci sayur dan buah hingga bersih, serta (5) menjaga makanan dan minuman agar tidak tercemar oleh logam berat.

Termasuk dalam pola hidup bersih adalah menjalankan pola hidup sehat seperti menghindari konsumsi rokok, alkohol serta hal-hal yang dapat membahayakan kesehatan. Lakukan imunisasi atau vaksinasi sesuai anjuran. Prinsip pola hidup bersih dalam Gizi Seimbang mendukung program kesehatan lingkungan yang dikenal dengan program PHBS. Untuk mencapai visi Indonesia Sehat, Pusat Promosi Kesehatan, Departemen Kesehatan telah melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya PHBS pada tingkatan rumah tangga.


Kategori

Kategori