Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan

 www.pkhkotabatu.com. Pendamping sosial Program Keluarga Harapan semangat mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) secara dalam jaringan (daring). 

Penyelenggara peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan ialah Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional  Tiga Yogyakarta.

Pendamping sosial diklat daring familly development session. Foto dokumentasi pkhkotabatu.com

Diklat hari ketiga widaiswara memberikan materi pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha dengan sub tema sesi satu mengelola keuangan keuangan keluarga (mfdc).

Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan

 Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan

www.pkhkotabatu.com. Sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan untuk peningkatan kapasitas salah satunya dilakukan bimbingan teknis dalam jaringan atau daring sinkronus. Kegiatan semacam ini dilaksanakan melalui bimbingan  Widyaiswara Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Regional Tiga Yogyakarta.


Sumber daya manusia Program Keluarga Harapan yaitu pendamping sosial mengikuti kegiatan dalam jaringan sesuai angkatan dan jadual yang telah ditentukan oleh panitia.


Pendamping sosial Program Keluarga Harapan. Foto dokumentasi pkhkotabatu.com


Peserta diklat bahkan oleh widaiswara diberi penugasan membuat video semacam pembelajaran sesuai arahan. Berikut contoh penugasan dan petunjuknya.


Tips buat video simulasi FDS:

1. Minimal waktu tampil antara 8-15 menit.

2. Sediakan Flipchart maupun poster, walaupun mungkin anda tidak menggunakannya dlm langkah bagian anda, hal ini adalah gambaran bahwa simulasi  menggambarkan proses riil di lapangan.

3. Sediakan jg laptop.

4. Maksimal kan "looks" anda...karena kemungkinan video anda ditonton org lain di YouTube.

5. Gunakan Tripod jika ada agar lebih stabil gambar hasilnya.

6. Relax n tanpa beban ketika sdg 'action'

7. Gunakan kualitas gambar yang sedang atau cenderung rendah agar ringan dalam proses upload, kualitas gambar bukan standar penilaian




Pelaksanaan Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan

Pelaksanaan Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan
Pelaksanan Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan
Pelaksanaan Diklat Daring Sinkronus Program Keluarga Harapan


www.pkhkotabatu.com. Balai besar pendidikan dan pelatihan kesejahteraan sosial regional tiga Yogyakarta sedang mengadakan diklat. Pelaksanaan diklat dilaksanakan secara dalam jaringan atau daring.

Sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan di Kota Batu diikuti empat pendamping sosial.

Materi diklat daring sinkronus terkait pembekalan dan peningkatan kapasitas pengetahuan diantaranya mengenai familly development sessions atau pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (mfdc).

Dua Graduasi Mandiri

 www.pkhkotabatu.com. Dua graduasi mandiri cerita dampingan Nurjanah. Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan tersebut mengundurkan diri atau keluar dengan kemauan sendiri karena keluarga merasakan bisa mampu dan mandiri.



Program Keluarga Harapan selama ini telah membantu mereka mengurangi beban pengeluaran ekonomi kehidupan sehari - hari. Program bantuan sosial non tunai salah satu syaratnya ialah memiliki komponen pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.







Usaha yang ditekuni mengantarkan keduanya mengundurkan diri dari kepesertaan Program Keluarga Harapan. Jualan snack secara mandiri meretas jalan graduasi mandiri.



Kiat Nurjanah sebagai pendamping sosial Kecamatan Batu Program Keluarga Harapan  rutin melakukan pendampingan salah satunya Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga atau Familly Development Session sebelum pandemi Covid 19 maupun selama pandemi melalui dalam jaringan (daring) yang diberikan pendamping sosial tugas khusus (supervisor).


Selain itu memberikan motivasi dan arahan kepada keluarga penerima manfaat dampingannya (mfdc).

GerakanAyoKuliah Dukung Anak Keluarga Harapan agar Bisa Kuliah

Gerakan Ayo Kuliah Dukung Anak Keluarga Harapan agar Bisa Kuliah


Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:03 WIB

 VIVA – Menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi adalah privileges yang tidak dimiliki oleh semua anak. Berangkat dari hal tersebut serta pengalaman pribadi dalam menempuh pendidikan tinggi, membuat Slamet Riyadi, Alumni Bakrie Graduate Fellowship dari Bakrie Center Foundation, mendirikan Gerakan Ayo Kuliah pada 27 Juni 2017.

Gerakan Ayo Kuliah adalah inovasi pembinaan siswa kelas XII SMA/MA sederajat yang berasal dari keluarga prasejahtera penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Lampung.



Memiliki motto “Satu Kecamatan Satu Sarjana PKH”, Gerakan Ayo Kuliah memiliki tujuan mencetak sebanyak banyaknya sarjana yang berasal dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Hal ini bertujuan agar siswa/i yang berasal dari KPM PKH memiliki semangat belajar dan bersekolah hingga perguruan tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga demi memutus mata rantai kemiskinan.

Dalam gerakan ini, terdapat tiga langkah penting yang dilakukan, yaitu proses pemetaan data potensi siswa PKH kelas XII oleh SDM PKH dan Satgas Gerakan Ayo Kuliah; edukasi dan motivasi bagi siswa kelas XII untuk membuka mindset dan menumbuhkan kepercayaan diri lanjut kuliah; serta melakukan pendampingan mendaftar PTN/PTKIN dan mengupayakan bidikmisi/KIP Kuliah.

Slamet Riyadi, yang juga merupakan pemenang LEAD Indonesia 2018, mengatakan bahwa hingga Juni 2020 Gerakan Ayo Kuliah telah berhasil mengantarkan 281 anak PKH untuk kuliah di PTN/PTKIN di Provinsi Lampung dan sekitarnya. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Adapun untuk 2020 ini, sebanyak 59 siswa PKH telah diterima di PTN/PTKIN.

“Kami optimis untuk jalur SBMPTN atau UMPTKIN 2020 jumlah yang diterima akan bertambah,” kata Slamet.

“Kami juga telah melakukan pendampingan ke Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, Politeknik Negeri Lampung, UIN Raden Intan dan IAIN Metro untuk mengkomunikasikan adanya dukungan bidikmisi/KIP Kuliah bagi anak PKH tersebut,” tambahnya lagi.

Untuk diketahui sebanyak kelima puluh sembilan anak tersebut berasal dari enam Kabupaten/Kota di Lampung yaitu; 7 anak KPM asal Kota Metro, 25 anak dari Lampung Barat, 9 anak dari Lampung Timur, 5 asal Pesawaran, 3 asal Lampung Tengah, 9 anak asal Lampung Selatan dan 1 asal Way Kanan.

Selama masa pandemi Covid-19, Slamet mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan bimbingan. Bimbingan belajar yang diberikan Gerakan Ayo Kuliah 2020 dilaksanakan dengan dua cara yaitu tatap muka/luring dan dengan online/daring.

Hal ini dilakukan agar percepatan transfer ilmu dapat tetap dilakukan. Melalui bimbingan daring dan luring diharapkan anak-anak KPM lebih siap menghadapi tes masuk perguruan tinggi. Demikian pula pelaksanaan daring untuk membiasakan diri kedepan pada saat kuliah sudah terbiasa menerima materi secara online.

Kini, Gerakan Ayo Kuliah bagi anak dari Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya ada di Provinsi Lampung saja, tapi juga telah diduplikasi di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi, dan NTB.

“Makin banyak yang bergerak, insya Allah semakin besar juga peluang anak PKH meraih mimpi masa depannya,” tutup Slamet.

 

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna. 


https://www.viva.co.id/vstory/lainnya-vstory/1292236-gerakanayokuliah-dukung-anak-keluarga-harapan-agar-bisa-kuliah

Graduasi Mandiri

Graduasi Mandiri



www.pkhkotabatu.com. Setiyawati  merupakan salah satu dampingan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Nurjanah salah satu pendamping sosial Kecamatan Batu.

Tinggal di Jl. Suropati Gang IX RT.02 RW.08 Kecamatan Batu Kota Batu.


Ibu dengan satu komponen pendidikan anak sekolah dengan niat mengundurkan diri dari kepesertaan Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial karena sudah mandiri sehingga tidak masuk dalam kriteria anggota Program Keluarga Harapan (mfdc).

 


Rapat Koordinasi Bulanan

 www.pkhkotabatu.com. Rapat koordinasi bulanan dilaksanakan Jumat 7 Agustus 2020 di sekretariat Program Keluarga Harapan Dinas Sosial Kota Batu, gedung B lantai 2 Balai Kota Among Tani.


Seluruh sumber daya manusia Program Keluarga Harapan di Kota Batu baik administrasi pangkalan data, pendamping sosial, koordinator dan pendamping sosial dengan tugas khusus (peksos supervisor) turut hadir pula kasi penanganan fakir miskin Dinsos Kota Batu.


Rapat koordinasi dimulai setelah seluruh sumber daya manusia pelaksana Program Keluarga Harapan di Kota Batu melaksabakan kerja bakti pembersihan di Taman Makam Pahlawan.


Rapat koordinasi diantaranya membahas mengenai perkembangan graduasi dan evaluasi untuk pencapaiannya, hasil final closing Program Keluarga Harapan di Kota Batu (mfdc).


Semangat Graduasi Mandiri

www.pkhkotabatu.com. Beberapa hari ke depan Indonesia merayakan kemerdekaan ke 75. Semangat pendamping sosial melakukan kunjungan rumah ke keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang menyatakan pengunduran diri dari kepesertaan atau graduasi mandiri.

9 Agustus 2020 pendamping sosial Program Keluarga Harapan Nana sapaan sumber daya manusia di Kota Batu melakukan kunjungan rumah di ds Pesanggrahan tepatnya RT.  01 RW. 08 Kecamatan Batu Kota Batu, rumah Setirustyaningsih.

Keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan tersebut mengundurkan diri secara mandiri setelah merasakan manfaat bantuan sosial non tunai dan menyadari ada warga lain yang lebih membutuhkan, keluar dari kepesertaan memberikan peluang bagi warga lainnya. Mandiri berarti ada i'tikad kemauan keras untuk mampu berubah lebih baik dari kondisi sekarang (mfdc). 

Graduasi mandiri
 

Kategori

Kategori